
Saat ini Daniel sudah menyiapkan sebuah rencana jangka panjang untuk masa depannya dan Alisha nanti. Pertama, ia tidak ingin mengandalkan keluarga Handoko, walaupun Alisha adalah anggota keluarga tersebut, tapi sebisa mungkin dia akan melarang Alisha untuk meminta bantuan pada mereka.
Kedua, setelah mengalami perselisihan dengan David dan sekarang tengah berseteru dengan Angga, Daniel akhirnya mengerti bahwa dirinya tidak akan bisa diam saja, jika David saja berani menggunakan uang untuk mencelakai dirinya dan Alisha, maka sudah pasti Angga juga akan melakukan hal itu.
Jadi, satu-satunya cara untuk menghadapi mereka adalah dengan menggunakan cara yang sama, hanya saja, Daniel tidak akan menggunakan uang untuk mencelakai musuh-musuhnya, karena dia lebih suka melakukannya dengan kekuatannya sendiri, kalaupun dia butuh bantuan, maka dia akan merekrut prajuritnya sendiri.
Ketiga, masalah yang ia alami beberapa hari ini bersangkutan dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan, dengan kata lain, mereka bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk mengusik dia dan Alisha, oleh karena itu, ia berencana untuk terjun ke dalam dunia para penguasa ini.
Akan tetapi, tujuan Daniel bukan hanya sekedar berkuasa seperti keluarga Daniel dan keluarga Louis saja, melainkan menjadi penguasa yang sesungguhnya, baik di dunia para pebisnis ataupun dunia bawah tanah, karena hanya dengan menjadi penguasa, barulah dia akan benar-benar tenang sepenuhnya.
"Sudah saatnya The Alpha kembali" gumam Daniel, tatapan matanya sangat tajam dan dari tubuhnya terpancar sesuatu yang akan membuat orang tidak berani menatap matanya.
***
Rumah keluarga Wiliam.
"Ayah, kenapa ayah tiba-tiba saja meminta kami berkumpul malam-malam begini?" tanya anak pertama Tuan Wiliam.
"Ada hal penting yang harus aku sampaikan pada kalian semua" jawab Tuan Wiliam.
"Kakek, memangnya hal penting apa yang membuat kakek mengganggu waktu istirahat kami?"
"The Alpha, dia akan datang ke rumah ini besok pagi!" jawab Tuan Wiliam.
"Apa?!" Anak, menantu dan semua cucu Tuan Wiliam benar-benar kaget mendengar hal tersebut.
"Ayah, apa ayah yakin dia akan datang besok?" tanya menantunya.
Tuan Wiliam mengangguk pelan, "Beberapa menit yang lalu, asistennya menghubungiku, dia mengatakan bahwa The Alpha akan datang besok."
"Kakek, kenapa kalian semua terlihat panik, memangnya siapa The Alpha ini?" tanya Cintya, cucu pertama Tuan Wiliam.
Tuan Wiliam menghela napas panjang, kemudian ia menceritakan siapa The Alpha kepada semua cucunya, ia juga mengatakan bahwa The Alpha adalah raja dikalangan para pebisnis, karena sudah tidak terhitung lagi berapa banyak saham yang ia miliki di berbagai perusahaan raksasa di Asia.
"Hanya karena itu saja?" tanya Cintya.
Rama Wiliam, ayah Cintya menggelengkan kepalanya, "Bukan hanya itu saja, dia adalah pemegang saham terbesar di beberapa perusahaan raksasa itu, bahkan dia juga pemegang saham terbesar di perusahaan kita" ucapnya.
"Dan jumlah saham yang ia miliki di perusahaan kita mencapai ratusan miliar" Andre, menantu laki-laki pertama Tuan Wiliam menambahkan.
"Lalu, pencapaian yang berhasil kita raih saat ini adalah berkat dirinya, dan jika bukan karena dirinya, mungkin kita akan kalah bersaing dengan keluarga pebisnis yang lain" sahut Tuan Wiliam.
Suasana di ruang keluarga tiba-tiba saja menjadi hening, semua cucu Tuan Wiliam yang baru saja mengetahui hal ini, tentunya benar-benar kaget dengan berita tersebut. Selama ini, mereka menganggap bahwa pencapaian keluarga mereka itu adalah hasil kerja keras kakek mereka, tapi siapa sangka, ternyata ada sosok lain yang berada di belakang semua itu.
"Besok, aku ingin kalian semua bangun lebih awal, batalkan semua rencana untuk besok, karena kita harus menyambut kedatangannya" ucap Tuan Wiliam memecah keheningan.
"Baik kakek" jawab semua cucu Tuan Wiliam, lalu mereka pergi dari sana.
"Ayah, menurut ayah apa tujuan The Alpha menemui kita?" tanya Rama.
"Sudahlah, yang terpenting sekarang adalah, kita harus menyambut kedatangannya dengan baik, dan pastikan tidak ada yang mengacau, terutama putrimu, Rama" lanjutnya.
"Baik ayah, akan aku pastikan Cintya tidak akan menimbulkan kekacauan besok" sahut Rama.
***
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali, Daniel sudah bersiap-siap untuk pergi menemui keluarga Wiliam, karena sebelum ke sana, ia harus mengambil mobilnya terlebih dahulu, namun masalahnya sekarang adalah, Alisha melarangnya untuk pergi jika tidak membawanya.
"Alisha, aku hanya pergi sebentar saja, dan urusan kali ini benar-benar penting" ucap Daniel.
"Memangnya apa yang lebih penting dari istrimu sendiri?"
"Hah" Daniel menghela napas panjang, ia benar-benar tidak mengerti dengan perubahan sikap istrinya itu, pasalnya, sejak bangun dari tidur, ia tiba-tiba saja menjadi sangat manja.
"Alisha, aku mohon mengertilah, kau sangat penting bagiku tapi urusan ini juga penting untuk masa depan kita."
"Tidak! Aku tetap ingin ikut kemanapun kau pergi!"
"Begini saja, bagaimana kalau kau pergi berbelanja, kau bebas membeli apapun yang kau inginkan dengan kartu ini" ucap Daniel seraya menyerahkan kartu hitamnya pada Alisha.
"Benar-benar boleh membeli apapun?" tanya Alisha.
Daniel mengangguk pelan, "Iya, apapun yang kau inginkan, dan sandinya adalah ulang tahunmu" jawab Daniel.
Alisha diam sejenak sembari memikirkan tawaran suaminya itu, sejujurnya, alasan dia ingin ikut bersama Daniel hanya karena takut suaminya itu akan pergi menemui seorang wanita, namun setelah mengingat janji yang mereka buat semalam, Alisha akhirnya setuju untuk pergi berbelanja saja.
"Baiklah, aku tidak akan ikut, tapi jangan sampai aku mengetahui kau pergi menemui wanita lain" ucapnya, kemudian meraih kartu hitam ditangan Daniel.
"Tenang saja, aku tidak akan mengingkari janji kita" sahut Daniel, lalu mengecup dahi istrinya itu.
"Kalau begitu, aku pergi sekarang" ucapnya, kemudian pergi meninggalkan istrinya.
Karena tidak ingin Alisha pergi sendirian, Daniel kemudian memerintahkan Heru untuk menemani istrinya, sedangkan dirinya akan naik taksi menuju ke showroom untuk mengambil mobilnya di sana.
Setengah jam kemudian, Daniel akhirnya sampai di showroom tempat mobilnya berada, setibanya di sana, ia langsung disambut oleh Adrian, pemilik sekaligus orang yang menghubungi Daniel semalam.
"Selamat datang Tuan Daniel" sapa Adrian, ia langsung bisa mengenali Daniel karena sebelumnya ia sudah mendapatkan fotonya dari asisten Daniel, yaitu Omega.
"Dimana mobilku?" tanya Daniel.
"Mobil Anda ada di dalam Tuan, mari ikuti saya" jawab Adrian, lalu mengajak Daniel menuju ke tempat mobilnya berada.
Daniel hanya bisa tercengang ketika melihat mobil sport hitam yang berada didepan matanya, meskipun belum pernah melihat mobil sport sebelumnya, tapi menurutnya, mobil yang ada didepannya saat ini adalah mobil sport terbaik yang pernah ada, dan hanya ada dua kata yang bisa menggambarkan mobil sport tersebut, yaitu "luar biasa."
"Tuan, ini kunci dan surat-suratnya" ucap Adrian yang berhasil membangunkan Daniel dari lamunannya.