THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 8



Greb... suara jabatan tangan antara nando dan daniel


"Terimakasih untuk bantuanmu daniel" ucap Nando tersenyum sambil menjabat tangan Daniel


"maaf sepertinya bukan saya yang pantas menerima ucapan terimakasih harusnya ucapan itu lebih tepat diberikan kepada tuan ken" ucap Daniel seraya melepas jabatan tangan nando


"tuan ken ? siapa itu tuan ken?" tanya nando mengerutkan kening pada Daniel tapi langsung dipotong oleh Gadis


ssssttt..(suara gadis mengisyaratkan nando untuk diam)


"sudahlah nando, nanti akan gue ceritain siapa itu ken, sebaiknya sekarang biarkan Daniel pulang dulu, sepertinya ada pekerjaan yang harus dia kerjakan" kata gadis menghentikan ke kepo-an Nando lalu beralih menatap Daniel


"baiklah nona gadis saya pamit terlebih dahulu, jika ada perkembangan dari ibu anggita mohon segera infokan kepada saya" pinta nando kepada gadis


"baiklah daniel, terimakasih sudah berkunjung." jawab gadis dengan mengantar Daniel menuju pintu keluar


"sama-sama nona gadis..kalau begitu saya permisi" pamit Daniel dengan membungkukkan badan sopan


setelah mengantarkan Daniel, gadis kembali menuju ranjang ibunya dan berdiri di samping Nando


"bagaimana tante bisa seperti ini gadis? tanya nando dengan menatap ibu anggita


"ceritanya panjang nando, jadi waktu itu...." gadis menceritakan kronologi kejadian yang menimpa ibunya.


Gadis bercerita dengan tegar, Gadis sudah tidak ingin menangis lagi dihadapan orang lain.


Gadis merasa sudah banyak airmata yang dia tumpahkan untuk ibunya beberapa hari lalu.


Gadis memutuskan untuk lebih tegar dan kuat dalam menjalani semua ini.


Gadis ingin terus tersenyum dan kuat untuk ibunya agar ibunya bisa cepat sembuh dan terbangun dari tidur lelapnya.


Nando yang mendengar cerita Gadis mulai terenyuh dan ingin menitikan air mata. tapi Nando berusaha untuk tidak melakukan di depan kedua wanita disampingnya.


Nando ingin memberi kekuatan untuk gadis juga ibu anggita.


"maafin gue gadis..." ucap nando seraya menunduk


"kenapa loe minta maaf?" tanya gadis


"hey.. gue gapapa nando, lagian kan loe pergi juga karena pekerjaan loe, gue ngerti kok, dan ini sudah takdir., jadi loe jangan nyalahin diri loe sendiri. okeey..? gue gapapa kok beneran..." ucap gadis lirih menatap lekat iris mata nando


"baiklah gadis, yg terpenting loe yang sabar ya.. inget gue akan selalu berada disamping loe dan tante, loe gak sendirian ada gue yang akan selalu ada buat loe" tegas nando


"iya gue tau .. udahlah jangan dibahas .. mending loe doain ibu biar bisa cepat sadar dan bisa senyum liat loe lagi.." hibur gadis tersenyum dengan menyenggol bahu nando


"iyalah gue akan selalu doain tante biar bisa cepet sembuh dan bisa lihat kita nikah nanti" goda nando menatap gadis


"apaann sih loe.. emang ada yg mau nikah sama loe?" ejek gadis


"ya ada lah calon istri gue." tegas nando


"emang uda ada calonnya?" ejek gadis


"ya belum sih..." jawab nando tersenyum sambil menggaruk kepalanya


gadis pun tertawa mendengar ucapan nando


"tapi nando inget ibu gak punya waktu banyak buat bersama kita?" ucap gadis kembali melemah


"wooii... ya kan siapa tau, ibu sadar loe langsung dilamar terus dinikahin sama orang." goda nando


"asal ngomong bae loe,.. gue aja belum punya calon" jawab gadis


"lah itu tadi tuan ken, dewa penolong loe, dia masih muda kan?" goda nando


Gadis sudah menceritakan siapa itu ken saat tadi bercerita kronologi kejadian yang menimpa ibunya


"ya memang muda sih, ta..tapi mana mau ken sama gue?" jawa gadis yang mendadak gagap dan merona merah dipipinya


Nando yg melihat pipi Gadis memerah, dia pun semakin gencar menggoda gadis


"kalau ken gak mau sama loe.. yaudah loe sama gue.. loe mau kan sama gue?.." goda nando semakin mencari kesempatan dalam kesempitan


"emm.. gimana ya.. kalau udah mentok sii..iya gue mau ******* loe" ucap gadis