THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 7



Grep....(suara pelukan)


Gadis terdiam kaku dengan mata melotot menatap Daniel.


Daniel pun sama terdiam dan menatap lekat kearah gadis.


Gadis merasakan berat di belakang punggungnya dan merasakan tangan kekar melingkar di pinggangnya.


Gadis mematung merasakan pelukan dari belakang.


hingga terdengarlah suara si pemeluk


"Gadis, bagaimana keadaan mu aku khawatir" ucapnya lirih


Gadis yang mengenal suara itu seketika berbalik menatap ke sumber suara dan berjalan mundur memberi jarak


plaakk ... (suara tamparan)


"Nando apa yang loe lakuin!!" ucap Gadis geram dengan gerakan refleks menampar nando


"aduuh...sakitt.. loe tuh ya.. gue dateng jauh-jauh kesini bukannya loe sambut malah loe tampar.. sakit tau gak! " bentak nando menatap gadis dengan tangan mengelus pipi bekas tamparan.


"ya abisnya elo seenak jidat meluk-meluk orang.. loe pikir gue guling loe yg bisa loe peluk-peluk seenaknya" bentak gadis kesal menatap nando


nando yang menyadari gadis mulai marah, nando langsung meraih satu tangan gadis.


"Maaf gadis ..maafin nando ya ... nando reflek tadi" ucap nando memohon menatap mata gadis dengan tatapan memelas miliknya


"ya gue maafin!" ucap gadis sambil melepas pegangan tangan nando


"lagian tadi gue reflek meluk, karena gue liat loe di kaca pintu lagi marah sama seseorang makanya gue reflek meluk, gue takut loe ntar kebablasan jadi nerkam tu orang" jelas nando kepada gadis lalu setelahnya menatap daniel


"Nerkam..nerkam .. loe pikir gue singa..! " tegas gadis dengan memukul tangan nando


"Lah kan emang bener loe kalau marah bisa berubah jadi singa betina." goda nando


Daniel yang merasa kehadirannya tidak dianggap akhirnya ingin memutuskan untuk berpamitan.


Ddrrrt...ddrrrt.. drrrt


Terdengar bunyi panggilan masuk di HP Daniel.


Daniel pun mundur beberapa langkah menghindari gadis dan nando.


Daniel mengurungkan niatnya untuk berpamitan dan beralih mengangkat telponnya terlebih dahulu.


"*Halo tuan ken" jawab Daniel


"Niel apakah kamu dirumah sakit?" tanya ken


"bagaimana keadaan gadis?"tanya ken


"nona gadis baik-baik saja tuan" jelas Daniel


"lalu apa yang sedang gadis lakukan?"tanya ken


"nona gadis sedang mengobrol dengan tamunya tuan"jawab Daniel


"tamu??" tanya ken


"iya tuan seorang pemuda baru saja datang..."jelas daniel tapi langsung dipotong oleh ken


"pemuda?! siapa dia?! apa hubungannya dengan gadis?!" tanya ken tegas dengan suara meninggi


"ma..maaf tuan saya kurang tau hubungan nona dan pemuda tersebut tuan" ucap Daniel gugup takut salah bicara


"bukan urusanku juga dia mau sama siapa!" kata ken sok cuek, tapi disisi lain ken merasa ingin tau.


"iya tuan" ucap Daniel


"tapi bukannya kamu ada disana! kenapa kamu bisa tidak tau!"ucap ken marah


"ma..maaf tuan..saya akan segera mencari tau siapa pemuda itu."jawab Daniel mengerti apa yang harus dia lakukan


"segera cari tahu! segera infokan ke saya!" perintah ken tegas


"baik tuan"jawab daniel


tut.tut.tut*..


panggilan telah ditutup Daniel langsung menuju ke arah Gadis untuk berpamitan.


Daniel melihat Gadis masih mengobrol akrab dengan nando, bahkan sekarang mereka sudah ada di sisi ranjang ibu anggita.


Daniel menghampiri gadis dan nando


"nona gadis maaf saya mengganggu, saya mau berpamitan" ucap Daniel menatap gadis


"loh uda mau pulang.." ucap gadis beralih menatap daniel


"maaf ya daniel soal ucapanku yg tadi?" ucap lembut Gadis ke daniel


"iya nona, saya tidak masalah kok"jawab daniel


" terimakasih daniel..sekarang terserah kamu mau manggil aku apa.. aku sudah tidak peduli yang penting aku akan selalu menganggap kamu sebagai teman dan penyelamatku" ucap tulus gadis sembari tersenyum


Greb.... (suara ....