
Mereka berdua saat ini tengah berjalan berdua untuk kembali ke rumah sakit.
iya setelah adegan tawa yg dibuat dinda, mereka berdua memutuskan untuk berpamitan pulang.
Dan tau kah kalian.. adegan saat ini sukses membuat ken bingung dan merinding ..
Benar saja kali ini gadis berjalan dengan sangat manja pada ken.
Gadis bergelayutan di lengan ken, ya lebih tepatnya berjalan dengan memeluk erat lengan ken.
sikap itu yg buat ken bingung, merinding tapi juga senang karena gadis tidak pernah seperti ini seharusnya.
"apa ini efek dari ucapan ibu rahma tadi" batin ken menerka-nerka peeubahan sikap gadis
"ken dengarkan tadi ibu rahma bilang kalau kita jodoh dan dia mendoakan kita menikah.. wahh bahagianya dapat restu ibu rahma" ucap gadis yg terlihat sangat bahagia
"iya amin.." ucap ken yg masih bingung dengan perubahan sikap gadis
"ih kok kamu kayak gak iklas sih aminin nya" ucap marah gadis yg kali ini merajuk bak anak kecil dengan melipat kedua tangan didada.
"duh..marah lagi.. kenapa sikap gadis mudah berubah seperti suhu udara dibumi.. ya ..tiba-tiba bisa berubah panas atau dingin dan sekarang suhu tubuh gadis mulai memanas.." batin ken
"iya amin sayang.. maaf sayang..maafkan perkataanku tadi.." bujuk ken dengan memeluk gadis
"baiklah aku maafkan, karena aku masih ingin bersamamu" ucap gadis yg kali ini mudah sekali di bujuk
"yess.. suhu udara mulai mendingin" batin bahagia ken karena berhasil menurunkan suhu tubuh gadis😅
"ken I WANT YOU" ucap bisik gadis ke telinga ken
"hah! " ucap ken terkejut dengan mata membulat menatap tajam mata gadis mengamati sikap gadis saat ini yg sukses membuat ken kebingungan
Cup.. kecupan mendarat tepat di bibir ken sontak mata ken membulat lebar tersentak menerima serangan mendadak gadis
"sayang.." ucap gadis dengan menepuk pundak ken menyadarkan ken dari lamunan keterdiamannya
"ah iya.. ini benar kamu kan gadis??apa tadi kamu sempat jatuh lalu terbentur kepalamu? biar saya lihat apa ada yg sakit?" ucap khawatir ken dengan memeriksa tubuh gadis
"ken aku gapapa ken, beneran .. ini aku ken.. gadismu.. sayang.. ini aku" ucap gadis menenangkan ken yg terlihat sangat khawatir dengan keadaan gadis saat ini.
"sayang .. I LOVE YOU and I want you more than you think" ucap bahagia ken sembari kembali memeluk erat gadis.
Cup... berawal dari kecupan lembut lalu beralih dengan lumatan dibibir mereka berdua, hanya ada kata bahagia saat ini.
Lumatan semakin dalam dan semakin menghangatkan mampu membuat mereka berdua tak mengenal tempat dan keadaan saat ini.
"ken" gadis mendorong ken
ya akhirnya gadis sadar kalau ini masih dijalan. tapi untunglah jalanan yg mereka lewati masih lengang cuman tetap saja barusan ada yg lewat,itulah yg menyebabkan gadis mendorong ken.
"ken kita masih dijalan." ucap malu-malu gadis pada ken dengan wajahnya yg sudah memerah
"oh iya.. kenapa kau masih malu sayang setiap aku menciummu" goda ken yg sukses membuat pipi gadis makin merona merah
"hish.. stop jangan menggodaku ken...ayok kita kembali kerumah sakit.. kasihan ibu sendirian dan. aku juga sudah merindukan ibu" ajak gadis yg langsung menarik tangan ken tapi ken sama sekali tak mau beranjak dari tempatnya
"kenapa?"tanya bingung gadis menatap kearah ken
Ken hanya memberi isyarat dengan jari yg menyentuh bibirnya
"ck.. Cup..." kecupan gadis dibibir ken
Akhirnya mereka berjalan bergandengan lagi yg saat ini ken telah 100% bahagia dan menerima sifat manja gadis tidak sebingung dan seheran tadi. kali ini ken juga ikut merasa bahagia berjalan berdua dengan gadis.
Sampailah mereka di ruang rawat ibu anggita. Gadis yg melihat ibunya menyambut kedatangan dirinya, dia langsung memeluk ibunya serta meminta maaf padanya karena sikap marahnya tadi
"ibu maafkan gadis..." pinta gadis memuluk erat sang ibu
"iya sayang .. maafkan ibu juga.. ibu hanya ingin kamu bahagia sayang" ucap lembut ibu anggita
ken merasa sangat tersentuh melihat pelukan itu, sungguh ken merasa sangat beruntung memiliki gadis, sosok wanita yang cantik, baik, apalagi sangat menyayangi ibunya.
"ibu.. kebahagiaan gadis hanya ada saat melihat ibu bahagia.." ucap gadis
"iya sayang." ucap ibu anggita sembari menganggukkan kepalanya
"ibu...apa ibu akan bahagia jika gadis bersama nando? jika itu bisa buat ibu bahagia maka gadis bersedia bertunangan dengan nando" ucap gadis menatap lekat kearah ibu anggita
"hah!benarkah?" tanya ibu anggita yg terkejut mendengar ucapan gadis saat ini
"maaf saya harus pergi" pamit ken yg langsung keluar ruangan ibu anggita