THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 6



tok .. tok... tok.. (suara ketukan pintu)


Gadis yang mendengar suara ketukan pintu langsung berjalan kearah pintu untuk membukakan pintu.


ceklek.. (suara pintu dibuka)


"selamat pagi nona gadis.." sapa Daniel dengan membungkukkan badan sopan


"selamat pa..pagi Daniel.." sapa Gadis dengan canggung seraya membungkuk mengikuti apa yg Daniel lakukan


"Masuklah Daniel" pinta gadis dengan gerakan tangan mempersilahkan Daniel masuk


"Tidak nona gadis, silahkan nona gadis berjalan masuk terlebih dulu, saya akan mengikuti nona dari belakang" tolak Daniel sopan dengan membungkuk dan memberikan gerakan tangan mempersilahkan.


Gadis pun kaget dengan tingkah Daniel.


"apa-apaan sih daniel masuk aja mesti aku duluan" batin gadis


akhirnya gadis pun masuk dan menuruti apa kata daniel.


Gadis berjalan kearah sofa ruang tamu dengan diikuti Daniel dibelakangnya.


sesampainya di sofa, gadis mempersilahkan Daniel untuk duduk


"Duduklah Daniel" pinta gadis


"maaf nona gadis saya akan berdiri, silahkan nona saja yang duduk" ucap Daniel sopan dan membungkuk


Gadis yang tadinya akan duduk, seketika itu langsung berdiri.


karena tidak mungkin tuan rumah duduk nyaman sementara tamunya malah berdiri pikir Gadis.


"huftt.. baiklah ... aku juga akan berdiri.. jadi apa tujuanmu kesini daniel? tanya gadis dengan menatap daniel


"saya ingin menanyakan bagaimana keadaan ibu anggita dan nona gadis,, apa ibu anggita sudah sadar nona? tanya daniel


" emm.. belum daniel masih sama seperti kemarin, ibu belum mau bangun.." jawab gadis sendu sembari menoleh kearah sang ibu


"apakah nona membutuhkan hal lain lagi?" tanya Daniel mengalihkan pembicaraan


Gadis pun beralih menatap Daniel


"maaf nona kalau itu, saya hanya bisa mendoakan dan mendatangkan dokter yang bagus dan handal, agar bu anggita bisa segera sadar" ucap Daniel menguatkan hati Gadis


"terimakasih daniel atas semua yg sudah kamu dan ken lakukan.."ucap gadis tersenyum


"bolehkah aku bertanya satu hal daniel?" tanya gadis dengan menatap lekat wajah daniel


"boleh, silahkan nona gadis" jawab daniel


"kenapa kamu memanggilku nona? bisakah kamu hanya memanggilku gadis, aku merasa tidak nyaman dengan panggilan itu." pinta gadis


"maaf nona kalau untuk itu saya tidak bisa.. itu sudah tugas saya untuk memanggil anda nona" ucap daniel menjelaskan


"apa alasannya?"tegas gadis


"karena anda adalah seseorang yg telah menjinakan hati tuan saya"batin daniel


"maaf nona saya tidak bisa memberitahukan alasannya"jawab daniel sopan dengan menunduk


"tapi aku tidak nyaman dengan panggilan itu TUAN DANIEL" penekan kata dari Gadis


"jangan nona,jangan panggil saya tuan" ucap daniel dengan menggeleng kepala cepat dan menatap gadis mengisyaratkan sebuah penolakan dan permohonan


"tuh kamu aja gak suka kalau aku panggil Tuan, kenapa kamu terus-terusan panggil aku nona." ucap gadis dengan tatapan geram


"maaf nona saya belum bisa menjelaskan, tapi yg pasti karena nona dekat dengan tuan ken" ucap daniel lirih dan menunduk


perdebatan pun masih terus terjadi antara daniel dan Gadis malah semakin melebar ke berbagai perlakuan daniel terhadap gadis.


sebenarnya Gadis memang merasa kurang nyaman akan perlakuan Daniel, karena Daniel memperlakukan Gadis layaknya seorang tuan putri.


Bahkan itu terkesan sangat formal menurut Gadis.


Daniel selalu membungkuk jika menyapa dan berpamitan, selalu memanggil gadis dengan sebutan nona dan selalu berkata formal kepada gadis.


"bukankah itu memang perlakuan khusus layaknya seorang bawahan terhadap majikannya" pikir gadis


tiba-tiba


Grep....(suara pelukan)