
Kecanggungan yang memberi jarak.
itulah yg dilakukan mereka berdua sekarang, berjalan berdua ditepi pantai bukan adegan romantis yg terjadi malah kecanggungan yg begitu jelasnya.
setelah kejadian pagi tadi dimana gadis tersentak kaget karena tidur seranjang dengan ken apalagi dengan posisi berpelukan erat, langsung saja gadis mendorong Ken jatuh dari ranjang berefeklah pada hubungan mereka berdua saat ini.
Ken sudah tidak tahan lagi jika harus berdiam seperti ini apalagi berjalan berjauhan dengan gadis, segeralah ken menarik tangan gadis menggenggam tangannya dengan menatap lekat mata gadis.
"Gadis, maafkan aku.." ucap ken
"maaf.. maaf untuk apa ken?" tanya gadis bingung
"maaf.. maaf karena aku tidur memelukmu" ucap ken
Gadis bingung dengan pernyataan maaf dari ken, dia pun melepas ganggaman tangan mereka berdua.
"ken apa kau menyesal telah memelukku?" tanya gadis dengan mengepalkan tangannya
"tentu saja tidak! tapi kau ." ucap ken yg langsung dipotong oleh gadis
"lalu kenapa kau minta maaf.! jika kau minta maaf berarti kau menyesal lalu apa kau akan melakukan hal sama jika yg tidur bersamamu itu bukan aku?" tanya gadis marah karena kecewa dengan permintaan maaf ken
"tidak gadis!..aku hanya akan melakukannya denganmu." jawab ken dengan mengenggan tangan gadis
"lalu untuk apa kau minta maaf ken? sikapmu seperti ini sungguh membuatku kecewa." ucap gadis
"aku minta maaf karena kau marah dan menjaga jarak denganku saat ini dan sayang aku tak pernah menyesal bersamamu.." jawab ken mengenggam lembut tangan gadis
"ken aku bukan marah terhadapmu hanya aku marah terhadap diriku yg sudah mendorongmu pagi tadi dan aku bingung memikirkan cara meminta maaf kepadamu, dan maaf tanpa sadar aku malah terlihat menghindarimu." jelas gadis
mendengar jawaban gadis, ken langsung menarik gadis kedalam pelukannya. Ken memeluk gadis erat, seakan tidak ingin melepaskan gadis atah berjauhan dengannya. jarak yg tadi tercipta sudah membuat ken kewalahan dan ken ingin gadis untuk terus bersamanya ibarat kata jikalau sekarang ken bisa menikahi gadis maka ken akan langsung menikahi gadis detik ini juga.
"penyesalan?? apa ?" tanya gadis
"iya aku menyesal kenapa hanya memelukmu, seharusnya aku juga menciummu, dan lagi sayang, kamu tidak memberiku morning kiss" pinta ken dengan nada menggoda.
"Ken!!" teriak gadis sembari mencubit perut ken
"aduh!!..gadis aku minta dicium kenapa malah kamu cubit" ucap ken sambil mengelus perutnya bekas cubitan gadis
"tidak mau.. wek!😜" ejek gadis dengan berlari menjauhi ken
adegan kejar-kejaran pun terjadi,dengan ditambah adegan saling memercikkan air satu samalain seperti sedang shooting film romantis tapi sayang tidak ada backsound musik yg mengiringi berbagai adegan romantis merek, Karena ini novel bukan film.
banyak mata yg melihat ke arah mereka berdua,mungkin mereka merasa seperti sedang menyaksikan film romantis, mereka berdua tidak menyadari bahwa sebenarnya hari ini pengunjung pantai cukup ramai. Mungkin benar jika ada yg mengatakan Cinta itu Buta, Cinta itu serasa Dunia milik berdua dan Cinta itu bodoh dengan segala kekonyolannya.
Yg dirasakan mereka berdua saat ini adalah berharap agar waktu berhenti dan mereka ingin terus bisa bersama tanpa ada kata Dia dan Mereka tapi hanya ada kata Kita. Iya Kita yg akan terus saling menjaga.
tiba-tiba terdengar suara dering ponsel ken
ken bergegas mengangkat telepon tersebut.
"Halo.." sapa ken
"hah, ibu anggita...apa? benarkah?, baik aku akan segera kesana." jawab ken langsung menutup teleponnya
"ken ibu kenapa?! ken?! tanya gadis yg khawatir karena ken tadi telah menyebut nama ibunya di telpon
"gadis kita harus segera ke rumah sakit.." jawab ken menarik tangan gadis