
"tentu saja tidur di tempat tidur, apa kau ingin tidur bersamaku gadis?" goda ken
Gadis terdiam, tersentak kaget mendengar ucapan ken, dia memegang seatbelt begitu erat sembari mundur menjauhkan dirinya dari ken memberi isyarat penuh kewaspadaan.
melihat respon gadis, ken hanya tersenyum simpul dan kembali fokus untuk mengemudi. Begitulah cara ken agar membuat gadis diam karena jika gadis banyak bertanya, ken takut jika dia tidak bisa fokus mengemudi dan malah akan menyebabkan hal buruk terjadi.
Suasana di dalam begitu sunyi, sepi hanya terdengar suara mesin mobil yg tengah sibuk membelah jalan dengan begitu lihainya.
" gadis, lihatlah pemandangan di sampingmu." ucap ken seraya menunjuk arah samping gadis
Gadis yg semula terdiam mulai mengikuti arah tunjuk tangan ken.
"wowwww...indahnya" ucap gadis dengan untaian senyum lebar dibibir manisnya
"apakah kau suka?" tanya ken
gadis mengangguk cepat penuh antusias dengan mata berbinar-binar. "ken apa kita akan kesana?" tanya gadis menatap ken yg masih sibuk mengemudi
"tidak gadis ini sudah malam, kita akan ke penginapan dulu, baru besok pagi aku akan mengajakmu jalan - jalan" jelas ken
"KEN!!" Teriak gadis membentak dan menatap tajam ken
Ken refleks menginjak rem mobil saat gadis berteriak kepadanya,untung saja jalanan sepi sehingga tidak akan ada yg memarahi ken yang secara tiba-tiba berhenti mendadak.
"gadis maaf bukan maksudku akan melakukan hal yg tidak-tidak terhadapmu, aku menghormatimu gadis, aku tidak akan melakukan hal buruk kepadamu. kamu tenang saja, kita akan ke penginapan dan tidur di kamar masing- masing, aku hanya tidak ingin mengajakmu kesana sekarang, karena ini sudah malam dan angin malam itu tidak baik untuk kesehatanmu.." jelas ken dengan menatap lekat mata gadis
Gadis yg mendengar penjelasan ken akhirnya merasa lega karena ternyata ken menghormati dan menjaganya.
"emm.. tapi aku ingin kesana sebentar ken,lihat itu, pemandangannya begitu indah indah ken, sayang kalau kita lewatkan.. aku janji hanya sebentar" pinta gadis memohon yg akhirnya mendapat anggukan dari ken.
"Terimakasih ken karena kamu telah membawaku kesini.." ucap gadis tersenyum menatap mata ken
"ssssttt.. jangan berterimakasih gadis karena memang sudah tugasku untuk membahagiakanmu" ucap ken seraya menyentuh bibir gadis dengan jari telunjuknya mengisyaratkan gadis untuk tidak mengucapkan terimakasih.
Gadis terus menguntai senyum menatap ken, lalu beralih menatap ombak tenang pantai di depannya yang dapat menciptakan ketenangan bagi dirinya tanpa terasa dia mulai menutup mata menikmati kebahagiaan yg dimilikinya saat ini.
"Gadis apa kau tidak merasa dingin?" tanya ken
"tidak ken, aku malah merasa hangat karena ada kamu disampingku." jawab gadis dengan entengnya dengan senyum yg begitu menggairahkan untuk ken.
"sayang, sejak kapan kamu mulai pandai merayu..hm?" ucap ken seraya menangkup wajah gadis dengan kedua tangannya.
"sejak bersamamu.."goda gadis seraya ikut menangkup wajah ken
mereka berdua tertawa bersama. menikmati momen manis yg tercipta saat ini. Berharap agar waktu bisa berhenti sehingga kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir.
Kebahagiaan ken adalah melihat gadis tertawa bahagia, sedangkan bagi Gadis , Kebahagiaan Gadis adalah melihat ken selalu ada bersamanya.
Momen manis itu serasa makin manis karena ciuman ken yg begitu lembut dibibir gadis. membuat gadis memejamkan mata menikmati ciuman manis dari ken yg semakin lama semakin dalam dan semakin menuntut.
waktu sudah semakin malam memaksa ken untuk menyudahi segala momen romantis saat ini dan beralih membawa gadis ke sebuah resort yg tak jauh dari pantai tersebut.
Sesampainya di resort entah ini kebahagiaan atau keburukan bagi ken, karena ternyata resort miliknya ini, kamar sudah penuh oleh tamu dan hanya tinggal satu kamar saja itupun kamar pribadi miliknya tentu saja dengan type kamar president suite dan pastilah sangat besar dan luas.
Ken ragu menyampaikannya pada gadis, tapi apapun itu ken harus mengatakannya ken sudah siap jika ada penolakan dari gadis dan beralih ke resort lain. ken siap dengan segala konsekuensinya.
"Gadis maaf ternyata hanya tersisa satu kamar, apakah kamu mau? maafkan aku.. karena mengajakmu mendadak sehingga belum melakukan pemesanan kamar sebelumnya... atau jika tidak bagaimana kalau kita cari resort lain saja....ayok..." ucap ken dengan menarik tangan gadis