
"Gadis!!" seru ibu anggita saat tiba-tiba terbangun dari tidurnya
"tante.. tante kenapa?" tanya khawatir nando dan suster tia yg langsung mendatangi ibu anggita saat mendengar seruan ibu anggita
"hah..hah.." suara nafas ibu anggita yg terengah-engah
"ibu.. mimpi buruk soal gadis,nando.. ibu merasa khawatir sama gadis.. gadis baik-baik saja kan nando? " tanyanya pada nando dengan nada ketakutan
"ibu anggita tenanglah sebaiknya ibu minum dulu" tawar suster tia
ibu anggita pun meminum air yg ditawarkan suster tia
"tante.. tante tenang ya.. aku juga merasa khawatir sama gadis .. tapi aku yakin ..gadis pasti baik-baik saja.." ucap nando menenangkan ibu anggita
"tapi ibu.. Tuhan... kumohon.. jaga anakku gadis" mohon ibu anggita
"aamiin" ucap suster tia dan nando bebarengan
"tante.. tante sekarang istirahat dulu lagi ya.." bujuk nando
"nando.. tante.. tante boleh minta tolong ke nando?" tanya ibu anggita
"hah! tentu saja tante boleh.. tante mau minta tolong apa ke nando?" tanya nando
"bisa kamu menjemput gadis untuk pulang?" pinta ibu anggita
❤❤❤❤〰〰〰♥♥♥
"iya baiklah.. oke terimakasih.. sampai bertemu nanti" ucap nando di sambungan telepon
kecanggungan telah terjadi sedaritadi sejak gadis datang.
Gadis telah bertemu dengan orang tua ken dan tanggapan orang tua ken. 😏😏
"bagaimana daniel?" tanya gadis saat melihat daniel sudah memutus sambungan teleponnya
"iya bagaimana daniel?" tanya ibu Rena (nama ibu ken)
"katanya dia menemukan bukti lain dari menghilangnya tuan ken" jawab daniel
"syukurlah.." ucap ibu Reva dan gadis bebarengan
gadis yg sadar akan itu langsung tersenyum kaku kearah ibu Reva, sedangkan ibu Reva tentu saja ikut tersenyum.
"cepatlah bertemu dengannya daniel!" perintah tegas tuan Darwin ( ayah dari ken)
"baik.. saya akan segera menemuinya.." jawab daniel
"bisa saya ikut daniel?"tanya gadis menatap
kearah daniel
"Apa kau bisa membantu jika ikut?!" Tanya tuan Darwin
"sa.. saya akan berusaha membantunya om" jawab gugup gadis menatap tuan darwin tapi kemudian kembali menunduk
"om katamu! panggil aku tuan!" perintah tuan Darwin
"papa...jangan seperti itu,," ucap lembut ibu Reva yg membela gadis dan menenangkannya
"Ck!" suara decakkan tuan darwin
"saya bisa membantu daniel tuan" yakin gadis, menatap kearah tuan Darwin tanpa menunduk lagi
"gadis.. tante tidak mengijinkanmu!" larang ibu Reva
"tapi tan.. eh .. nyonya.. gadis juga ingin membantu mencari ken..gadis mohon tante" mohon gadis
"jangan panggil nyonya sayang.. panggil tante atau mama saja.."pinta ibu Reva
gadispun mengangguk
"tante khawatir denganmu nak.. tante takut terjadi apa-apa denganmu, kalau kamu mengikuti daniel" ucap khawatir ibu Reva
"tidak tante.. tidak akan.. gadis berjanji, gadis akan baik-baik saja.." ucap gadis meyakinkan ibu Reva
"apa kau yakin?" tanya ibu reva yg masih tampak ragu
"gadis yakin tante"jawab gadis kembali meyakinkan ibu Reva
"baiklah tante ijinkan.. ah salah mama ijinkan.. sepertinya mama merasa kamu akan menjadi menantu mama, jadi kamu boleh memanggilku mama..bagaimana?" tawar ibu reva tersenyum kearah gadis dan menyentuh tangan gadis
Deg (gadis terkejut mendengar ucapan ibu reva)
" menantu? hah! aku tidak akan merestuinya!" sela tuan darwin
"papa .. jangan begitu.." pinta ibu Reva
"tidak semudah itu untuk masuk ke keluarga Darwin.. kau tau itu?!" tegas tuan darwin
"papa.. stop!.. papa buat gadis ketakutan" jawab ibu anggita dengan memeluk bahu gadis
"kenapa kau terus membelanya!?" tanya tuan darwin
"ah.. maaf tuan- tante .. tolong jangan berdebat seperti ini.. gadis.. gadis akan segera pergi untuk ikut daniel" sela gadis dengan menatap kearah ibu Reva dan tuan Darwin bergantian
Gadis begitu ketakutan disana.
Nafasnya begitu memburu saat mendengar ucapan tegas dari tuan darwin.
Gadis tidak pernah mendengar kata tegas atau keras dari orang sekitarnya.
Baru pertama kali ini gadis merasakan ketakutan yg teramat besar. bahkan melihat wajahnya pun gadis seakan tidak berani
Gadis ingin segera keluar dari ruangan itu.
tapi mau bagaimana lagi kedua orang tua ken, malah berdebat karena dirinya.
memang sejak dariawal gadis datang sambutan yg terbaik adalah dari tante Reva
Dia begitu baik menyapa gadis, menanyakan nama dan siapa gadis ini, meski gadis hanya mengaku sebagai teman ken.
Sungguh tanggapan ibu Reva sangat dan begitu baik terhadapnya, sedangkan ayah ken hanya menatap gadis sekilas lalu memalingkan muka.
"memang gabungan dari sifat ken," batin gadis mengakuinya
"Daniel bagaimana kalau kita pergi sekarang?" pinta gadis menatap daniel mengisyaratkan untuk segera pergi
"hah! baiklah nona" jawab daniel
"tante.. tuan.. gadis pamit pergi sekarang ya.." pamit gadis kearah tuan dan nyonya darwin
"baik hati-hatilah nak.. daniel jaga gadis baik-baik" pinta ibu reva
"Daniel ingat! aku membayarmu untuk menjaga ken! kalau sampai terjadi sesuatu pada ken! awas kau nanti!" tegas Tuan darwin
"baik tuan .. saya permisi.." pamit daniel dengan menunduk hormat pada tuan dan nyonya darwin
Gadis yg melihat daniel pamit menunduk, dia pun mengikutinya, ikut pamit menunduk juga seperti apa yg dilakukan daniel.
mereka berdua berjalan pergi kearah pintu tapi tiba-tiba saat daniel meraih gagang pintu
CEKLEK (pintu terbuka)
Daniel kaget dia memundurkan tubuhnya, begitupun dengan gadis
orang tersebut langsung masuk diikuti dengan beberapa bodyguardnya.
Dia menyapa daniel dan gadis dengan tersenyum, lalu menyapa kedua orang tua ken.
menyapa Ramah memang,, tapi tersenyum penuh makna dan menakutkan.
tanggapan gadis dan daniel yg awal disapa dulu hanya bisa terdiam bingung mengamati tingkah lakunya.
sedangkan kedua orang tua ken. hanya menatapnya tegas saja.
"halo om darwin yg terhormat, sudah lama tidak bertemu.. ? 😏" sapanya dengan tersenyum sinis kearah tuan darwin
"dan halo juga tanteku yg teramat baik bahkan teramat sangat baik ini, apa tante merindukanku?" tanyanya kepada ibu Reva tapi sebelum ibu Reva menjawab dia langsung menyapa daniel
"Halo bodyguard bos yg terhormat bagaimana kabarmu, ah pasti tidak baik-baik saja ya? karena bosmu menghilang.. haha!😏" sapanya pada daniel dan mendapat tatapan tajam daniel
"eh ada gadis cantik disini rupanya.. siapa namamu.. boleh kita kenalan? ah jangan-jangan kamu tunangannya ken ya.. wah.. pintar juga ken mencari calon istri.. tapi sayang sebentar lagi kamu akan menjadi milikku juga.. ha! 😏" ucapnya dengan menatap gadis sembari tersenyum smirk yg membuat gadis begitu sebal dan marah ingin sekali menendang kepalanya.
sungguh senyumannya sangat terlihat tidak menyenangkan.
Dia pun beralih kembali menatap tuan darwin
"Apa om tersayangku masih ingat, apa yg di janjikan padaku? hem! Rei.. jika nanti ken tidak ada, maka kamu yg harus memimpin perusahaan om dan milik ken juga akan menjadi milikmu! 😏 bagaimana om ingat!" ucapnya kearah tuan darwin
"jangan-jangan.. kau yg menyerang ken?!" tanya tegas ibu Reva menatap tajam kearahnya
"hahahaha.. ." jawabnya yg hanya tertawa keras dan menggema di seisi ruangan
"kalau iya.. memang tante ada bukti?" tanyanya tersenyum sinis kearah ibu reva