THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 2



“Ttuutt..ttuuutt... halooo” Ucap si penerima telepon


“ Apa benar ini dengan anggota keluarga dari ibu anggita ?” tanya daniel


“iya benar saya anaknya,ada apa ya pak?” tanya si penerima telpon


“bisa segera ke rumah sakit****,ibu anda sedang dirawat dirumah sakit”ucap daniel


Seketika si penerima telpon langsung mematikan telpon dan berlari pergi dari taman kota menuju rumah sakit.ya si penerima telpon adalah gadis yang tadi sedang bahagia dan si korban adalah ibunya.


Ibu adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki sekarang. Ayahnya telah meninggal karena sakit 3 tahun yang lalu.


Dirumah sakit si gadis langsung bertanya kebagian informasi menanyakan dimana ibunya dirawat. Dia segera berlari ke UGD. dia melihat pintu UGD,dia ingin masuk tapi segera dihentikan dan ditarik oleh ken.


Ken yang melihat gadis ingin masuk ke ruang UGD dia langsung refleks memegang tangan si gadis memberi ketenangan untuk si gadis.


“apa yang terjadi pada ibu saya ?” tanyanya sambil menangis


“Ibu anda tadi mengalami kecelakaan dan ini masih di rawat oleh dokter”ucap ken memegang tangan sigadis.


Daniel yang berada disamping tuannya merasa bingung sejak kapan tuannya ini mau memegang orang lain karena yang daniel tau tuannya memiliki Mysophobia dan OCD (Obsessive compulsive disorder)penyakit dengan tingkat ketakutan akan kebersihan yang luar biasa. Jangankan memegang orang, memegang benda disekitarnya pun dia harus menggunakan sarung tangan.


"apa ini, kenapa tuan bisa memegang gadis tersebut tanpa alas apapun"batin daniel


Selang beberapa jam dokter keluar dengan menanyakan siapa anggota keluarga pasien. Ken dan si gadis pun mendekat ke dokter mendengarkan penjelasan dari Dokter. Dokter dengan hati-hati menjelaskan apa yang dialami ibu anggita


"beliau telah melalui masa kritisnya tapi untuk menyelamatkannya sangat sulit karena ternyata ada tumor otak stadium 3 yang bersarang dikepalanya. apalagi ditambah luka-luka patah tulang di tangan dan kakinya. Kemungkinan untuk hidup sangatlah sedikit tapi ibu anggita akan bisa siuman dalam beberapa hari. tapi kami bisa memastikan bahwa kesadaran bu anggita tidak akan berlangsung lama" ucap dokter menjelaskan.


"terimakasih penjelasannya dok" ucap ken


Bagai dihantam badai petir yg sangat dahsyat sigadis menangis, dia menangis sejadi-jadinya bahkan dia terduduk lemas di lantai rumah sakit. Dia sudah tidak sanggup berdiri, Dia menangis meronta-ronta memanggil nama ibunya.


"ibu ...jangan tinggalin aku bu.. ibuuuuu..." ucapnya menangis


Ken yang melihat itu hanya bisa memeluk dan menenangkannya. Ken terus mengelus punggung si gadis memberi ketenangan untuk sigadis yang sampai sekarang masih terus menangis di dadanya. Entahlah mungkin kemeja ken sekarang sudah basah,basah akan airmata tapi hanya itu yang bisa ken lakukan untuk sekarang.


"nanti aku sama siapa bu, kalau ibu pergi aku sama siapa..ibuu jangan pergi.. " ucapnya lirih disela-sela tangisanya


ken yang mendengar itu hanya bisa terus memeluk erat-erat si gadis. ken sungguh tidak sanggup mendengar si gadis menangis.


"Ken akan lakukan apapun yang ibu anggita inginkan jika nanti beliau siauman" batinnya berjanji pada dirinya.


Krieettt... (suara pintu terbuka)