
"ck! ini gimana sih! kenapa tunangannya malah dadakan gini.... ish! gak Bisa gini nih!.. Gue mesti Bertindak! sepertinya pukulan gue ke tuh anak kurang ngefek juga! aiiihh... si gadis juga! uda gue suruh bilang jujur, masih aja nerima tunangannya .. perlu gue kasih pelajaran juga tuh anak! sepertinya mesti gue sendiri yg ngomong jujur ke tante anggita! awas lo berdua! bakal abis sama gue!" geram nando sembari berjalan marah menuju ruang rawat ibu anggita
ya nando semalam baru mendapat kabar dari gadis, jika pertunangannya secara mendadak sudah ditentukan, dan itu hari ini.
mendengar kabar tersebut sungguh membuat Nando begitu geram dan marah sejak semalaman.
ya..Nando kecewa sama ken begitu juga dengan gadis.
Sudah jelas bahwa kemarin nando meminta ken dan gadis untuk jujur pada ibu anggita.
tapi apa! malah sekarang berujung pada TUNANGAN DADAKAN yang harus dia lakukan.
Emosi, Marah, Kecewa, Geram.. begitulah yg nando rasakan saat ini.
Nando berjalan dengan begitu tergesa-gesa bahkan sampai tidak perduli dengan orang- orang yg berpapasan dengannya.
Karena saat ini lebih penting menyelesaikan tujuan utamanya.
ya..Tujuan nando saat ini ialah membatalkan pertunangan.
"BRAKK!!" nando mendobrak pintu ruang rawat ibu anggita
"Stop! Gue Gak Terima!" Tegas Nando dihadapan semua orang disana
Gadis terbengong melihat nando begitupula tatapan seluruh manusia disana.
Semua tersentak kaget, bingung juga terheran dengan sikap yg nando lakukan saat ini
"Gadis!Loe ngapain pegang cincin!" bentak nando pada gadis
Gadis bingung, bahkan hanya bisa melotot melihat tingkah nando
"Buang cincinnya!" Ucap tegas nando pada gadis
"tante anggita, ada yang perlu nando jelasin sama tante." ujar nando menatap lekat ibu anggita
Gadis yang mulai tersadar akan sikap nando lamgsung menarik tangan nando, membuat nando berbalik menatap gadis
"Loe apa-apaan sih, kenapa loe dateng malah marah-marah? apa maksud loe nando?!" tanya tegas gadis
"Gue gak mau tunangan ini terjadi!" jelas nando
"Apa hakmu melarang pertunangan ini?" balik ken yg bertanya pada nando
"loe gila ya! tentu aja karena gue gak mau ngrebut gadis dari loe! ngerti!" jawab nando geram dengan menunjuk muka ken
Daniel yang merasa tuan nya telah diserang oleh nando, secara reflek dia ingin maju menarik tangan nando yg dengan lancangnya menunjuk wajah tuan mudanya menggunakan tangan kotornya itu.
"STOP! jangan mendekat daniel!" perintah tegas ken pada daniel
"sepertinya kamu salah paham nando" ujar ken menatap nando
"salah paham apanya! buktinya semua orang udah siap berkumpul buat jadi saksi disini! apalagi yg salah paham!" tegasnya sambil menunjuk beberapa orang yang ada disana
"Dan loe tia, ngapain loe disini, loe juga mau ikut jadi saksi buat pertunangan gue sama gadis?hah!" ucap nando dengan menatap tajam kearah suster tia
"hah?!" ekspresi bingung suster tia
"Loe tuh udah salah paham nando!" tegas gadis
"Salah paham gimana? udah jelas-jelas loe pegang cincin dan juga banyak saksi disini apamya yg membuat gue salah" ujar nando yg masih kekeh kalau yg dia katakan benar
"Ck! Gue gak tunangan sama loe!" Tegas gadis
"hah! terus loe mau tunangan sama siapa lagi?"tanya nando, tapi kemudian dia kembali berbicara ngasal " jangan bilang loe mau tunangan sama Daniel! Gila loe gila gadis!"
"Elo tuh yg gila!" tunjuk geram gadis
"gadis mau bertunangan sama GUE" Tegas ken dengan penuh penekanan kata "GUE"
Tentu saja kata "GUE" yg diucapkan ken, sangat terdengar aneh telinga gadis, karena menurut gadis, selama ken bersamanya bahkan sampai saat ini, ken selalu terdengar sopan, tapi kali ini ken begitu tegas sampai melupakan lafal ke- formalan.nya.
"hah! Jadi.. Elo..Loe berdua.." shock nando sampai berkata terbata-bata sembari menatap ke arah ken dan gadis secara bergantian
"iya nando kamu salah paham.. yg sebenarnya bertunangan itu Ken sama gadis" jelas lembut ibu anggita
"kenapa? kamu gak setuju kalau mereka bertunangan?" tanya ibu anggita
"hah! tentu saja tidak!" ucap nando yg sengaja memotong ucapannya
"maksud loe?!" tanya bingung gadis tapi ada rasa ingin menggampar muka nando
"tentu saja gue tidak..tidak akan melarang kalian berdua buat tunangan.. Gue Restui kalian berdua" ucap enteng nando
(Bugk!) pukulan reflek gadis pada lengan nando
"Pergi loe! ganggu acara tunangan gue aja!" usir gadis pada nando
"dih.. elo tuh udah gue kasih restu malah ngusir" ucap nando sembari ngeloyor pergi, lalu berdiri disamping tia
"Gue gak butuh restu loe!" Tolak tegas gadis pada nando
"dih! udah cepet lanjutin acaranya.. gue udah siap jadi pemandu sorak nih!" jawab nando
"Diem loe! gak usah berisik!" perintah tegas gadis
"iya-iya ..udah buruan ciuman" goda nando
"ck! DIEM NANDO!" ucap tajam gadis pada nando
"iya-iya galak bener yg mau tunangan, abis makan linggis ya loe, tajem bener tu mulut.. hahaha ππ.. bercanda gadis..piss.. salam dua jari π" ujar nando selengek'an ..
"Ck! serah loe!" jawab cuek gadis
"gadis.." panggil ken
"iya ken.. emm.. jangan maafin nando ya .. maafin sikapku aja yg kasar tadi.. harusnya.. harusnya aku..emm" ucap gugup gadis karena malu udah liatin sifat kasarnya di depan ken ..
ya meskipun, ditujukannya buat nando, tapi gadis tetap merasa gugup dan malu pada ken.
"gapapa sayang.. aku malah seneng bisa liat sifat aslimu tadi.. " ucap senyum ken sembari mengangkat tangan kiri gadis
gadis dibuat gugup oleh sifat lembut dan manis ken saat ini..
Ken baru saja memasang cincin ke jari manis lalu mencium punggung tangan gadis lagi
(Blush) memerahlah muka gadis saat ini
setelah ken, sekarang giliran gadis yang harus memasangkan cincin ke jari manis ken.
Guguplah yg dirasakan gadis, bahkan sampai ada rasa ragu saat dia akan memegang tangan ken, tapi ken dengan segera langsung memberikan tangan kirinya pada gadis.
"ah.." ucap malu gadis yg tak sengaja menjatuhkam cincinnya, lalu ken pun mengambilnya
"dih! kok loe jatuhin sih! kalo loe gak mau masangin ke ken, bilang dong.. sini pasangin ke gue aja π" goda nando
"Diem!" Tatap tajam gadis pada nando
"ini cincinnya.. (menyerahkan ke gadis) .. jangan gugup sayang.." ucap ken menenangkan gadis
"ma.. maaf ken" jawab gadis gugup
akhirnya gadis pun berhasil memasangkan cincin ke jari ken dan mendapat sambutan tepuk tangan yg tidak begitu meriah dari para saksi yg datang.. ya karena ini dirumah sakit tentu saja gak boleh terlalu berisik..
sekarang sih inget kalo gak boleh berisik tapi tadi pas nando dateng marah-marah jadi lupa..
"ciuman..ciuman..ciuman" sorak- sorai nando yg mendapatkan tatapan tajam gadis lagi.
"ck! jangan natap gue.. liat ken aja noh!" perintah nando
gadis pun berbalik dan (Cup) ken mencium kening gadis
"lah kok kening .. lainnya dong" perintah tia
"iishh..hmmm..." gumam gadis malu
(Cup)
ken mencium bibir gadis.. awalnya gadis kaget tapi setelahnya secara otomatis mata gadis terpejam dan menikmati ciuman ken.
Mendapati bibir gadis terbuka, ken pun dengan lihainya melumat bibir gadis, memperdalam ciumannya, semakin dalam semakin menikmati bibir manis dan lembut gadis.
-TAMAT-
\(buat yg bingung siapa itu tia, bisa dibaca ulang lagi nih di part 14 dan juga part 18 dimana ada seseorang yg berkata bak mario teguh .. dan juga .. jangan lupa di Like ya, karena like & Vote itu gratisπbagi yg belum like sih.. buat yg sudah, author mengucapkan terimakasih buat dukungan kalian semua.. meskipun maaf kalau ceritanya bikin kalian bosen dan jadi menurun jumlah like'nya ππ.. tapi.. tetap author berterimakasih sebanyak\-banyaknya..
Terimakasih...
"Salam.. cendol dawet seger.." ππ