THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 14



"oops maaf saya mengganggu..."ucap orang tersebut seraya membalikkan badan


Mendengar suara itu, ken dan gadis menghentikan ciuman mereka


"suster" sapa ken


"maaf apa kalian sudah selesai ?" tanya suster tia yang masih membelakangi mereka berdua


"su..sudah suster" jawab gadis salah tingkah


suster tia tersenyum memutar badan menatap mereka berdua lalu berjalan kearah ranjang ibu anggita


Gadis memghampiri suster tia dan meninggalkan ken sendiri di sofa


"suster, bagaimana keadaan ibu saya ?" tanya gadis


"nona gadis, sementara ini ibu anda masih stabil tapi lebih baik anda bertanya pada dokter andre saja mengenai keadaan ibu anda." ucap suster tia tersenyum dengan memeriksa selang infus ibu anggita.


"baiklah suster tia" ucap gadis


"nona gadis sebentar lagi dokter andre akan datang untuk memeriksa ibu anda." jelas suster tia


"baiklah suster tia" ucap gadis


"kalau begitu saya akan keluar dan mengecek pasien lain,silahkan nona gadis lanjutkan kegiatan tadi"goda suster tia sambil tersenyum


"suster tiaa" ucap gadis dengan wajah merah malu


Gadis mengantar suster tia keluar dari ruang rawat. saat sampai di pintu keluar suster tia membisikkan sesuatu ke gadis


"nona gadis kekasihmu tampan"bisik suster tia ke telinga gadis lalu tersenyum menatap wajah gadis


"suster tia!" bentak gadis pelan dengan mencubit lengan suster tia


Gadis memang sudah akrab dengan setiap suster di rumah sakit, apalagi dengan suster tia mereka sudah terlihat sangat akrab bahkan sudah seperti saudara.


Gadis beralih menatap ken dan berjalan mendekatinya.


"apa yang kamu bicarakan dengan suster? tanya ken sambil meminta gadis untuk duduk di sampingnya


"soal keadaan ibu kok" jawab gadis sembari duduk di samping ken


"benarkah? tapi kenapa aku melihat kamu membentak suster didepan pintu tadi?" selidik ken


"aa..aahh .. apa sih ken tadi aku tidak membentaknya hanya.."jawab gadis terputus


"hanya apa ?" tanya ken


"hanya suster tia bilang kalau kamu tampan" jawab gadis


gadis tersentak kaget mendapat pertanyaan ken


"gak mungkin ken, kalau ada yang blg kamu jelek,kamu itu 1000x tampan bahkan sangat tampan jika ditambah senyummu" batin gadis


"ya" jawab gadis singkat lalu menunduk dengan wajah memerah


"ya apa gadis?" tanya ken dengan menarik dagu gadis lalu menempelkan keningnya ke kening gadis


Gadis merasa seperti tersengat listrik saat wajah mereka saling berdekatan.


Gadis kesulitan bernafas bahkan sulit menelan ludahnya saat merasakan hembusan nafas ken yg mengarah tepat di hidungnya


"i..iya kamu tampan" ucap gadis gugup


mendengar ucapan gadis ken langsung mencium gadis lagi,tapi kali ini gadis menolak, gadis mendorong dada ken.


"gadis, kenapa mendorongku?" tanya ken menjauhkan tubuhnya dari gadis


"maaf ken aku..aku hanya tidak ingin jika nanti ada dokter yang masuk lalu melihat kita berciuman" jawab gadis gugup dengan mata memelas menatap ken


"emm.. apa kamu tidak ingin orang lain tau akan hubungan kita?" tanya ken menatap lekat mata gadis


"bukan seperti itu ken .. aku hanya malu kalau ada yg lihat." jawab gadis menunduk menyembunyikan wajah merahnya


"gadiskuu kenapa wajahmu mudah sekali memerah.." ucap ken gemas dengan mencubit pipi gadis


"kenn lepaskan sakit" pinta gadis memelas meminta ken melepaskan cubitannya.


"maaf gadis.." ucap ken khawatir sambil mengelus pipi gadis bekas cubitan tadi lalu memcium kilat


"hahaha.. tidak sakit kok ken aku hanya bercanda" jawab gadis tertawa melihat ken khawatir


cup.. (ken mencium kilat bibir gadis)


"itu balasan karena kamu membohongiku" ucap ken


"emmmm.. hukuman yg manis"gumam gadis


"kamu bilang apa gadis?" tanya ken yg mendengar gadis menggumam


"bukan.. bukan apa-apa" ucap gadis sambil menggelengkan kepala cepat


"oh ya ken, aku ingin bertanya, kenapa kamu bisa jatuh cinta kepadaku?" tanya gadis penasaran


"kenapa ya? emm.. let me think..." ucap ken memikirkan alasannya