THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 15



"karena tidak ada alasan untuk setiap kata cinta gadisku" jawab ken dengan menatap mata gadis.


Gadis merasa melayang karena jawaban ken, memang itu jawaban yang gadis harapkan.


"benar ken, karena cinta itu sejatinya untuk diungkapkan dan dirasakan bukan untuk dipertanyakan" ungkapan hati gadis


"emmm... kenapa kamu pintar sekali berkata manis ken, apa kamu ini keturunan lebah?" goda gadis menatap ken dengan tersenyum


ken pun tertawa mendengar ucapan gadis


"tentu saja bukan,aku benar-benar manusia, mungkin mulutku manis karena ciumanmu"goda ken yang membuat wajah gadis memerah


("iuuuhh aku jijik dengarnya bang ken" kata author yg ngetik sambil ngerasa jijik )


"berhenti menggodaku ken, kau membuatku makin malu, tuh nona viazz selaku author sampe jijik dengerinnya" ucap gadis


"biarin aja mungkin dia iri melihat kita bersama, lagian dia yg ngetik kenapa malah dia yg jijik..aneh.." kata ken nyalahin author


*(woii ken.. stop ngebully gue, gue bikin gadis ngebenci loe mampus dah loe ntar"author kesel sama ken ..hhehehe sekedar intermezzo aja ya guys😂😁😆)


tok..tok..tok (suara ketukan pintu)


Gadis beranjak pergi membukakan pintu.


Dokter andre yg ternyata datang bersama suster nia untuk memeriksa ibu anggita.


Dokter andre dan suster nia menyapa ken lalu berjalan menuju ranjang ibu anggita untuk memeriksa keadaannya.


Gadis dan ken berdiri di belakang dokter andre memberikan tempat untuk dokter andre agar lebih leluasa melakukan check up rutin ibu anggita.


Dokter andre telah selesei memeriksa ibu anggita.


Gadis juga sudah menanyakan perkembangan ibunya dan ternyata masih sama, dokter belum bisa memastikan kapan ibunya bisa segera sadar.


Ken memegang tangan gadis memberikan ketenangan untuk gadis karena sejak dokter andre memberi informasi kepadanya mengenai ibu amggita, gadis hanya terdiam menatap sendu ibunya


"tenanglah gadis aku ada bersamamu" kata ken menenangkan gadis dengan memeluknya


"iya ken, berjanjilah untuk terus bersamaku." pinta gadis


"aku berjanji akan selalu bersamamu dan menjagamu" janji ken kepada gadis dengan memeluknya erat


gadis mengangguk lalu menempelkan wajahnya di dada bidang ken menghirup aroma tubuh ken yg dapat memberikan ketenangan untuknya merasakan kelegaaan dihatinya karena ken telah berjanji untuk terus bersamanya.


"aku tidak lapar" jawab gadis lirih


ken melepas pelukannya lalu memegang kedua bahu gadis


"aku tidak ingin kamu sakit, kamu harus makan sayang" bujuk ken


Gadis terdiam merasakan jantungnya berdetak meningkat lebih cepat karena mendengar ken memanggilnya sayang.


"sayang harus makan ya" bujuk ken lagi dengan mengerakkan bahu gadis


Gadis yang tersadar dari lamunannya langsung mengangguk.


"apakah aku juga harus memanggilmu sayang?" batin gadis


ken menarik tangan gadis mengarahkan agar duduk di sofa


ken menghubungi restoran langganannya memerintah agar mengantar makanan kerumah sakit segera .


"ken.." panggil gadis yang melihat ken telah selesai menelpon


"iya ada apa sayang?"tanya ken sembari duduk di sampin gadis


"maafkan aku.." ucap gadis


"maaf? maaf untuk apa ?" tanya ken bingung dengan mengerutkan keningnya


"maaf karena aku belum siap untuk memanggilmu selain namamu." jawab gadis menunduk


"sayang, kenapa kamu memikirkan hal seperti itu.. aku tidak peduli kamu mau memanggilku apa, panggilah aku senyamannya dirimu, dan aku juga akan memanggilmu senyamannya diriku..." jelas ken dengan mengangkat dagu gadis dan membuat mereka berdua saling bertatapan


"baiklah" ucap gadis dengan menatap lekat mata ken


"apakah kamu keberatan jika aku memanggilmu sayang?" tanya ken


"tentu saja tidak" kata gadis


cup ,, ken mencium kilat bibir gadis


"ken bolehkah aku bertanya?" tanya gadis


"bertanyalah sayang tanpa harus meminta persetujuanku..." jawab ken