THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 25



pagi ini cuaca sungguh tidak bersahabat, awan mendung datang, menggelapkan setiap sudut jalanan rumah sakit.


Begitu pula hati dan perasaan gadis saat ini, mungkin alam sedang peka terhadap gadis, sehingga ikut bimbang akan cuacanya saat ini antara akan turun badai hujan atau hanya awan mendung. sama seperti gadis yg harus memilih antara ken atau ibunya.


Gadis begitu galau saat ini, sudah dibuat menyerah akan cintanya , ditambah lagi menghadapi ibunya yg bersikeras tidak ingin melakukan tindakan operasi ataupun pengobatan penyembuhan lainnya..


Sungguh... Kapal Gadis Oleng kawan..


iya kapal gadis mulai terombang-ambing hari ini.. kisah cinta dan hidupnya yang tidak akan berujung semanis coklat atau jeli manis yg sangat menggiurkan. apakah dirinya harus berakhir tragis? entahlah hanya penulis yg tau..😊


saat malam kemarin sebelum nando pulang, dia hanya mengatakan "ikuti kata hatimu gadis"


Gadis berusaha agar berhenti sejenak untuk memikirkannya dan hanya fokus membujuk ibunya agar sembuh dan mau melakukan operasi, tapi bagaimana jika kata menyerah telah keluar dari mulut sang pejuang kesembuhan.. ya.. dan itu adalah ibunya sendiri.


"ibu kumohon.. mau ya dioperasi.. apa ibu tidak ingin melihat gadis lagi? apa ibu tidak ingin menemani gadis lagi.?..apa ibu ingin meninggalkan gadis sendiri disini? hemm.. kumohon bu.. mau ya... " bujuk gadis memohon memelas kepada ibunya


ibu anggita begitu bersikeras tidak ingin melakukannya dan bahkan dengan jelas sekali memalingkan muka tanda penolakan tegas untuk gadis


Gadis hanya bisa mengacak rambutnya frustasi lalu menjauh dari ranjang sang ibu.


tok..tok..tok. (suara ketukan pintu)


Gadis pun segera membukakan pintu dan ternyata ken datang berkunjung dengan membawa beraneka tentengan paper bag di tangannya.


Gadis mempersilahkan ken untuk masuk. Ken pun masuk lalu menaruh seluruh paper bagnya di meja kemudian berjalan mendekat kearah ranjang ibu anggita dengan diikuti oleh gadis dibelakangnya.


"ibu anggita, bagaimana keadaan ibu saat ini,?" tanya ken


"saya baik-baik saja nak ken."jawab ibu anggita


"benarkah?tapi yg saya lihat sepertinya ibu sedang marah saat ini..benar bukan?" tebak ken


"emm.. bagaimana nak ken bisa tau.. ahh .. pasti terlihat jelas di wajahku ya... iya nak ken benar, saya sedang marah dengan gadis saat ini.." jawab bu anggita


"emm.. kalau boleh tau.. kenapa ?" tanya ken


"gadis memaksa saya agar mau operasi, padahal saya sudah bilang daritadi kalau saya menolak" jawab ibu anggita


"ibu tapi ini demi kebaikan ibu.." ucap gadis yg tiba-tiba menyela ucapan ibunya


mendengar gadis yg sudah akan tersulut emosi, ken langsung mengenggam tangan gadis agar gadis bisa tenang dan sabar menghadapi ibunya.


"karena.. karena percuma nak ken.. saya tau jika kesuksesan dari operasi itu sangatlah kecil dan penyakit saya sudah tidak bisa disembuhkan lagi.. jadi percuma saja mengeluarkan untuk sesuatu yg tidak berguna" jelas bu anggita putus asa akan hidupnya


"tapi apakah anda tau meski kecil kesuksesan operasi tersebut paling tidak itu ada kata sukses didalamnya daripada kata gagal dan tidak ada kesuksesan sama sekali.." jawab ken


" tapi nak ken .. ibu sudah menyerah dan dapat uang darimana untuk melakukan operasi itu... ibu tidak tega jika harus membuat gadis banting tulang untuk mendapatkan biaya sebesar itu.. lebih baik uangnya untuk kehidupan gadis saja jangan untuk ibu yg hidupnya sudah tidak ada harapan ini.." jawab ibu anggita dengan lelehan airmata serta isakan tangis yg sungguh menyayat hati setiap orang yg mendengarnya


"ibu anggita.. jika anda mempermasalahkan biaya .. biar saya yg membayar seluruh biaya tersebut yg terpenting saat ini adalah ibu harus sembuh...meski ibu memyerah paling tidak ini demi gadis, demi kebahagiaan gadis,, tentu ibu ingin gadis bahagia bukan?" tanya ken


"iya ibu ingin gadis bahagia tapi nak ken, ibu tidak mau merepotkanmu, ibu tidak ingin menjadi beban untukmu dan gadis. " jawab ibu anggita


"ibu bukan beban, ibu adalah sumber kebahagiaan, anggap aku sebagai keluargamu ibu anggita, bukankah sebagai keluarga kita harus tolong menolong?" tanya ken


"iya .. tapi ibu sudah banyak menyusahkanmu.." jawab ibu anggita


"tidak anda tidak menyusahkan.. kumohon lakukan operasi ini demi kami berdua.." pinta ken .


sejenak ibu anggita terdiam menatap gadis lalu beralih menatap ken


"baiklah.. ibu mau operasi, asalkan gadis mau menikah dengan nando" tegas bu anggita


"apa!?kenapa nando!?" batin ken tersentak kaget


ken tersentak pandangan ken tiba-tiba kosong.. seolah shock akan jawaban yg ibu anggita ucapkan..


"ibu, gadis tidak mau!"bentak gadis menolak tegas keinginan ibunya


Gadispun menangis, berlari keluar meninggalkan ruang rawat ibunya, ken yg awalnya terdiam akhirnya tersadar jika gadis keluar dan ditambah lagi gadis menangis saat ini.


Ken pun meminta ibu anggita untuk istirahat dan ken juga berpamitan untuk mengejar gadis juga meminta ibu anggita agar tidak terlalu berpikir khawatir akan gadis.


ken bergegas lari keluar mencari keberadaan gadis. Ken terus lari menyusuri setiap sudut rumah sakit pandangannya mengedar ke segela arah mencari sosok gadis yg sangat dia sayangi.


Akhirnya ken menemukan gadis, Ken melihat gadis duduk dibangku taman dengan menunduk menangis terisak, sungguh ken tidak sanggup melihat gadisnya menangis lagi.


Ken berjalan menghampiri gadis. ken langsung memeluk erat gadis.. menenangkan gadis sembari mengelus punggung gadis.


"Sayang tenangkan dirimu... aku akan selalu bersamamu.." ucap ken yg mencium kening gadis lalu kembali memeluk erat tubuh gadis