THAT I WANT YOU

THAT I WANT YOU
I WANT YOU PART 26



"Sayang tenangkan dirimu... aku akan selalu bersamamu.." ucap ken yg mencium kening gadis lalu kembali memeluk erat tubuh gadis


ternyata ucapan ken mampu menghipnotis gadis,, ya.. keadaan gadis sekarang jadi lebih tenang berkat segala petuah dan ceramah 7 menit ken.


(iya cuman 7 menit aja soalnya kalau kelamaan takut gadis malah tidurπŸ˜‚πŸ˜… karena ken ingin menenangkan bukan menina-bobokan... πŸ˜‚πŸ˜‚)


Gadis mulai berusaha memahami ibunya, dia mulai menerima segala sikap ibunya saat ini.


Benar kata ken, karena rasa sakit mampu mengubah seseorang yg sehat supaya bisa lebih mengerti dan menerima segala perilaku baik itu yg mudah maupun sulit sekalipun.


dan inilah yg dialami gadis saat ini mulai memahami dan menerima segala ucapan ibunya karena segalanya demi kesembuhan sang ibu tercinta.


Gadis terus merawat sang ibu meskipun selama itu pula selalu ada pembahasan pertunangannya dengan nando dan gadis hanya bisa mengangguk sembari berusaha mengalihkan topik pembicaraan ibunya.


Kemarin setelah ken membujuk dan mengantar gadis untuk kembali ke ruang rawat ibu anggita, ken langsung berpamitan pulang.


dan Siang ini ken telah datang kembali dengan berbagai barang bawaan yg penuh ditangannya.


menyambut kedatangan ken sungguh terlihat jelas raut bahagia di wajah gadis, gadis merasa sangat bahagia dan terus tersenyum melihat ken disampingnya dan mememaninya merawat ibu anggita.


Gadis berharap dengan kedatangan ken saat ini, mampu membuat ken dekat dengan ibu anggita dan bisa merestui hubungannya dengan ken sehingga tidak perlu ada pertunangannya dengan nando, begitulah harapan gadis.


"ibu,, sebenarnya gadis sangat mencintai ken bukan nando bu... gadis mohon mengertilah..."batin gadis berusaha mengirim sinyal telepati dengan ibunya.


"ibu anggita,, apa ibu baik-baik saja sekarang?" tanya ken menatap ibu anggita dengan berdiri disamping ranjang ibu anggita


"iya nak ken, ibu sudah merasa lebih baik saat ini... hanya saja kepalanya masih terasa pusing..." jawab ibu anggita sembari memijat pelan kepalanya


"apakah ibu perlu saya panggilkan dokter?" tanya ken khawatir


"ibu tidak mau ken, tadi aku udah membujuknya.." jawab gadis


"tidak perlu nak ken,, ibu sudah tidak apa-apa kok.." jelas ibu anggita sembari tersenyum


"baiklah jika ibu tidak apa-apa..saya punya kabar baik untuk ibu anggita,, jadi saya sudah mendapatkan dokter yg bagus untuk mengoperasi ibu dan kata dokter 4 hari lagi ibu bisa langsung dioperasi." jelas ken antusias


Gadis begitu bahagia mendengar kabar baik dari ken, gadis sangat ingin supaya ibunya bisa cepat sembuh dan menemaninya seperti dulu lagi.


"gadis berarti 4 hari kedepan kamu harus segera melangsungkan pertunangan dengan nando" ucap ibu anggita sembari menatap wajah gadis yg terlihat tersentak kaget dengan apa yg barusan ibunya bicarakan.


Ken juga tersentak kaget tapi dia berusaha untuk tetap bersikap tenang.


"ibu ... mana bisa secepat itu!" tolak gadis dengan nada sedikit marah


"bisalah kan bisa minta tolong nak ken,, bisakan nak ken?" pinta ibu anggita dengan menatap lekat kearah ken


"ibu tapi gadis tidak mau!" ucap gadis yg saat ini sudah tersulut emosinya


"gadis ingat... ibu mau operasi asal kamu bertunangan dengan nando,,," ucap tegas ibu anggita


"tapi bu.. gadis dengan ken sebenarnya.." ucap gadis terpotong oleh tarikan tangan serta gelengan kepala ken yg mengisyaratkan gadis agar tidak membicarakan hubungan mereka saat ini.


Sungguh gadis dibuat bingung dengan sikap ken saat ini.. kenapa ken menghalanginya menjelaskan hubungan mereka kepada ibu dan lagi ucapan ken saat ini,sangat 100% mampu membuat gadis marah dan pergi meninggalkan ken.


"gadis kumohon menurutlah pada ibumu" ucap ken yg langsung mendapat penolakan dari gadis dengan pergi berlari keluar meninggalkan ken dan ibu anggita.


Ken mencoba mengejar gadis tapi gadis meminta ken agar menjauh pada dirinya untuk saat ini.


Gadis berlari entah kemana dia hanya ingin menenangkan pikirannya dengan air mata yg terus mengalir tanpa mau berhenti bahkan gadis terus mengusap kasar matanya mencoba menyembunyikan kesedihannya didepan semua orang yg berpapasan dengannya.


tapi sayang sungguh sangat terlihat jelas jika itu tak mampu disembunyikannya.


Gadis telah berlari begitu jauh bahkan sekarang dia mulai tidak menyadari dimana tempatnya berdiri sekarang.. ya gadis tidak tau ini dimana..


gadis mulai mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya hingga tanpa sengaja dia melihat sosok orang yg sangat dia kenal.


"Nandoo!!" panggil gadis yg melihat nando tepat diseberang jalan tempatnya berdiri. tapi nando sama sekali tidak mendengar panggilan gadis saat ini..


"Nando..... eh.. tapi dengan siapa nando bicara?" gumam gadis dengan penuh pertanyaan sembari menatap lekat kearah nando