
Krieettt... (suara pintu terbuka)
ruang UGD telah terbuka menampakkan ibu anggita yang masih terbaring diranjang dengan mata terpejam beliau keluar dari ruang UGD menuju ruang rawat di dorong oleh suster.
Ken membantu memapah si gadis yang sedari tadi masih menangis untuk berjalan mendekat ibunya menemani menuju ruang perawatan .
Daniel yang sedari tadi berdiri dan hanya bisa melihat berbagai kejadian tersebut juga mulai mengikuti menuju ruang perawatan.
Sesampainya diruang rawat si gadis mendekat di sisi ranjang sang ibu. si gadis menciumi punggung tangan ibunya. Memandang mata sang ibu berharap agar ibunya bisa cepat membuka matanya.
Ken menarik keluar Daniel memberi perintah agar Daniel bisa menyelesaikan segala urusan administrasi rumah sakit dan kantor, karena untuk sementara ken akan berada di rumah sakit menemani gadis.
Daniel pun langsung pergi meninggalkan tuannya ken. daniel memang harus segera menjalankan apa yang diperintahkan jika tidak daniel akan kena amukan ken yg luar biasa hebatnya.
Di dalam ruang rawat Ken terus memandangi wajah gadis tersebut,entah apa yang ken rasakan,ken merasa ada perasaan lain di dirinya ken merasa ingin terus disampingnya,menjaganya,dan melindunginya.
"apakah ini perasaan kasihan atau ada perasaan lainkah?"batin ken pada dirinya
ken pun menghampiri gadis tersebut
"bisakah kita bicara berdua?"tanya ken memandang gadis tersebut
si gadis pun mengangguk,berjalan mengikuti langkah kaki ken menuju ke sofa. mereka berdua duduk berhadapan saling memandang satu sama lain.
"bolehkah saya tau siapa nama anda ?" tanya ken
"nama saya gadisya clarana putri,anda bisa memanggil saya gadis, siapa nama anda?"jawabnya mengulurkan tangan ke ken
"nama saya Ken,"jawab ken dengan menyambut uluran tangan gadis
"gadis,apakah kamu membutuhkan sesuatu?"tanya ken
"tidak ken,saya tidak butuh apa-apa lagi,saya sudah terimakasih sama semua bantuanmu, saya malah berfikir bagaimana caranya membalas semua kebaikanmu?" tanya gadis
"sudah tidak usah di fikirkan caramu membalas, cukup kamu menjaga dirimu dan tante dengan baik itu sudah lebih dari cukup"jawabnya dengan menatap lembut iris mata gadis
deg.deg.deg (gadis memegang dadanya)
gadis mulai gugup akan tatapan ken kepadanya
"apa ini, jangan menatapku seperti itu ken, kau membuat jantungku mulai berdetak tak karuan"batin gadis
"ken,apa..apakah ka..kau tidak ingin pulang?" tanya gadis sambil menunduk menghindari tatapan ken
"apa aku tidak boleh lebih lama disini?" tanya ken menatap gadis
"bu..bukan tidak boleh ta..tapi kau kan sudah lama disini takutnya kau dicari orang tuamu" jawab gadis gugup menatap mata ken lalu setelahnya gadis mulai menunduk lagi. gadis tak sanggup menatap ken lama-lama.
"baiklah aku akan pulang setelah ini,apa kau sudah makan?"tanya ken
"sepertinya aku tidak lapar"jawab gadis sambil menatap kearah sang ibu yg masih terpejam
"baiklah aku akan keluar sebentar, kau tunggulah disini jaga ibumu dengan baik" ucap ken dengan berdiri lalu berjalan keluar
gadis memandang ken yg keluar dari ruang rawat
"laahh ken kok pulang kan aku masih mau ditemenin"gumam gadis
"eeh ..apa yang aku pikirkan..dasaar gadis bodoh sudah dikasih bantuan malah berharap lebih" ucap gadis sambil memukul kepalanya
sementara diluar..
"cepat segera bawa kesini!" perintah ken tegas