
"Daniel apa kamu sudah tau dimana ken sekarang?" tanya gadis di sambungan telepon
"maaf nona gadis, saya belum bisa menemukan tuan ken, saya masih belum tau keberadaan nya sampai sekarang" jawab daniel
"apa kamu yakin, sudah mencarinya ke tempat yg biasa dia datangi, atau apa kamu sudah menemukan sesuatu seperti tanda-tanda keberadaan ken?" tanya gadis khawatir
"saya sudah mencari ke tempat yg biasa tuan ken kunjungi tapi sama sekali tidak ada tanda keberadaan tuan ken, bahkan saya sudah menyuruh beberapa orang untuk ikut mencarinya" jawab daniel yg merasa kecewa
"apa tidak ada rekaman atau CCTV dari sekitar jalan, tentang ken?" tanya gadis yg masih terus berusaha mencari info jejak ken
"sebenarnya ada nona .. tapi .. " jawab daniel yg terhenti sejenak merasa ragu untuk menceritakannya pada gadis
"tapi apa daniel?!" tanya gadis yg sudah tidak sabar menunggu jawaban daniel
"tapi saya belum menemukan siapa orang- orang yg menyerang tuan ken " jawab daniel
"APA!? KEN DI SERANG??!" teriak gadis yg begitu terkejut mendengar jawaban daniel
"iya nona, begitulah yg saya lihat dari rekaman CCTV di jalan," jawab daniel
"ken di serang sama siapa? kenapa bisa? kenapa daniel.?" tanya gadis dengan suara yg bergetar
"saya juga tidak tau nona gadis" jawab daniel
"ken.... hiks... daniel apa kamu sudah melaporkan ini ke polisi? ini sudah hampir 1 minggu ken menghilang daniel .. jangan kamu tunda-tunda terus untuk melaporkannya... kumohon daniel.. ini demi ken... aku takut ken dalam bahaya daniel.. kumohon.. hiks..hiks... ðŸ˜ðŸ˜ " pinta gadis
"maaf nona tapi saya belum bisa melaporkannya" jawab lirih daniel
"DANIEL!!! KENAPA BELUM BISA?!! MAU SAMPAI KAPAN DANIEL?!" bentak geram gadis
"maaf nona.." jawab daniel menyesal
"APA ALASANNYA DANIEL?!!" tanya gadis
"maaf saya belum bisa memberitahu alasannya" jawab daniel
"bisa kita ketemu sekarang?! kamu dimana??!" tanya tegas gadis
"saya di kantor nona" jawab daniel
"oke.. kita mesti ketemu daniel aku pengen dengar semua penjelasan detailnya tentang ken!!" ucap gadis
"tapi nona maaf jangan sekarang .. saya masih sangat sibuk " jelas daniel
"lalu kapan ?" tanya gadis
"nanti saya akan menghubungi nona gadis lagi untuk pertemuaan kita" jawab daniel
"baiklah .. kumohon secepatnya kabari aku daniel" pinta gadis
"baik nona gadis" jawab daniel
Gadis pun memutus sambungan teleponnya dan (Brug) gadis jatuh terduduk di bangku taman rumah sakit.
tubuh gadis serasa begitu lemas mendengar ken yg di serang dan isi kepalanya penuh dengan ke khawatiran soal keadaan ken
Airmata gadis luruh menetes bersama beberapa ingatan kenangan dirinya dan ken saat berdua.
kenangan itu mulai muncul serta tanpa diminta gadis malah membuatnya makin sakit dan sesak di dada ketika menyadari bahwa ken sekarang tidak ada di sampingnya.
"ken kamu dimana sayang... 😠" rintih gadis disela tangisnya
namun sesaat kemudian Gadis mulai berdiri bangkit, menghapus kasar airmatanya dan mulai menguatkan hati serta pikirannya
"Tidak gadis!! STOP! Berhenti menangis! Berhenti untuk bersikap lemah! menangis tidak akan menyelesaikan masalah, ingat kata ken.. sebaiknya yang harus cepat aku lakukan saat ini adalah mencari informasi ken. apa ken punya musuh, apa ken pernah menyerang seseorang juga hingga akhirnya dia menjadi korban balas dendam.. ah..sepertinya tidak .. ken bukan orang yg akan bertindak kasar dan menyerang seseorang! bukan .. itu bukan sikap ken!" Yakin gadis pada dirinya
"ken kumohon bertahan.."rintih gadis yg berharap ken dapat mendengarnya
"ken aku yakin kamu baik-baik saja, bukan hanya yakin tapi kamu harus dan wajib untuk baik- baik saja.. tunggu aku ken.. aku akan menyelamatkanmu!" tekad gadis
Gadis mulai berjalan ke arah ruang rawat ibunya.
Gadis ingin meminta ijin pada sang ibu, jika dia ingin ikut mencari tau keberadaan ken.
" ken jika harus ada yang pergi biarkan yg pergi hanya kenangan burukmu bukan dirimu! jika harus ada yg terluka, cukup goresan kecil ditubuh saja bukan goresan luka besar yg dapat menyakitkan dirimu. ken kita harus berjuang bersama, kau berjuang untuk dirimu yg harus wajib baik-baik saja dan aku juga akan berjuang menolongmu. ken kumohon bantu aku menemukan keberadaanmu.. ya.. mari kita sama-sama berjuang meski terbatas jarak, ruang dan waktu... "isi tekad hati gadis
Gadis sampai di ruangan ibunya.
"Gadis, bagaimana ken?" tanya ibu anggita yg sudah mulai sadar beberapa hari lalu meski tubuhnya sekarang masih lemas dan perlu banyak istirahat
"ken.. ken.. ken baik-baik saja bu" jawab gugup gadis yg tidak ingin membuat ibunya khawatir..
"jangan menyembunyikan apapun dari ibu, sayang" ucap lirih ibu anggita sembari mengenggam tangan gadis yg berada di tepi ranjangnya
"ti..tidak ibu.. ken..ken.." ucap gadis terbata- bata dan langsung memeluk ibunya, berusaha untuk menutupi kesedihannya tapi tetap tidak bisa..
"sayang... ibu yakin ken akan baik-baik saja" ucap lembut ibu anggita menenangkan gadis sembari mengelus lembut punggung gadis
"iya ibu.. sebenarnya ken.. ken menghilang dan daniel.. daniel tidak tau ken dimana ibu.. ken.. ken dimana bu.. ken.. ken baik-baik saja kan bu.. ya kan.. ken..." ucap gadis
"hah.. ssstt.. tenang sayang.. tenang..." ucap ibu anggita berusaha menenangkan gadis
"ibu.. gadis akan mencari ken.. bolehkah?" tanya gadis yg melepas pelukannya dan menatap memohon pada ibunya
"emm.. iya ibu mengijinkan.. tapi ingat kamu juga mesti hati-hati.. kamu tidak boleh terluka.. kamu harus baik-baik saja.. janji?" pinta ibu anggita
"janji ibu.. gadis akan baik-baik saja.." janji gadis pada ibunya
"tapi siapa yg menyerang ken, sayang?."tanya ibu anggita
"gadis tidak tau ibu.. daniel juga tidak tau.. tapi.. tapi ibu jangan berpikiran kalau ken orang jahat dan ken bukan tipe orang yg punya banyak musuh.. ken itu baik ibu.. ken sangat baik.. ibu tau kan.. kalau ken yg sudah menolong kita.. ken itu luar biasa baik ibu.. ken bukan orang jahat" jelas gadis
"iya sayang.. iya.. ibu bisa melihat kebaikan ken dari matanya juga sikapnya selama kemarin menjaga ibu.. ibu melihat ketulusan ken yg begitu besarnya untukmu.." ucap ibu anggita
"emm.. bagaimana ibu tau kalau ken tulus dengan gadis?" tanya gadis
"ibu tau.. karena.. emm.. gadis ingat waktu ken datang kesini sebelum hari H pertunangan kalian?" tanya ibu anggita
"iya.. gadis ingat.. yg saat itu ibu tanya apa gadis bertemu ken? itu kan?" ucap gadis
"iya betul sayang.. waktu itu ken dengan serius dan berusaha meyakinkan ibu agar merestui hubungan kalian berdua.. bahkan dengan detail menceritakan proses pertemuan kalian dan juga perasaan kalian berdua yg cepat sekali tumbuh.. " jelas ibu anggita
"ah ibu... aku juga..juga tidak mengerti kenapa bisa secepat itu" ucap gadis, malu
"iya ibu yakin kalau ken benar tulus kepadamu dan sebenarnya ibu juga tau jika kalian memang punya hubungan.." jawab ibu anggita
"ah bernarkah? ibu tau.. waktu awal aku kira perasaanku untuk ken itu hanya rasa terimakasih karena dia .., dia itu bukan siapa-siapa tapi dengan baiknya menolong ibu.. bahkan menemani juga menjaga gadis .. emm.. tapi ternyata saat tidak ada ken disamping gadis, gadis merasa sangat kesepian dan rindu.."jelas gadis
"iya.. sayang ibu mengerti" angguk ibu anggita
"sekarang coba ibu bayangin mana ada orang yg tidak saling mengenal bahkan bukan yg menyebabkan ibu kecelakaan tapi dengan baiknya menolong dan menyelamatkan ibu.."jelas gadis
"hah!.. sayang.. emm..tapi sebenarnya.. emm.. bolehkah ibu cerita.. tapi kamu harus janji, jika tau ini.. kamu.. kamu tidak akan marah pada ken?" tanya ibu anggita ragu
"hem?! kenapa gadis mesti marah sama ken? apa ibu ceritalah.."pinta gadis
"jadi sebenarnya yg menyebabkan ibu kecelakaan itu.. itu ken" ucap ibu anggita