
Sampailah mereka di rumah sakit. Gadis langsung bergegas menuju ruang rawat ibunya, ken pun mengikutinya dari belakang.
dan ternyata ruang rawat ibu anggita telah dipenuhi oleh dokter dan suster yg memeriksa kondisi ibu anggita.
Gadis dan ken hanya bisa terdiam menunggu dibelakang dokter, membiarkan dokter bebas melakukan tugasnya. Gadis terus menangis dan ken tentu berusaha menenangkannya.
Daniel yg sudah sedaritadi berada di ruang rawat ibu anggita, akhirnya memutuskan untuk keluar dan menyiapkan segala keperluan untuk ibu anggita, daniel sudah tau apa yg harus dia lakukan dan tuannya inginkan. ya daniel lah yg telah mengabari ken akan keadaan ibu anggita saat ini.
Tanpa disadari saat daniel berdiri di luar pintu ruamg rawat ibu anggita, Daniel melihat kedatangan nando yg akan menjenguk ibu anggita. Daniel langsung menarik tangan Nando yg hendak masuk ke ruang rawat ibu anggita.
"hah! kenapa kau menarikku?" tanya nando
"sebaiknya kau jangan masuk sekarang, karena ibu anggita sedang di periksa oleh dokter" jawab Daniel
"biasanya juga tidak apa-apa masuk ke dalam saat dokter sedang periksa, ini kenapa dilarang?" tanya nando bingung
"sebaiknya kau menurut saja dan tunggu diluar, setelah nanti dokter yg memeriksa ibu anggita keluar baru kau boleh masuk" jawab daniel tegas , sepertinya Daniel telah menganggap nando sebagai lawan dari ken, ya lawan ken dalam kisah cintanya dengan gadis. itulah yg menyebabkan perubahan sikap daniel terhadap nando saat ini, ya daniel tidak suka dengan nando dan akhirnya dia melupakan etika sopan yg biasa dia lakukan.
Dokter telah selesai memeriksa kondisi ibu anggita, dokter juga telah menjelaskan segala kondisi ibu anggita saat ini dan gadis diminta untuk segera membuat keputusan akan kondisi ibu anggita sekarang.
Gadis hanya mengangguk dan berusaha untuk tegar disituasi saat ini.
"dokter apa saya boleh mendekati ibu saya?" tanya gadis dengan masih terisak menangis
"boleh silahkan,." jawab dokter
Gadis pun berjalan perlahan mendekati ranjang ibu anggita, begitu pula dengan ken yg menuntun gadis berjalan.
"ga..gadis" sapa ibu anggita dengan terbata-bata dan mata yg masih sayu juga tubuh yg masih lemas
"ibuuu..." ucap gadis dengan memeluk erat ibunya.
luruh sudah air mata bahagia gadis karena akhirnya ibu yg selama ini dia tunggu-tunggu sudah sadar kembali
Ken hanya bisa terdiam melihat adegan tersebut, sungguh tersayat hati ken melihatnya.
ken ingin menangis, merasa menyesal karena penyebab semua ini juga karena kesalahannya. jika saja ken tidak menabrak ibu anggita maka ini tidak akan terjadi. Ken tidak akan melihat situasi ini, dimana seorang anak seperti telah dipisahkan dengan ibunya begitu lama dan akhirnya bisa bertemu tapi hanya terbatas oleh waktu.
iya ibu anggita memang telah sadar tapi hanya sampai waktu yg masih belum bisa dipastikan, karena jika ibu anggita mau melakukan operasi pengangkatan tumor di kepalanya maka bisa memberi kesembuhan untuknya tapi itu pun keberhasilan juga hanya beberapa persen saja.
sungguh situasi tragis macam apa ini, ken harus melihat sang kekasih yg saat ini menangis bahagia tapi juga ada tangis kesedihan yg bercampur menjadi satu.
Ken hanya bisa menguatkan dan menjaga gadis, tapi ken juga tidak yakin apakah setelah gadis tau jika yg menyebabkan ibunya dirawat itu dia, apa gadis akan memaafkannya?.entah lah ken masih belum siap untuk terluka melihat gadis membencinya, ken perlu waktu yg tepat untuk menjelaskannya tapi mau sampai kapan rahasia itu tersimpan.
Dokter dan suster pun sudah keluar dari ruang rawat dan sekarang giliran Nando yg berada di dalam ruangan.
Nando begitu bahagia melihat keadaan gadis dan ibunya saat ini.
Nando berjalan mendekat kearah ranjang ibu anggita.
Ibu anggita pun melihatnya tapi pandangan ibu anggita terarah langsung ke wajah asing yg berada disamping gadis dan itu adalah ken.
Gadis pun yg menyadarinya, mulai mengenalkan ken pada ibunya.
"ibu kenalkan, namanya ken" ucap gadis dengan mengarahkan pandangannya ke ken
"siapa ken?" tanya lirih ibu anggita
"ken ini yg menyelamatkan ibu saat ibu kecelakaan, ken baik kan bu..," jawab gadis menjelaskan kepada ibunya
"sebenarnya bukan begitu.." ucap ken lirih
"Bukan begitu ?maksudnya?" tanya gadis bingung mendengar jawaban ken