
"sayang, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mall.. emm? apa kamu setuju.. sayang.. sa...? ha! mana orangnya?" tanya nando yg kebingungan mencari dimana tia
iya setelah nando selesei mengikat tali sepatunya yg terlepas saat tadi berjalan, dia mengajak tia untuk pergi jalan-jalan atau istilahnya kencan, tapi ternyata tia malah sedaritadi cuek sama nando.
Tia memang berjalan bersama nando, ya.. tubuhnya bersama nando tapi pikirannya melayang entah kemana.
Tia bahkan sampai tak menyadari jika nando berhenti berjalan.
dan Tiba-tiba (Dugh) suara tangan nando yg menabrak tiang listrik.
akibat dari tia yg tak menyadari arah jalannya, hampir saja jidatnya menabrak tiang listrik, jika saja,, tangan nando tidak reflek menghalanginya, pasti sudah benjol tuh kepala tia.. 😅
"ah.. sayang kamu gapapa?" tanya tia khawatir, setelah sadar jika tangan nando berada di jidatnya dan terbentur tiang listrik
"aku gapapa.. kamu itu yg kenapa.. kamu kenapa sih?" tanya nando sembari mengelus jidat tia
"huft.." hembusan nafas berat tia
Tia menatap lekat mata nando, lalu berkata "aku khawatir sama gadis"
"ah.. kamu masih kepikiran dengannya.. hemm...aku mengerti sayang.. aku juga mengkhawatirkannya, tapi mau bagaimana lagi, saat tadi dia pulang, dia belum mau menceritakannya pada kita, jadi kita harus memberi ruang untuk gadis agar berpikir dan menenangkan dirinya dulu.. aku yakin, saat nanti gadis sudah siap, dia pasti akan menceritakannya padaku.." jelas nando
"iya sih.. " jawab tia, menganggukkan kepala
nando pun memegang tangan tia
"sudah sekarang jangan dipikirkan lagi... bagaimana kalau kita memikirkan hubungan kita dulu" ucap nando
"hubungan?kita? emang kita kenapa?" tanya bingung tia
"lah! kamu ini gimana.. hubungan kita itu.. hubungan kencan kita.. ayo.. kita lanjutkan acara kencan kita.." ajak nando dengan senyum menggoda
"ish! kamu ini .. aku sih gak.." jawab tia
"gak apa?? gak nolak? hem?" tebak nando menggoda tia
"hahahaha.. betul sekali... kok tau sih?kan aku belum bilang.. ish .. kamu.." jawab tia
"karena kamu memang gampang di tebak.. 😜" ejek nando sambil menjulurkan lidah meledek tia
"kamu ya.." ucap tia yg reflek menggelitiki nando
"ah..ah.. stop sayang.. iya.. iya .. aku minta maaf.. hahaha... emm... bagaimana kalau kita ke mall ?" ajak nando
"mall? tapi ini uda hampir jam tutup mall.. diusir ntar kita kalo kelamaan jalan-jalan disana.. lainnya ah"jawab tia
"emm.. dimana ya... oke! bagaimana kalau kita ke taman kota? hem? kalo disana kan gak bakal ditutup.. betul kan?" tanya nando
"😂 ya kali taman kota ditutup.. kecuali kalo kamu tuh sediain gerbang melingkar buat nutupin taman kota,trus kamu jagain dah tu di depannya .." goda tia
"dih! trus kamu yg jadi pengawalku gitu? 😂" goda nando
"ish! ogah.." tolak tia
"inget sayang.. susah-senang harus berdua.." ucap nando
"susah sih susah yank, tapi yg berfaedah aja lah susahnya.." jawab tia
"😂 kan tadi kamu duluan yg ngasih saran...ck.. udahlah gk usah dibahas lagi.. gimana mau gak?" tanya nando
"kan tadi uda bilang, aku gak nolak.." jawab tia
"ah iya.. 😂 kamu sih pake acara nutup gerbang segala.. oke ayok jalan.." ajak nando sembari menarik gandengan mereka berdua
"dih.. orang daritadi uda jalan.,, dikira ngesot kali ya. kamu ini... " jawab tia yg disambut respon tertawa renyah nando
Sesampainya di taman kota, ternyata tia mampir dulu ke mini market untuk membeli camilan.
Sedangkan nando sudah duduk sendiri di bangku taman.
nando masih mencemaskan gadis.. bahkan sekarang dia duduk sambil memegang ponselnya ingin menelpon gadis tapi ada keraguan dihatinya.
nando ingin memberi ruang untuk gadis tapi nando juga merasa ingin tahu juga perlu membantunya.
Berkecamuk sudah pikirannya soal gadis, padahal dia tadi meminta tia untuk tidak memikirkannya, malah sekarang dia yg lebih kepikiran.
"Huft... kamu kenapa si gadis selalu bikin khawatir" gumam nando
akhirnya nando memasukkan ponselnya di saku celana, nando melihat tia berjalan mendekatinya dengan menenteng kantong plastik
nando menghampirinya berniat untuk mengambil bawaannya tapi
(BRUG) tia jatuh, jatuh tepat diatas tubuh nando, untung saja di taman kota beralas rumput coba kalau batu beton udah berdarah itu kepala nando, ntar bukannya adegan romantis malah sadis jadinya. 😂
"kamu kenapa si yank?? ceroboh banget hari ini.." tanya nando yg malah memeluk tia dalam posisi jatuh tidurnya
"oops! maaf sayang tadi aku kesrimpet.. kesrimpet kaki sendiri..😥 " jawab polosnya
"ini kaki yank, kaki.. yaudah ayo berdiri.. sampai kapan mau posisi kayak gini??.. malu tau" tanya tia yg malah mendapat respon makin dipeluk erat sama nando
"bentar sayang.. sebentar aja.. aku butuh pelukan.. aku perlu memelukmu sebentar..." jawab nando
Tia pun akhirnya diam.. mengijinkan nando untuk sesaat memeluknya.
lalu sesaat kemudian tia berkata, "udah sayang.. uda lama ini.. aku malu juga kalo ada yg liatin.."
"orang sepi juga yank" jawab nando
"ya tapi malu yank kalo ada yg liat" jawab tia berusaha melepaskan diri dari pelukan nando
"sapa yg liat.. mana? sapa yg liat?" tanya nando
"tuh disana" kata tia dengan asal menunjuk
nando menengok melihat arah tunjuk tia
"mana? orang sepi juga" jawab nando
"itu disana ada hantu" jawab tia
nando langsung reflek melepas pelukannya dengan tia lalu dia langsung duduk
"hahaha... kamu takut ya sayang" goda tia sambil tertawa
"gak! gak takut.." elak nando yg meski memang sebenarnya sudah merinding tubuhnya
"aku bercanda sayang.. lagian buat apa takut kan ada aku" jawab tia
"hah! emang situ pawang hantu" goda nando
"ujan kali ah pake pawang.. 😁 ya bukanlah..aku pawang nando pacarku.. biar dia takutnya cuma sama aku 😂😂"
"dih! ngapain aku takut sama kamu... kamu itu pantesnya disayangin bukan ditakutin.." gombal nando
(blush)pipi tia pun memerah karena tiba-tiba di gombalin nando
nando tertawa begitu renyahnya melihat respon tia yg malu apalagi tiba-tiba pipi tia merona, puaslah nando melihatnya
"dih malah ketawa.. kamu tuh.. jangan gombalin dadakan dong.." ucap tia
"kamu lucu yank.. baru di gombalin udah kayak kepiting rebus.. gimana kalo dilainin" ucap nando
"dilainin maksudnya?" tanya tia
"mau nih dilainin sekarang?" jawab nando yg malah bertanya
"apa sih maksudmu" jawab tia bingung
nando memberitahu tia dengan cara membisikkan ditelinganya dan respon tia langsung saja memukuli dada bidang nando
"auw..aw .. sakit yank jangan dipukulin.. " rintih nando yg pura-pura kesakitan
"ah.. maaf-maaf.. kamu sih nyebelin" ucap tia sembari mengelus tempat pukulannya
"harusnya jangan dipukul, dicium aja gitu yank" goda nando
♣〰♣〰〰〰♣❔❓❕❗‼➰
"sabar sayang.. gadis mesti sabar" bujuk ibu anggita menenangkan anaknya
"tapi gadis.. gadis tidak suka melihat cara bicaranya seperti itu..dia itu keterlaluan ibu.. sikapnya.. sangat-sangat menyebalkan.." jawab geram gadis
Gadis sudah menceritakan semua kejadian saat dia bertemu daniel tadi, dari mulai bertemu orang tua ken sampai bertemu saudara GILA ken, yg sukses membuat geram gadis.
"ibu tau gadis marah dengan sikapnya.. tapi gadis juga tidak boleh mencampuri urusan keluarga mereka terlalu dalam"jelas ibu anggita
"kenapa bu?" tanya gadis
"karena ibu.. ibu.." ucap terbata-bata ibu anggita
"ibu takut gadis kenapa-napa? tenang ibu.. gadis kan kuat.. gadis kuat bu.. gadis akan menolong ken.. gadis akan berada di barisan depan jika sampai ken dilukai orang lain.. gadis tidak mau melihat atau mendengar ada orang yg menyakiti atau bahkan merendahkan orang-orang yg gadis sayangi bu.." jelas gadis
airmata ibu anggita menetes
"ibu bangga mempunyai anak seperti kamu sayang" ucap ibu anggita
gadis pun memeluk ibunya, "ibu.. ibu jangan menangis, ibu sumber kekuatan gadis.. kalau ibu menangis, gadis juga jadi ikut sedih.. gadis juga bersyukur bisa terlahir dari ibu yg luar biasa hebatnya, gadis sayang ibu" jawab gadis
mereka berdua masih saling berpelukan dan saling menenangkan dan mencurahkan kasih sayang satu sama lain.
pasangan ibu dan anak yg serasi.
" gadis.. boleh ibu memberikan saran?" tanya ibu anggita