SURRENDER

SURRENDER
Part 6 Benar-Benar Bersih



Hening...


"Abangg....."


 ----------- ------------ -----------


"Bang......."


"............."


"Bang Ray."


"Kenapa sih? berisik." ucap Ray sambil fokus melihat ponselnya.


"Abang curiga gak sih sama Gemi?"


"Curiga gimana?"


"Abang sadar gak sih berapa kali dia masuk uks?"


"............."


"Udah gak kehitung."


"Iya sih."


"Ngomong-ngomong, sejak kapan Lo jadi stalkernya si do'i nya Gala? Lo mau nikung sahabat Lo sendiri?"


"Ya kali. Tapi, boleh juga idenya. Kalo Gala lepasin dan si gemi mau ya ayok aku mah."


Plak


"Sakit bang."


"Otak Lo ada dimana ha?"


"Bercanda kali bang, Lo mah gitu gak bisa di ajak maen bentar. serius mulu dah."


"Tapi beneran loh kalo mereka udah gak ada hubungan ya ayolah."


"Lo..."


"Canda elah, masih aja dibawa serius."


"Hm."


"bang.."


"Apa?"


"Gue tu selalu bertanya-tanya."


"Soal?"


"Gini... masa iya Gemi itu tiap masuk UKS karena kelelahan. Logis gak sih?"


"Kelelahan ya?"


"Terus? masalahnya apa?"


"Itu letak masalahnya Babang."


"Coba Lo pikirin bang, dia kelelahan kan? kelelahan ngapain coba? secara kita tau dia berasal dari keluarga yang bisa dibilang berada yang hidup diantara pelayan. Aneh gak tuh?"


"Terus? Kalo emang sakit apa mau dikata, toh sahabatnya sendiri yang konfirmasi."


"Memang, tapi kalo lo di pikir berulang ulang pasti gak sesimple itu."


"Kalau memang pura pura apa iya gak bosan. Semalas-malasnya orang bakalan ogah juga kelamaan di UKS mending bolos keluar sekalian. Begitu kan masuk Lo Gem?"


"Hm."


"Aneh kn?"


"Tapi semua kembali lagi ke mereka lagi, mau ada sesuatu atau tidak itu hak mereka."


"Iya, gue paham. Cuma gue terus penasaran kali aja ada hal yang bisa kita bantu hubungan mereka. Kan itu gunanya jadi sahabat, saling membantu."


"Klasik alasan lo Gem."


"Haisss.. Lo mah gitu bang sama adek sendiri."


"Oke kalo itu maksudnya, tapi kembali lagi itu privasi mereka."


"Gue ngerti bang, Lo tau bang? gue pernah berapa kali lewat depan UKS, bertepatan hari itu Gemi masuk sana. Gue bukan menguping pembicaraan didalam sana, tapi gue gak sengaja dengar samar-samar sahabatnya tuh bilang gini,..."


"Gue gak sanggup liat Lo kayak gini. Please, Lo bisa Gem. Gue gak izinin Lo... hiks... gue gak rela.. gue gak bakalan sanggup Gem... hiks..."


"... Abis itu dia pergi keluar sambil ngapus bekas air matanya. Meski gue orang yang kepo tapi gue milih diem bang. Bukan ranah gue buat ikut campur, tapi gue ada rasa aneh dalam diri gue bang."


" Nah kan, lo ada rasa."


"Gak bang, rasa ini bukan rasa seperti itu."


"Lalu apa?"


"Abang akan tau pada saatnya."


"Oke kita lanjutkan itu nanti dirumah, selagi itu tidak menggangu hubungan mereka. Sekarang kita bahas ini yang lebih penting karena menyangkut hubungan Gala kedepannya."


"Aku akan menjaga perasaan ini dan gak akan mengganggu mereka."


"Hm."


"Semoga yang disembunyikan tidak memberi luka kepada Gala, walaupun Gala memberi banyak luka kepada Gemi."


"Ya semoga. Kalaupun Lo mau bantu, Lo perlu usaha yang lumayan. karena apa?"


"Apa bang?"


"Selama ini gak ada yang tau, bahwa tenaga medis sekolah sekalipun itu berada di bawah kendali mereka. Benar-benar bersih mainnya."


"Iya bang. Semoga semuanya baik-baik aja dan Gala juga berubah sebelum terlambat. Selepas itu, kita juga harus cari tau apa yang terjadi antara Gemi dan Rhea. Penasaran kenapa begitu rumit hubungan mereka. "


"Semoga mereka bisa bersama. Dibandingkan harus sama jelmaan Medusa itu."


"Ayo kembali, bel telah berbunyi."


"Iya bang."