SURRENDER

SURRENDER
Part 5 Topik Pembicaraan



"Sorry... Adek gue bikin Lo badmood."


"Sans.. Gue paham apa maksud adik Lo.."


"Thanks,"


"Woy!! emang ya Lo pada, bisa bisanya Lo pada pergi ninggalin gue sendirian di lapangan. Berada cabe perempatan gue."


"Derita Lo."


"Temen gak ada akhlak."


Huft...


"Bisa gak Lo jangan mulai lagi, baru aja gue... ah Taulah.."


"Apaan sih bang, gue cuma bertanya."


"Gimana Gal, apa jawabanmu?"


".........."


"Lo tuh aneh Gal. Kadang perhatian tanpa sadar, bahkan sampai menolongnya. Tapi, ntar tiba-tiba lo jadi jutek, cuek, benci liat dia, gak jelas tau lo. Lo tuh mulai ada rasa tapi Lo menyangkalnya."


Bumi terus berbicara, ia berharap si Galapagos ini sadar, sedangkan sang Abang memilih diam melihat adiknya sedang berusaha menyadarkan sahabatnya.


"Tau lah, pusing pala gue!!" ucap Gala mengacak rambutnya sendiri.


"Gimana sih, tentuin dong. Suka, cinta, sayang, obsesi atau benci. Gak jelas emang Lo ya!! kalau Lo gak mau ya udah lepasin, gue bisa kok gantiin peran Lo jadi pacarnya." ucap Bumi kesal mendengar jawaban Gala yang tak sesuai harapannya.


" Lo...... "


" Apa? "


" .......... "


"Rada-rada emang. Di ambil orang gak terima, tapi gak mau jaga. Kena karma tau rasa karena salah percaya orang."


"Terserah apa katamu."


"Mau..."


Brak


Setelah Gala menutup pintu ruang ganti, perasaan Gala menjadi tak menentu. Banyak pertanyaan dalam benaknya, apa benar tindakan dia selama ini.


"Apa iya gue mulai ada rasa sama Gemi?"


Lamunan Galaksi buyar seketika setelah mendengar nama seseorang jadi topik percakapan dua orang siswi yang tengah melintas di depan ruang ganti. Gemi, itulah topik percakapan mereka tanpa menyadari keberadaan Gala disana.


"Lo liat wajah kakak yang barusan masuk UKS tadi gak sih?"


"Liat lah, orang deket banget dari tempat gue berdiri."


"Siapa sih lupa gue, padahal udah sering liat?."


"Kak Gemi."


"Oh iya iya, inget gue. Meski tertutup luka gitu tetep cantik ya, heran gue."


"Orang cantik mah mau kayak mana juga tetap cantik. Tapi sekarang justru gue kasihan liatnya, biasanya kalau datang ke UKS itu hanya pucat. Bukan penuh lebam sama mimisan kayak tadi."


"Eh, sering mimisan itu tanda-tanda kalau ada yang salah sama tubuh. Terlihat sepele, namun bila abai bisa jadi bye bye. Semoga semua baik-baik aja."


Deg


"Iya, semoga. Jujur gue kasihan liatnya, masuk UKS itu udah seperti rutinitas, gak ke hitung lagi jumlahnya. Tapi anehnya, tiap diperiksa dokter diagnosanya cuma kelelahan. Dan Lo tau, selama di UKS itu sendirian. Kalau pun ada itu ya kak Bibi doang."


"Doang? bukannya punya pacar ya?"


"Punya setau aku. Anak basket kalo gak salah, satu angkatan juga."


" Hahaha. Sa ae Lo, untung gak didengar orangnya. Kalo kata orang, ganteng ganteng gak ada akhlak. Gak ada hati emang, giliran udah pergi baru tau rasa."


"He.eh, jadi panas sendiri."


"Bukankah sang pemilik memberikan ia untuk di jaga bukan disakiti. Jika tak mau, ya lepaskan. Jangan menangis bila sang pemilik kecewa dan mengambil alihnya kembali. Kan penyesalan datangnya terakhir, bukan di awal.."


"Kan yang awal awal itu namanya pendaftaran, wkwkwk."


"Udah ah, ayo makan udah kelaparan perutku ini."


" Ayo,ntar keburu bel masuk berbunyi lagi."


"He.eh."


Gala yang sibuk dengan pikirannya sendiri tak menyadari telah mengikuti dua siswi tersebut. Ia baru berhenti melangkah setelah sadar ia berada didepan pintu masuk kantin. Gala langsung berbalik dan berjalan kembali.


"... tertutup luka lebam."


"...lebam."


"****."


Tak berselang lama, Gala yang sadar sesuatu langsung segera melangkah cepat menuju suatu tempat.


 


Di ruang ganti.


"Mau.....


Brak


"....kemana Lo?"


Namun, teriakan Bumi terputus karena bunyi pintu yang Gala tutup. Kini hanya tinggal kakak beradik dari keluarga Praditya.


"Dasar kulkas, ditanya malah main pergi aja."


"Kata kata Lo bikin pusing dia."


"Ck, selalu salah gue. Biar encer tu otak yang beku karna kelamaan bareng sifat dan sikap dinginnya. Jadi esmosi gue."


"Sabar, belum waktunya itu otak mencair."


"Mau kapan? keburu bye bye Bru sadar?"


"Mulutnya dijaga."


"Abis kesel sendiri punya temen kok beku kebangetan."


"Ya mau gimana bawaan lahirnya gitu."


"Ah Lo mah gitu belain Mulu dah."


"Bukan belain, gue netral ya. Sorry."


"Taulah.."


" Idih... ngambek an. Inget Lo tu cowok, bukan cewek."


"......"


Brak


Hening...


"Abangg....."