SURRENDER

SURRENDER
Part 25 Kisah Lama (1)



" Bin....... Lo.....hiks... "


" Ya. Gue siap untuk itu Lo harus bangkit. Kita lawan sama-sama mereka. "


" Hiks... thanks.. hiks..banget.. Gue akan bangkit. "


" Nah gitu dong. Berhenti nangis sekarang. Mana Gemi gue yang kuat? Tunjukkin dong. Ini mah Gemi cengeng dan Menye-Menye. Dan itu bukan sahabat gue. "


" Yeah. Gue bukan cewe cengeng. Gue adalah Gemintang cewe kuat dan sahabatnya Bintang. Menye-Menye bukan gue ya. Hahaha. "


" Nah gitu, gue lebih suka Lo gini. "


" Ya. Thanks banyak banyak pokoknya. "


" Hem. "


" Pelukan.. "/ " Pelukan.. "


" Hahaha.. " / " Hahaha.. "


Mereka berdua sekarang berpelukan ria dan tertawa bersama, Sedangkan beberapa detik dan menit yang lalu mereka tangis menangisi. Setelah melepaskan pelukan masing-masing, mereka diam menatap pak ricko dan yang ditatap salah tingkah.


" Apa? "


" Pasti ada lagi bukan? tak mungkin itu aja yang mau bpk disampaikan kepadaku? "


" Iya, bener. Memang masih ada lagi yang harus saya sampaikan. "


" Hem. "


" Minum dulu pak, takut kering tenggorokannya. Hehehe. "


" Makasih Non Bintang. "


Pak Ricko meminum jus yang sudah dipesan Gemi ketika pak Ricko sudah diparkiran gedung ini. Setelah menyesap jus tersebut, pembicaraan kembali dilanjutkan.


" Dulu ketika Nyonya sedang hamil besar, beliau tidak tinggal di kota ini. Melainkan tinggal di kota lain mengikuti Tuan yang sedang menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang arsitek resort di pulau Dewata, Bali. Kehidupan mereka damai dan sangat bahagia. Mereka menikmati setiap moment yang terjadi dikehamilan Nyonya, karena kehamilan ini adalah kehamilan pertama Nyonya setelah 3 tahun penantian mereka. Dan di tahun ke empat, akhirnya Tuhan mempercayakan anugerahnya untuk dimiliki oleh Tuan dan Nyonya. Oleh karena itu mereka menjaga dengan baik pemberian Tuhan yang paling indah tersebut... "


" Hingga tragedi menyedihkan itu menimpa keluarga bahagia ini. Malam itu Tuan sedang tidak ada rumah, ia sedang lembur dan baru pulang esok harinya. Sehingga di rumah itu hanya ada Nyonya dan beberapa pekerja. Dimalam itu juga adik ipar dari Tuan kebetulan atau terencana datang berkunjung, Nyonya Karina Larasati. Awalnya semua baik-baik saja, hingga sekitar pukul 11.00 PM terjadi perdebatan antara nyonya Jovitta Caroline dan Nyonya Karina Larasati. Pertengkaran itu dipicu oleh ketidaksukaan Nyonya Karina sejak awal masuk ke keluarga Sanjaya. Dari pertengkaran itu, Nyonya harus dilarikan ke RS karena mengalami pendarahan. Dari sini lah kisah tentang Non Gemi dimulai.... "


" Dirumah sakit, Nyonya Vitta hanya ditunggu oleh Nyonya Karina. Para pekerja dirumah gak ada yang kenapa Nyonya mereka bisa berdarah darah begitu, karena sebelumnya memang mereka disuruh menjauh dari ruang keluarga rumah itu. Setelah kepergian Nyonya ke RS, salah satu pekerja rumah itu menghubungi Tuan. Tuan pun menghubungi orang - orangnya untuk menyelidiki kejadian ini, termasuk saya pun ikut dalam penyelidikan itu. Sedangkan Tuan pergi ke RS melihat keadaan Nyonya secara langsung. "


" Sesampainya disana, Tuan melihat Nyonya Karina disana sedang duduk di kursi tunggu. Dia menanyakan penyebabnya, namun yang di dapat hanyalah kejadian itu hanya sebuah bentuk kecerobohan Nyonya Vitta sendiri. Tuan tidak bisa memaksa Nyonya Karina, karena keadaan Nyonya Karina juga sedang hamil besar. Itu tidak baik untuk ibu hamil dan bayinya, jika tertekan oleh pertanyaan Tuan. Tak lama dari sampainya tuan disana, dokter keluar memberi tahu jika Nyonya harus di operasi sekarang juga untuk menyelamatkan pasien dan bayinya. Setelah persetujuan dan administrasi selesai, dokter pun membawa Nyonya ke ruang operasi untuk penanganan lebih lanjut lagi.. "


----------------- ----------------- -----------------