
''Lah malah bengong, ayo.."
"Eh, ayo-ayo."
Setelah sampai di parkiran, mereka berdua pun mulai berjalan masuk ke bangunan tujuan mereka.
Jika orang tau siapa yang merintis usaha ini dari bawah pasti tidak akan yang percaya. Mereka pasti mengira pemilik hanya meneruskan pengelolaannya saja. Bangunan ini didesain dengan pemikiran sendiri, makanya bangunan ini memiliki beberapa arsitektur unik, tak biasa namun estetik yang bikin penasaran orang yang melihat dan ditambah letaknya sangat strategis sangat mendukung usaha ini.
Bangunan dua lantai itu dibagi menjadi tiga tempat usaha. Lantai 1 berisi dua tempat usaha yakni G&L Style yang merupakan toko pakaian untuk segala ukuran, usia, dan gender. Disebelahnya G&B Store merupakan toko yang menyediakan barang yang berkaitan dengan game, mainan anak-anak, berbagai macam peralatan sekolah, selain itu juga tersedia berbagai macam buku bacaan dari mulai sastra, novel, majalah, komik, panduan sampai terjemahan. Disana tersedia produk dalam dan luar negeri.
Kedua pintu masuk toko ini berhadapan di lorong setelah pintu masuk utama bangunan. Lorong ini juga digunakan untuk jalan utama menuju ke lantai dua bangunan. Namun, pengunjung terlebih dahulu Menaiki beberapa anak tangga karena bangunan ini tidak menyediakan lift.
Sedangkan di lantai dua hanya berdiri 1 usaha yakni sebuah Cafe. Jika berkunjung ke cafe ini, pengunjung hanya tinggal berjalan lurus dari pintu masuk utama bangunan, lalu menaiki anak tangga yang menuju ke lantai dua. Setelah sampai dilantai dua, pengunjung akan melihat papan nama bertuliskan Cafe Memorable di pintu masuk kaca otomatis.
Sesuai namanya, diharapkan setiap kenangan berharga tetap hidup meski sudah berbeda dunia sekalipun bagi siapapun terutama untuk sang pemilik sendiri.
Setelah sampai, mereka berdua menaiki anak tangga menuju lantai dua. Setelah mereka berada di dalam Cafe, pegawai yang melihat kedatangan Gemi langsung menghampiri dan menyapanya lalu mulai mengantar mereka ke meja yang telah dipesan oleh Gemi saat masih dalam perjalanan kemari. Gemi memilih meja yang ada di beranda Cafe yang mengarah ke jalan raya. Makan sambil menikmati pemandangan hiruk-pikuk kota sangat menyenangkan. Kendaraan saling berebut agar cepat sampai tujuan, tak jarang bunyi klakson pun akan saling bersahut-sahutan. Setelah mereka duduk, mereka pun memilih menu makan dan pegawai tadi mencatat pesanan mereka lalu pergi kebelakang. Suasana hening dimeja itu setelah pegawai Cafe menjauh dari meja mereka.
"Ja..."
"Hm.."
"Kalo ntar pesanannya datang, Lo makan aja duluan, soalnya gue ada urusan dulu."
"Oke, gue tunggu disini."
"Gue pergi."
Gemi pun beranjak pergi dari beranda ke arah dalam Cafe.
"Gemi ada urusan apa ya disini, apa dia kerja disini? Taulah ntar aja gue cari taunya. Main game dulu lah dari pada diam diam aja menunggu makanan datang."
Gema pun mengeluarkan ponselnya dari saku dan mulai menghidupkan ponselnya lalu mulai bermain game sambil menunggu makanan disajikan.
Dan dilain tempat, Gemi berjalan mendekati pegawai yang sedang senggang jam kerjanya.
"Kosong untuk sekarang, kenapa?"
"Minta tolong boleh kak?"
"Minta tolong apa bos?"
"Panggil nama aja sih kak, aku lebih muda dari kalian semua."
"Namanya juga masih jam kerja ya harus profesional, beda lagi kalo udah selesai jam kerja bisa seperti mau mu?"
"Selalu seperti itu jawaban kalian."
"Emang harus seperti itu, jadi bos mau minta tolong apa?"
"Bisa panggilkan Kepala penanggung jawab kedua toko di bawah dan Cafe untuk keruangan ku segera ya."
"Siap."
TAP
TAP
"kak.."
"Ya, ada lagi?"
"Jangan lupa laporannya juga dibawa ya kak, hehehe."
"Oke,BOS,"
"Ish..."
TAP
TAP