SURRENDER

SURRENDER
Part 16 Mabe



DERTT


DERTT


Tiba-tiba ponsel Gema bergetar diatas meja, menandakan ada yang menghubungi. Gema langsung mengambil ponselnya dan menerima panggilan itu.


" Halo Ma. ''


" Halo dek. "


" Siapa Griz? " tanya Gemi pelan.


" Mama gue Poo. " jawab gema pelan dan dibalas anggukan sambil melanjutkan acara makannya.


" Dimana sekarang kok belum pulang? mama telpon rumah Tante Audy, Abang Rey udah pulang. "


" Lagi makan sekalian nganter temen ma. "


" Mana? Video call sekarang? "


" Beneran aku gak bohong ma. Gak enak ma, dia lagi makan. "


" ??? " Gemi mengerutkan keningnya " Apa? "


" Mama gue mau video call, gak percaya kalau aku lagi makan. Gue tolak aja ya Poo? "


" Jangan. Video call aja, gak papa kok, Griz. "


" Iya ma. Video call sekarang. "


TUTT


DERTT


DERTT


(Video call)


" Halo ma. "


" Iya. Kamu beneran di cafe ternyata."


" Aku kan tadi udah bilang, mama sendiri yang gak percaya. "


" Bukan gak percaya dek, cuman muka kamu kurang meyakinkan. Jadi harus dipastikan keakuratannya. Ngomong-ngomong mana temennya? "


" Nih.. " Gema menggeser kursinya menjadi disamping Gemi.


" Hai Tan, maaf lagi sambil makan. "


" Ah.... tak apa, Tante hanya ingin memastikan anak nakal itu benar sedang makan atau tidak. "


" Maaf ya Tan, tadi Griz nganter aku kesini dulu untuk makan, baru pulang ke rumah. "


" Tak apa, anak nakal itu tidak bilang dulu. Biasa lah seorang ibu pasti khawatir, apalagi abangnya udah pulang. "


" Sekali lagi... Griz kok ambil makanan ku sih, katanya udah kenyang.... " ucap Gemi kesal karena makanannya diambil Gema.


" Sorry Tan. "


" Iya. Maaf ya, anak itu memang begitu. Untung anak kalau bukan udah Tante buang. Bikin malu aja sih dek. "


" Ma.... "


" Iya Tan, udah biasa cuman suka kesel aja. "


" Hahaha yang tabah ya jadi teman anak Tante itu. Ngomong-ngomong kita belum kenalan loh, nama Tante merryna. Nama kamu siapa? "


" Nama ku Gemi. "


" Gem.mi. "


" Iya, Gemi. Gemintang. "


" Ah, iya iya. Panggil Mama aja. "


" Gak usah Tan, gak enak. "


" Gak papa, gak ada yang larang kok. "


" Iya kan? " Tante Merry melotot ke arah gema.


" Iya. "


" Em.. "


" Udah ikutin aja mau Mama gue. Daripada gue yang kena ntar. Runyam urusannya. "


" Udah ikutin aja. "


" Oke. Makasih Griz. "


" Nope. "


" Gimana? mau ya? "


" Iya Tan, eh Ma. "


" Nah gitu dong. Yes, akhirnya punya anak cewek juga. "


" Ha? "


" Udah biasa gitu. "


" Iya-iya. "


" Ngomong-ngomong Griz sama Poo itu siapa? temen baru Gema kah? Mama tak pernah mendengar nama itu. "


" Ah, itu... itu.... "


" Itu...? "


" Itu nama panggilan khusus kita Tan,eh Ma. Hehehe. "


" Panggilan? "


" Iya, Poo untukku dan Griz untuk Gema. " ucap Gemi sambil menggaruk tengkuknya. Canggung.


" Poo itu... "


" Poo itu polar bear maksudnya, sedangkan Griz itu Grizzly bear.


" Ha? "


" Hehehe. "


" Hahaha, itu dua-duanya beruang. Berarti mama itu Mabe dan Papa itu Pabe."


" Ha? Mabe? Pabe? "


"Iya, Mama bear disingkat jadi Mabe dan Papa bear disingkat jadi Pabe. Jadi kita Family Bear. Hahaha. Lucu... Lucu... "


" Hahaha.. "


" Hahaha. "


" Hahaha. ''


" Udah stop. Sakit perut Mama ketawa mulu. "


" Hahaha iya. "


" Enak punya anak cewe dari pada cowo. Game mulu. "


" Hahaha.. itu DENGERIN.... "


" Mam... "


" Hahaha. "


" Udah dulu ya. Sambung kapan lagi. udah sore nih, Mama mau mandi dulu. Poo main sini kapan kapan, nginep kalau perlu. "


" Iya ma.. "


" Bye Poo... Griz... hahaha... "


" Bye juga Mabe... "


TUTT


" Lucu Mama Lo ya. "


" Mama Lo juga kali Poo. "


" Oh iya lupa. Thanks udah izinin gue ngerasain keluarga lagi. "


" Sama-sama. Griz sayang Poo. "


" Poo juga sayang Griz... "


" Pulang yok.. "


" Yok. "