
DERTT
DERTT
Tiba-tiba ponsel Gema bergetar diatas meja, menandakan ada yang menghubungi. Gema langsung mengambil ponselnya dan menerima panggilan itu.
" Halo Ma. ''
" Halo dek. "
" Siapa Griz? " tanya Gemi pelan.
" Mama gue Poo. " jawab gema pelan dan dibalas anggukan sambil melanjutkan acara makannya.
" Dimana sekarang kok belum pulang? mama telpon rumah Tante Audy, Abang Rey udah pulang. "
" Lagi makan sekalian nganter temen ma. "
" Mana? Video call sekarang? "
" Beneran aku gak bohong ma. Gak enak ma, dia lagi makan. "
" ??? " Gemi mengerutkan keningnya " Apa? "
" Mama gue mau video call, gak percaya kalau aku lagi makan. Gue tolak aja ya Poo? "
" Jangan. Video call aja, gak papa kok, Griz. "
" Iya ma. Video call sekarang. "
TUTT
DERTT
DERTT
(Video call)
" Halo ma. "
" Iya. Kamu beneran di cafe ternyata."
" Aku kan tadi udah bilang, mama sendiri yang gak percaya. "
" Bukan gak percaya dek, cuman muka kamu kurang meyakinkan. Jadi harus dipastikan keakuratannya. Ngomong-ngomong mana temennya? "
" Nih.. " Gema menggeser kursinya menjadi disamping Gemi.
" Hai Tan, maaf lagi sambil makan. "
" Ah.... tak apa, Tante hanya ingin memastikan anak nakal itu benar sedang makan atau tidak. "
" Maaf ya Tan, tadi Griz nganter aku kesini dulu untuk makan, baru pulang ke rumah. "
" Tak apa, anak nakal itu tidak bilang dulu. Biasa lah seorang ibu pasti khawatir, apalagi abangnya udah pulang. "
" Sekali lagi... Griz kok ambil makanan ku sih, katanya udah kenyang.... " ucap Gemi kesal karena makanannya diambil Gema.
" Sorry Tan. "
" Iya. Maaf ya, anak itu memang begitu. Untung anak kalau bukan udah Tante buang. Bikin malu aja sih dek. "
" Ma.... "
" Iya Tan, udah biasa cuman suka kesel aja. "
" Hahaha yang tabah ya jadi teman anak Tante itu. Ngomong-ngomong kita belum kenalan loh, nama Tante merryna. Nama kamu siapa? "
" Nama ku Gemi. "
" Gem.mi. "
" Iya, Gemi. Gemintang. "
" Ah, iya iya. Panggil Mama aja. "
" Gak usah Tan, gak enak. "
" Gak papa, gak ada yang larang kok. "
" Iya kan? " Tante Merry melotot ke arah gema.
" Iya. "
" Em.. "
" Udah ikutin aja mau Mama gue. Daripada gue yang kena ntar. Runyam urusannya. "
" Udah ikutin aja. "
" Oke. Makasih Griz. "
" Nope. "
" Gimana? mau ya? "
" Iya Tan, eh Ma. "
" Nah gitu dong. Yes, akhirnya punya anak cewek juga. "
" Ha? "
" Udah biasa gitu. "
" Iya-iya. "
" Ngomong-ngomong Griz sama Poo itu siapa? temen baru Gema kah? Mama tak pernah mendengar nama itu. "
" Ah, itu... itu.... "
" Itu...? "
" Itu nama panggilan khusus kita Tan,eh Ma. Hehehe. "
" Panggilan? "
" Iya, Poo untukku dan Griz untuk Gema. " ucap Gemi sambil menggaruk tengkuknya. Canggung.
" Poo itu... "
" Poo itu polar bear maksudnya, sedangkan Griz itu Grizzly bear.
" Ha? "
" Hehehe. "
" Hahaha, itu dua-duanya beruang. Berarti mama itu Mabe dan Papa itu Pabe."
" Ha? Mabe? Pabe? "
"Iya, Mama bear disingkat jadi Mabe dan Papa bear disingkat jadi Pabe. Jadi kita Family Bear. Hahaha. Lucu... Lucu... "
" Hahaha.. "
" Hahaha. "
" Hahaha. ''
" Udah stop. Sakit perut Mama ketawa mulu. "
" Hahaha iya. "
" Enak punya anak cewe dari pada cowo. Game mulu. "
" Hahaha.. itu DENGERIN.... "
" Mam... "
" Hahaha. "
" Udah dulu ya. Sambung kapan lagi. udah sore nih, Mama mau mandi dulu. Poo main sini kapan kapan, nginep kalau perlu. "
" Iya ma.. "
" Bye Poo... Griz... hahaha... "
" Bye juga Mabe... "
TUTT
" Lucu Mama Lo ya. "
" Mama Lo juga kali Poo. "
" Oh iya lupa. Thanks udah izinin gue ngerasain keluarga lagi. "
" Sama-sama. Griz sayang Poo. "
" Poo juga sayang Griz... "
" Pulang yok.. "
" Yok. "