
^^^Bye bye.^^^
^^^My Griz tersayang.😘^^^
Sip.
Bye bye and see you later.
My Poo Tersayang. 😘
Setelah pesan terakhir dari gema, Gemi mematikan kembali ponselnya. Gemi merasa ada yang melihat kearahnya, dia pun melihat kearah kirinya. Ternyata Bintang sedang melihat kearahnya.
"Apa?"
"Napa Lo senyum² gitu? dari siapa sih? Gala kah?"
" No, dari Gema? "
"Gema?"
"Hem."
"Lo suka dia kah sekarang? udah Move On?"
"Gue? sama Gema?"
"He.eh."
" Rahasia."
" Cih, cerita napa? biar kalau ada yang nanya tentang lo berdua, gue bisa jawab. "
"Cukup Lo jawab gak tau kok ribet."
"Haiss."
Mereka kembali saling diam Kembali sambil menikmati minuman milkshake coklat dan stroberi milik mereka berdua. Kepala mereka terasa penuh dengan informasi yang baru saja mereka terima dan memikirkan apa yang akan dihadapi setelah ini. Setelah menghabiskan pesanan, barulah mereka pulang ke rumah masing-masing.
Diruang keluarga sebuah rumah, sedang bersantai seorang wanita paruh baya dengan seorang Laki-laki usia remaja. Mereka sedang menikmati acara tv di sore hari.
"Mam.. "
"Hem."
"Mam.."
"Apa sih,dek. Lagi serius ini, mau ketahuan tuh siapa yang nyebarin gosip murahan itu."
"Tontonan gitu aja di sukai. "
" Kalau gak suka ya udah pergi sana, ganggu aja."
"Udah usaha susah susah sampai uang saku jadi korbannya biar dia mau datang, eh malah di usir gini. " Gema berdiri dari sofa dan hendak berjalan pergi kearah kamar.
" Eh,.."
" Apa? enggak kok." mulai melangkah lagi.
"Bilang apa tadi? ditanya malah gitu ya.. bagus.. bagus.. udah bosen sama fasilitasnya Tah? kalau iya ntar mama bilang ke papa aja."
" Eh, enggak-enggak Ma.. " Gema berlari lagi mendekati sang Mama setelah mendengar kata-kata fasilitas disebut sebut.
"Gemi bakal datang kan? Mama gak suka kata tidak loh.. "
" Iya paham, dia datang kok. Tapi itu gak gratis ya Ma.. "
"O.. sekarang mainnya gitu ya.. Perhitungan sama Mama sendiri? " Mama Gema tersenyum terpaksa disertai bertepuk tangan pelan, sarat akan ancaman.
"Ng..gak gitu Ma, cuman kan ini barter. Aku udah bujuk dia sampai uang saku ku jadi korbannya. Gak ada maksud lain kok. Kalau Mama gak mau juga gak papa, kan tinggal bilang ke Gemi aja. Acara di batalkan, selesai. "
" Eh, enak aja. Mama sudah nunggu-nunggu kesempatan ini, kamu mau hancurin impian Mama. Gak akan Mama biarin itu terjadi ya. "
" Jadi?"
" Jadi apa yang kamu minta sebagai imbalannya?"
" Nah gitu dong ma, kan gak perlu bertele-tele. "
" Apa?"
" Aku mau uang saku ku bertambah dan.. satu lagi, stop kenalin aku ke anak perempuan temen Mama. "
"Oke dengan syarat.. "
" Kok ada syaratnya sih Ma?"
" Biar seri dua sama, mau gak?"
"Pasrah aku mah. "
" Kamu harus sering sering bawa Gemi kesini, deal? "
" Hah? Mama nih kenapa sih? dikit-dikit Gemi dikit-dikit Gemi, berasa bucin aja sih. Atau jangan-jangan Mama ada rencana buat jadiin dia mantu mama ya? Aku gak mau ya, dia itu cinta sama Gala bukan aku. "
" Sembarang, PD betul kamu dek. Lagian kasian dia kalo bareng ke kamu. "
" Hiss... Punya Mama kok gini amat, anak sendiri di jatuhin mulu. "
" Ngomong apa kamu?"
"Enggak."
Gema pergi dari ruang keluarga dengan menghentak-hentakan kakinya karena kesal dengan Mamanya.
"Berasa anak pungut akunya. " batin Gema.
------------------ ----------------- ---------------