SURRENDER

SURRENDER
Part 20 Iblis Berwajah Malaikat



Sesampainya di halaman, Rhea melepaskan genggaman pada tangan Gemi dan menghempaskan tubuh ringkih Gemi ke rerumputan liar disana.


" Sstt.. "


Gemi merasakan sakit di pergelangan tangan dan badannya yang menghantam tanah berumput liar itu, meski pelan tapi tetap nyeri. Rhea tersenyum sinis melihat keadaan Gemi yang terduduk di rerumputan itu.


" Dasar Medusa sialan. "


" Ngomong apa Lo barusan? "


" Dasar Medusa!! masih gak kedengaran? M.E.D.U.S.A.. "


"Tunjukkin muka asli Lo ini ke didepan banyak orang. Jangan muka kasian, sok teraniaya aja. Jijik gue kalo Lo mau tau. Tak hanya seorang P.E.N.G.H.I.A.N.A.T. tapi Lo juga seorang P.E.C.U.N.D.A.N.G. Hanya bisa sembunyi di kekuasaan nyokap bokap yang gila harta. Cih, memalukan. "


" Lo... "


" Apa benar kan? Sejak nyokap bokap gue gak ada, Lo orang pada berkuasa di rumah gue. Nyuruh pekerjaan rumah gue semena-mena, emang Lo semua siapa ha? "


" Nyokap bokap gue itu adek kandung bokap Lo kalau Lo lupa. "


" Gue gak lupa. Tapi tetap aja gak suka cara Lo. Dan untuk terakhir kalinya Lo ganggu hidup gue. Setelah wasiat itu dibacakan, gue gak akan biarin Lo seenaknya di rumah gue. "


" Lo gak akan menang lawan nyokap bokap gue. Lo itu hanya anak... "


" Anak? "


" Lupakan gak penting juga, siap siap aja Lo get out dari rumah Om Tante gue. Dan satu lagi, Lo gak bakal menang lawan gue buat dapetin Gala. Gue bakal rebut milik Lo, seperti Lo ambil dia dari gue. Rasakan sakit apa yang gue rasakan dulu. "


" Udah gue bilang. GUE GAK AMBIL DIA, SIALAN. DIA ITU SELINGKUH SAMA TEMEN LO, SI VIO. "


" LO BOHONG. LO PENIPU. LO PENGHIANAT. PARASIT. BENALU. TAK TAU DIRI. MURAHAN. "


" MAKSUD LO APA? GUE MURAHAN? DARI MANA NYA? " Gemi bangun beranjak dari rerumputan liar itu dan berdiri tegak menatap tajam Rhea.


" Haha... Dia nembak wajar gue terima, lah Lo apa kabar? lebih kasian mana sama perempuan yang masuk ke Hubungan orang lain. Jelas jelas semua orang tau kalau dia pacar gue, berarti dia LEBIH KASIAN alias MURAHAN. "


PLAK


" SIALAN Lo Gemi. "


" Hahaha... Main kasar Lo sekarang. Lo tau kan gue gimana? Darah bayar darah, berarti.... " tangan Gemi mulai terangkat.


PLAK


" Hidup gue udah runyam, jadi STOP bikin lebih runyam lagi. Introspeksi diri Lo sendiri baru ngatain orang lain. Lo itu gak cuma PENGHIANAT bagi gue, tapi juga seorang PEMBUNUH. Jadi jaga sikap Lo. "


" Maksud Lo apa ha? Gue bukan pembunuh. "


" Hahaha sejak kapan Lo berani ngakuin salah ha? Seorang PECUNDANG tetap lah PECUNDANG. "


" Gue bukan pembu... "


" LO PEMBUNUH. "


" Lagian dia mati karena kebodohannya sendiri, bukan gue. "


" Lo bilang karena kebodohannya sendiri? Lo mikir gak berusaha nasehatin Lo, di jagain Lo dari laki-laki brengsek itu. *****, ****. "


" Dia lindungi Lo saat itu, dia gak lindungi gue. Jadi dia mati bukan karena gue. "


" Dia ngelindungi Lo dengan cara ngehadang Lo. Dia aku gue gak salah. Dia gak mau Lo dipenjara kalau gue laporin Lo, sekali pun Lo saudara gue... "


" Apa yang Lo lakuin setelahnya? Lo malah dorong dia kejalan. Karena dorongan Lo, dia tertabrak mobil yang sedang melaju kencang... Abis Lo bikin dia sekarat Lo pergi.. emang IBLIS LO RHE... "


-------------- ---------------- ----------------