
" Sesampainya disana, Tuan melihat Nyonya Karina disana sedang duduk di kursi tunggu. Dia menanyakan penyebabnya, namun yang di dapat hanyalah kejadian itu hanya sebuah bentuk kecerobohan Nyonya Vitta sendiri. Tuan tidak bisa memaksa Nyonya Karina, karena keadaan Nyonya Karina juga sedang hamil besar. Itu tidak baik untuk ibu hamil dan bayinya, jika tertekan oleh pertanyaan Tuan. Tak lama dari sampainya tuan disana, dokter keluar memberi tahu jika Nyonya harus di operasi sekarang juga untuk menyelamatkan pasien dan bayinya. Setelah persetujuan dan administrasi selesai, dokter pun membawa Nyonya ke ruang operasi untuk penanganan lebih lanjut lagi.. "
" Beberapa waktu telah berlalu, dokter pun keluar memberi tahu operasi berhasil Namaun bayi tuan harus dirawat dahulu dan Nyonya pun sudah pindahkan ke ruang rawat inap guna melakukan pemulihan pasca operasi. "
" Kami tak tau apa yang terjadi di RS itu, Setelah bayi Nyonya sudah bisa di bawa keluar dari ruang bayi, Tuan dan Nyonya merasakan keganjilan dengan bayi mereka. Mereka merasa itu bukan bayi mereka, namun kata suster itu adalah bayi mereka. Akhirnya mereka pun menganggap itu hanya perasaan mereka. Kalian tahu? saat suster datang itu ternyata Nyonya Karina bersama suster itu, Nyonya Karina meminta maaf karena tak bisa menjaga Nyonya Vitta dengan baik. Jelas itu membuat Nyonya Vitta geram, namun membiarkannya. "
" Keganjilan terjadi kembali
Saat tuan hendak mengambil baby girl yang mereka bernama Lintang Line Sanjaya itu dari box bayi, Nyonya Karina duluan mengambilnya dan tak sengaja sebuah kalung bertuliskan nama Gemi disana terjatuh saat bayi di angkat . Kami menanyakan itu milik siapa, Nyonya Karina berdalih itu miliknya yang akan diberikan ke baby Lintang. Namun kenapa namanya Gemi? dia menjawab itu nama khusus darinya. Aneh bukan.. tak lama Nyonya pamit pulang untuk istirahat. Setelah Kepergian Nyonya Karina, tuan meminta menyelidiki apa saja yang dilakukan Nyonya selama jauh dari mereka. "
" Dan hasilnya menghancurkan hati Tuan dan Nyonya malam itu juga. Ternyata baby Lintang telah wafat dan ditukar oleh Nyonya Karina dengan bayi lain yang lahir di jam yang sama. Bayi tak berdosa itu adalah... "
" Ya itu adalah Non Gemi. Setelah mengetahui itu tuan berusaha mencari jenazah baby Lintang, namun jenazah itu telah dibawa oleh keluarga kandung kamu untuk disemayamkan. Karena yang mereka tau itu adalah jenazah Non Gemi. Kami kehilangan jejak mereka. "
" Ya Tuhan.. "
" Apa tak ada identitas di formulir pendaftaran pasien? " Bintang ikut menanyakan diambil menggenggam tangan Gemi, memberikan semangat.
" Identitas mereka hanya nama singkat saja, alamat dan keterangan lainnya ternyata palsu. Kami menduga mereka orang lebih berada lagi dari keluarga Sanjaya, yang kebetulan istrinya melahirkan di hari yang sama. Dari rekaman cctv pun nampak kurang jelas, kami hanya mendapatkan betapa foto yang kurang jelas. Karena Ketika mode mengunduh, data cctv di hack oleh seorang. Kami gagal mendapatkannya. Mereka tidak menghapus hanya memasukan kode pelindung rumit yang tak bisa dipecahkan oleh tim kami hingga sekarang ini. Tuan berusaha mengerahkan anak buahnya untuk mencari orangtua Nona hingga ajal menjemput mereka dalam kecelakaan itu. Jadi data itu masih terkunci hingga sekarang di data RS tersebut. Ntah maksud dari mereka itu apa? apa mungkin itu akan dijadikan alat untuk mengancam kita dimasa depan kami tak tau Nona. "