SURRENDER

SURRENDER
Part 10 Bye, Loser..



Tap


Tap


Tap


Terdengar suara langkah mendekat, Gemi menghapus air matanya dan merilekskan tubuhnya kembali.


CEKLEK


"Gem..."


"Hm."


"Nih obat Lo."


"Thanks Bi, udah bawain kesini."


"Santai. Justru gue yang harusnya bilang, thanks udah mau bertahan dan sorry gue gak ada pas Lo butuh. Pasti sakit kan tadi.. hiks... hiks... "


"Udah lah yang udh ya udah. Gak sakit kok, Lo lupa gue tu cewek strong. Lagian yang harusnya minta maaf itu gue bukan Lo. Gue Lagi-lagi ngerepotin Lo, dan thanks udah bawa gue kesini. Rasanya masih sama kayak biasanya."


"Ah, Lo mah gitu, ini gue beneran sedih. Lo malah becandain sakitnya."


"Hidup itu jangan dibawa sedih, dibawa santai lah sekali kali biar berasa hidup ini."


"Issh..."


"Ya kan bener hidup itu dinikmati biar berasa hidup, sedih gak menyelesaikan masalah. Mood baik lancar segala rencana."


"Lo mah selalu gitu, gak bisa serius."


"Jangan serius serius ntar baper, bahaya."


"Baper pala Lo, kita bukan pacaran ya."


"Hahaha, ya kali aja Lo ada rasa sama gue."


"Rasa gigi Lo itu."


"Hehehe."


"Kesel gue sama Lo."


"Mbodo amat."


"Pengen gue hih rasanya." Bintang memperagakan gerakan mencekik.


"Mau coba Lo, kebetulan tangan gue butuh samsak dadakan."


"Ayo kita separing, kebetulan gue juga butuh latihan, udah lama ini."


"Taulah, mending Lo buruan minum tu ramuan."


"Yang bikin gue gak buru minum kan celotehan Lo."


"Ya in aja, gue yang salah biar cepet."


"Nah gitu dong."


"Nih gitu Ding."


"Hahaha, ntar malem aja Lo nginep tempat gue bisa? mumpung itu para member medusa lagi balik ke alamnya. Kesel gue sama hobi numpang makannya."


"Sip lah, atur aja kapan jam nya gue datang. Gue bolos aja ah, nanggung mau balik ke kelas. Enak juga baringan sini bareng Lo ya"


"Suka Lo aja, di larang juga makin jadi. Mending gue diem hemat tenaga. "


"Hm..hm..."


"Dih... tidur dia. Ngatain gue *****, la situ apa? cih..cih.."


Melihat sang sahabat tidur, Gemi pun ikut menutup mata lagi menyusul Bintang ke alam kesukaan mereka.


 ----------- ------------ ------------


Bel sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Semua penghuni sekolah meninggalkan kelas dan sekolah. Ada yang sudah dijemput, baru keluar parkiran, ada juga yang masih didalam lingkungan sekolah, dan ada juga yang sedang menunggu jemputan di luar dan dalam sekolah.


Gemi melangkah pelan menuju gerbang, ia hendak ke seberang menunggu bis di halte depan sekolah tersebut. Bintang sudah pulang duluan bersama dengan sopirnya karena mobilnya sedang di servis pagi tadi. Sebenarnya Bintang tadi sudah menawarkan tumpangan ke rumah, cuma di tolak halus oleh Gemi. Karena Gemi akan pergi ke tokonya terlebih dahulu sebelum pulang, dan juga alasan lainnya adalah karena ia tidak ingin menyusahkan orang lain sekalipun itu sahabat sendiri.


Ketika Gemi sedang berjalan, ia tak sengaja melihat mobil Gala yang baru saja keluar parkiran menuju gerbang. Matanya tak sengaja bertemu pandang dengan gadis di samping Gala. Gemi membaca gerak bibir gadis itu mengucapkan kata yang disertai seringaian dalam diam.


"Bye..Loser."


Gemi mengepalkan tangannya, ia marah pada keadaan selalu tak berpihak. Dan tanpa sengaja Gala pun melihat kearahnya, Gemi pun lantas memilih memutus pandangan dan melanjutkan langkahnya seolah tak melihat apa-apa.


"Gem.."


"Eh,..."