SURRENDER

SURRENDER
Part 15 Rapat Kecil Ala - Ala (3-end)



" Oke. Ntar Abang kirim berkas mereka yang terpilih. "


" Sip. Lanjut ke kak Erin. "


" Langsung aja ya. Dibulan ini ada beberapa kasus pengembalian buku sehari setelah pembelian di lakukan, ntah itu pembelian secara online maupun offline. Barang yang dikembalikan itu jenis yang sama, persediaan untuk barang ini sekarang hanya tersisa beberapa buah saja. "


" Apa penyebabnya kak? cacat produksi kah? "


" Ya, itu yang menjadi keluhannya. Padahal barang ini sedang diminati banyak orang, banyak online shop yang menjual produk ini. "


" Lantas apa mereka sudah diganti? "


" Sudah. Tim membongkar langsung satu persatu kemasan barang jenis Ini. Memang ada kecacatan di produk ini lumayan banyak dari yang kita pesanan dari penerbit ini. Setelah di pilah, kami pisahkan keduanya dan dikemas ulang. Sudahnya barang yang tidak ada cacat produk kami pajang kembali dan sebangian kami gunakan untuk berjaga-jaga bila ada penukaran kembali. Dan sebagiannya lagi kami masukan ke kardus untuk kita kirim kembali ke penerbit guna mendapatkan ganti rugi atas pembelian sebelumnya. "


" Kita minta ganti produk sebagian dari yg kita kembalikan. "


" Kenapa hanya sebagian? "


" Mereka pasti kesulitan dana jika semuanya kita ambil. Belum lagi nama mereka juga sudah dibicarakan oleh para pembeli diluar sana. Kita hanya perlu ingatkan agar lebih selektif lagi. Semua bisa berbuat salah tanpa disengaja dan disadari. Buat pelajaran aja, kita lebih bangun usaha kita jadi lebih baik kedepannya. "


" Sip.Hari ini juga akan kakak kirim sesuai permintaan. Lo selalu baik. "


" Gue gak sebaik itu kak. "


" Cih, merendah terus... ampek lantai... "


" Biarin, Wlee.. "


" Oke, rapat kita selesai disini ya. Ada lagi? "


" Cukup. "


" Oke. Sebelum keluar aku mau ingetin bansos tahunan kita bentar lagi. Jadi seperti tahun-tahun sebelumnya, sisihkan beberapa barang dari toko kita yang kira-kira berguna untuk mereka, sedikit uang hasil penjualan dari ke-3 kios biar aku yang urus, dan untuk cafe seperti biasa siapkan catering untuk diberikan dihari yang sama. Meski masih ada waktu 1 bulan lagi, alangkah baiknya jika kita cicil sedikit demi sedikit. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika ada saran untuk tambahan target bansos kabari langsung ke gue kak, bang. Biar gue masukkan ke daftar. "


" Sip. "


" Oke, silakan kembali ke tempat masing-masing. Gue juga udah ditunggu sama temen di cafe. "


" Kita keluar duluan ya. "


" Hem. "


Setelah itu mereka bertiga beranjak dari sofa dan melangkah keluar ruangan menuju ruangan mereka masing-masing.


CEKLEK


CEKLEK


TAP


TAP


TAP


Terdengar langkah menjauhi ruangan, Gemi pun mulai beranjak setelah membereskan beberapa map dan melangkah mendekati pintu keluar.


CEKLEK


CEKLEK


" Buset dah, udah mau abis aja. "


" Eh,. bikin kaget aja sih Poo. Untung gak mati tersedak. "


" Sorry sorry.. Gue lama ya perginya? "


" Gak juga. "


" Masak. Lo aja makan duluan itu, Griz. "


" Oh ini.. Gue laper banget, tadi belum makan siang. Hehehe. "


" Iya tah? Tumben biasanya Lo gak pernah telat makan, yang ada makan terus tiap ada kesempatan. "


" Hehehe.. tau aja Lo Poo. "


" Huuuu... "


" Udah makan sana abis itu pulang. "


" Hem. "


Mereka berdua pun makan sambil melihat hiruk pikuknya jalanan.


" Selasai. Kenyang parah. Enak menunya sesuai dengan lidah gue, rekomen. "


" Hem. "


" Lo ada urusan apa disini? "


" Biasa penjualan, pemasukan dan lainnya lah. "


" Penjualan?? "


" He eh. "


" Maksudnya? "


" Iya. Penjual... " ucap Gemi terputus.


DERTT


DERTT


------------- ------------ ------------


Maaf kalau kurang SREK sama part rapat 1-3 ya. Aku juga gk terlalu tau. 🙏🙏