STAY ON HERE

STAY ON HERE
CHAPTER 25



Pesta Ulang Tahun Jeni


Malam ini bener bener meriah banget suasananya, mulai dari dekorasi yang mewah, tempatnya yang mewah dan mahal, serta para tamu yang hadirpun berpenampilan modis dan mewah semua.


Sesuai undangan, pesta ini akan dimulai pada pukul 19.00 nanti. Jadi masih ada waktu setengah jam lagi bagi tuan rumah untuk mempersiapkan dirinya. Tepat nya disebuah ruangan presidential suite, Jeni beserta kedua orang tuanya saat ini sedang dirias dan mempersiapkan diri sebelum acara dimulai.


"Tuan, sebagian tamu undangan sudah ada yang datang. Sebaiknya tuan dan nyonya segera turun untuk menyambut. " ucap asisten papanya Jeni.


"Baiklah, kami akan segera turun. " jawab papa Jeni singkat.


Sang asisten menghilang dari balik pintu. Lalu papa dan mama Jeni pun bersiap untuk turun keballroom hotel yang sudah disulap bak negri dongeng. Hotel bintang lima yang saat ini menjadi tempat berlangsungnya pesta ulang tahun Jeni itu adalah milik orang tua Jeni. Jadi tak heran jika pesta itu dibuat seperti dinegri dongeng.


Satu persatu tamu mulai hadir, dan siapapun yang datang diacara itu mentap kagum pada keindahan pesta Jeni.


"Aduh Ta, aku kok minder ya. Yang dateng kesini orang kaya kaya semua, aku pulang lagi aja deh Ta. " melihat situasi didalam pesta seketika membuat Jelita minder.


"Apaan sih Jel, jangan mikir yang aneh aneh deh. Udahlah kita masuk aja dulu, kalo elu gak nyaman kita gak perlu nunggu pesta ini selesai. Sehabis acara inti kita langsung balik aja, gimana? " Sita mencoba memberi pengertian pada Jelita.


Demi Sita, Jelita pun menyetujui pendapat sahabatnya itu. Mereka masuk dengan menunjukkan kartu undangan yang sudah diberikan Jeni. Beberapa saat setelah mereka didalam, tiba tiba mc memberi aba aba kalau Jeni akan segera memasuki ballroom.


"Hai hai.. Semuanya yang udah hadir disini, terimakasih banyak atas waktu kalian. Karna acara inti akan segera dimulai, jadi langsung saja kita sambut pemilik acara hari ini. Jeni… beri tepuk tangan yang meriah. "


Prok... Prok.. Prok...


Suara tepuk tangan dari para tamu terdengar bersahutan. Seiring dengan itu, mulai terlihat Jeni memasuki ruangan dengan balutan gaun yang melekat indah ditubuhnya.


Dengan didampingi oleh kedua orang tuanya, Jeni naik keatas panggung.


( POV JENI )


Namaku Jeni Alexander, aku merupakan putri tunggal dari Jhony Alexander dan Nita Alexander. Papa mama ku saat ini telah masuk kejajaran 10 besar orang terkaya di negri ini, dan hal itu juga yang membuat ku bangga dalam setiap melangkah. Sebab gelar putri konglomerat selalu bertandang dibelakang namaku.


Bahkan digelarnya pesta ulang tahunku saat ini menjadi pesta termahal disepanjang tahun ini. Bagaimana aku tak bangga atas diriku sendiri, aku juga sangat menyayangi kedua orang tua ku. Karna apapun yang aku mau pasti selalu mereka turuti. Maklumlah, sebagai anak tunggal yang selalu disayangi sudah pasti mereka melakukan itu.


Saat ini aku, kedua orang tuaku dan mc sedang berada diatas panggung. Kami sedang menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan sangat meriah.


" ***Happy birth day Jeni… happy birth day Jeni…


Happy birth day, happy birth day, happy birth day Jeni…


Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga…yey***… "


Suara kami semua terdengar meriah saat menyanyikan lagu itu.


" Jeni, ayo sekarang potong kuenya. Lalu berikan kepada orang terkasih. " suara mc memberi aba aba dan terdengar lantang. Disambut tepuk tangan meriah oleh semua tamu.


Aku pun mulai memotong kue yang dipesan orang tuaku, seharga delapan juta itu. Kemudian aku menyuapkan kepada papa lalu mama ku.


"Setelah orang tua, berikan suapan kue itu kepada someone special mu Jeni, come on !! " kata mc itu lagi. Sejenak aku berfikir, siapa yang seharusnya aku berikan potongan kue ini. Sebab aku belum memiliki kekasih.


Yah, mulai dari sini aku harus lebih berani lagi. Kali ini pilihanku jatuh pada Jovan. Aku akan menunjukkan pada semua orang bahwa hanya Jovan lah yang pantas bersanding denganku.


"Gue akan berikan potongan kue ini buat Jovan. " seketika setelah aku mengatakan hal itu, semua orang menyambut dengan tepuk tangan dan sorak sorai meriah.


"Ini untuk mu Jo. " ucapku sambil tersenyum, ia menerima suapanku dengan senyum yang terlihat memaksa.


"Selamat ulang tahun Jeni. " ucapnya dengan pelan setelah menerima suapan dariku.


"Terimakasih Jo. " kemudian ia juga memberikan aku kado. Setelah menyerahkan kado itu untukku, dia langsung turun. Padahal aku berharap dia akan menemaniku hingga acara usai. Tapi ya sudahlah, nanti akan aku cari dia setelah acara penyerahan kado dari orang tuaku selesai.


"Oke gaes, sekarang waktunya untuk penyerahan kado dari papa mama Jeni kepada putri tercinta mereka. Kita sambut dengan tepuk tangan, yeay… "


Papa dan mamaku memberikan bingkisan kecil yang dibalut kain bludru lembut, diikat dengan pita warna gold membuat kesan kotak kecil ini menjadi sangat mewah.


"Thankyou pa, ma. " aku mencium pipi kedua orang tuaku. Lalu aku membuka kotak kado itu dengan perasaan senang.


"Wah… thankyou so much pa ma. "


"Sama sama sayang. "


Aku benar benar senang, saat tau kalau kado yang diberikan oleh orang tuaku sangat spesial. Ini adalah cincin emas putih bermatakan berlian mahal, dua bulan yang lalu aku dan kedua orang tuaku menghadiri pameran berlian diluar kota. Jujur aku langsung tertarik saat melihat berlian ini untuk pertama kalinya, namun saat itu aku pesimis karna harganya amat sangat mahal. Berlian ini dibandrol sekitar dua milyar lebih, benar benar fantastic. Akan tetapi saat ini berlian impianku sudah ada ditanganku, ini akan menjadi salah satu investasi besarku juga.


Setelah acara inti selesai, aku hendak mencari Jovan serta teman temanku berada. Sekaligus hendak menyapa para tamu yang sudah hadir disini. Tapi aku justru melihat Jovan sedang bersama wanita udik itu.


"Sialan, kenapa mereka terlihat sangat akrab? Wah, ini gak bisa dibiarkan nih. Aku takut mereka akan semakin dekat. " aku berjalan mendekati Jelita dan Jovan, walau pun sebenarnya sangat sulit bagiku untuk bisa menahan rasa cemburu ini, namun sebisa mungkin aku menutupinya didepan mereka semua.


"Hai semuanya.. " Sapaku kepada mereka semua yang saat ini ada dihadapan ku.


"Hei Jeni. "


Satu persatu mereka memberikan selamat secara khusus padaku. Tak terkecuali wanita udik itu dan juga teman temannya. Walaupun sebenarnya aku tidak sudi jika harus berpura pura baik pada orang yang tak kusuka seperti ini.


Setelah berbicara alakadarnya, aku pun meninggalkan mereka. Lalu aku kembali untuk menemui orang tua ku. Akan tetapi saat berada didekat papa mama ku, aku baru teringat akan sesuatu. Sontak saja aku berteriak.


"Aaaaa… papa, mama …… "


( POV END )









...Kira kira si Jeni kenapa ya gaes,, mau tau kelanjutannya? Dukung author dulu dong!! Biar author tetep semangat up date, oke 👌 ...