STAY ON HERE

STAY ON HERE
CHAPTER 20



Prankk…


Suara gelas jatuh menggema dan itu membuat orang orang disekitar mereka menoleh. Nathan yang hendak pindah duduk disamping Jelita malah menyenggol gelas minuman milik Sita.


Dan bukan hanya itu, es jeruk yang telah dipesan Sita mengguyur kebaju Jelita bahkan handphone yang dipegang Jelita ikut basah semua.


"Astaga kak Nathan !! " Sita terkejut dengan kejadian barusan.


Sedangkan Jelita hanya bisa bengong melihat handphonenya basah.


"Sorry sorry, kakak gak sengaja. " ucap Nathan kepada adiknya. Tak menghiraukan perkataan kakak nya, Sita justru menoleh ke arah Jelita.


"Jel, lu nggak apa apa kan? " tanya Sita saat melihat Jelita sedikit shock.


"Eh, eee… enggak pa pa kok. " setelah kembali kesadarannya Jeli langsung mengambil tissu guna membersihkan hp nya.


Namun naas tak dapat dihindari, handphone Jelita sudah mati. Ia beusaha menghidupkannya kembali, namun tak bisa. Seketika Nathan langsung berjongkok dihadapan Jelita, ia berniat hendak meminta maaf.


"Maafin aku Jel, aku gak sengaja. Sini handphone nya biar aku benerin. " tanpa perintah, Nathan mengambil handphone dari tangan Jeli. Ia berusaha membersihkan dan menyalakannya.


Dan hasilnya masih sama, hp itu tidak mau menyala sama sekali. Melihat wajah Nathan yang gugup membuat Jeli angkat bicara.


"Udah kak Nathan, ndak usah diperbaiki lagi. Mungkin memang sudah rusak, biarkan saja. Ndak apa apa kok kak. " Jeli berusaha menutupi rasa sedih nya dengan memasang senyum.


"Nanti bakalan kakak ganti ya Jel, kamu tenang aja. "


"Gak usah kak, nggak apa apa kok. Nanti Jeli beli sendiri. " entah mengapa ia mengatakan hal seperti itu. Jeli hanya tak ingin membuat Nathan merasa bersalah, meskipun ia sendiri belum tau harus membeli hp pakai apa. Sebab ia sendiri belum ada tabungan untuk kearah situ.


Sedangkan Sita hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah kakak nya.


"Sejak kapan kak Nathan bisa sebaik dan seperhatian itu sama cewek. Aneh deh!! " Sita hanya bisa bergumam sendiri melihat keanehan sikap kakaknya.


Setelah kejadian itu tak banyak lagi yang mereka bahas, sekiranya selesai mengisi perut mereka bertiga langsung kembali ke rumah Jelita.


*


*


Hari ini Jelita, Sita dan Nathan berencana untuk kembali ke Jakarta. Karna sebentar lagi masa liburan usai, jadi akan banyak persiapan untuk mereka dalam mengahadapi semester baru dalam tahun ajaran terakhir disekolahnya ini.


"Hati hati yo nduk, bapak sama ibuk gak bisa nganter. Nanti kalau Jelita lulusan pasti bapak, ibuk sama adek kesana kok. "


Pak Budi nampak sedih sebab belum bisa mengantarkan putrinya kembali ke Jakarta. Terlihat juga raut wajah kesedihan diwajah bu Lastri, ia nampak beberapa kali menyeka cairan bening yang terus keluar dari pelupuk matanya.


"Jaga diri yo nduk, selama kamu disana. Harus patuh, nurut sama eyang. Kalau bisa bantu bantu eyang disana, nanti kalau ada rejeki dan kesempatan ibuk sama bapak pasti kesana. "


"Yang terpenting sekolahnya harus rajin, harus pinter. Jelita dan Kenzie harapan bapak sama ibuk. " bu Lastri menciumi Jelita, seolah olah ia akan berpisah lama sekali dengan putrinya.


Jelita pun hanya bisa mengangguk sambil terus mengusap air matanya, entah mengapa suasana pamitan ini benar benar terasa haru. Seolah olah mereka tak akan berjumpa lagi.


Bukan hanya orang tua Jelita, Kenzie adik nya pun ikut menangis sesenggukan. Jelita hanya bisa memeluk dan memberinya ciuman sayang.


Setelah puas berpamitan, rombongan Jelita memulai perjalanan untuk kembali ke Jakarta.


*


*


Kurang lebih sekitar delapan jam mereka tempuh melalui perjalanan darat via tol. Didalam perjalanannya, Nathan berhenti di rest area hanya dua kali saja.


Dan kini mereka sudah tiba di Jakarta kembali, Nathan lebih dulu mengantarkan Jelita kerumah eyangnya.


"Makasih ya Sita, kak Nathan. Mampir dulu yuk ! " ajak Jelita saat sudah tiba didepan rumah eyang Ningsih.


"Sama sama Jel, tapi makasih lho sebelumnya untuk tawarannya. Tapi lain kali aja kami mampir, soalnya kita mau langsung istirahat dirumah aja. Iya kan kak? "


Sita menolak secara halus serta meminta persetujuan dari kakaknya.


"Iya Jeli, lain kali aja kami mampirnya. Salam aja buat eyang ya. " timpal Nathan.


Jelita turun dari mobil lalu melambaikan tangan ke arah mereka.


"Bye Jeli… !! "


Setelah mobil Nathan hilang dari pandangannya, barulah Jelita masuk kerumah eyang Ningsih.


"Yang… eyang… Jeli udah kembali. "Jeli masuk kerumah eyangnya dengan senyum merekah sembari menenteng oleh oleh yang dibawakan ibunya.


"Eh, kamu udah balik Jeli. Naik apa tadi? " tanya eyang Ningsih.


"Sudah yang, tadi bareng sama Sita. Kebetulan Sita disusulin sama kakaknya kesana ya udah kami bareng sekalian. " Jelita menjawab pertanyaan eyang Ningsih setelah mencium punggung tangan nya.


"Oh, … ya sudah kalau begitu. Jeli istirahat aja dulu, jangan lupa bersihkan badan sama makan sebelum istirahat ya. " titah eyang Ningsih.


"Baik eyang, Jeli masuk dulu ya. "


Jelita berlenggang masuk kedalam rumah menuju kamarnya.


Haripun berganti, kini saatnya untuk Jelita kembali ke aktivitas biasanya. Yaitu menimba ilmu disekolah, ia berangkat menuju sekolah dengan naik angkot.


Untuk naik angkot memang membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih ekstra. Sebab untuk menuju ke jalur angkot yang mengarah ke sekolahnya, ia harus berjalan lumayan jauh. Belum lagi kebiasaan angkutan umum itu pasti selalu berhenti berhenti guna menaik dan menurunkan penumpang.


Hal itu disiasati Jelita dengan berangkat lebih awal, gadis berpenampilan sederhana itu bertolak kesekolahnya pukul setengah enam pagi.


Dengan begitu ia tidak akan terburu buru didalam perjalanan.


SMA HARAPAN


Sesampainya disekolah Jelita mulai mengikuti pelajaran dengan tenang, tidak ada hal yang spesial kala itu. Hingga lonceng tanda istirahat berbunyi, dan semua murid mulai berhamburan keluar kelas.


"Jel, lu mau ke kantin? " tanya Sita sembari memasukkan buku dan alat tulisnya ke laci meja.


"Ho' oh. Laper nih. " jawabnya jujur.


"Tapi gue kebelet njir, lu duluan aja deh. Ntar gue nyusul, jangan lupa cariin kursi juga yak buat gue! "


"Oke deh !! "


Sita berlalu dari kelas dengan langkah yang cepat, sebab ia benar benar sedang kebelet.


Sedangkan Jelita melangkah menuju kantin, setelah memesan minuman dan makanan Jelita membawa nampannya menuju kursi kosong. Namun tak disangka saat Jelita membalikkan badan, ia menyenggol seseorang sehingga kuah soto yang ia pesan tumpah kebaju seorang siswi.


"Auuwhh… !! Panas… panas… "


Gadis itu berteriak sebab kepanasan kena kuah soto milik Jelita. Dan Jelita juga terlihat syok atas kejadian yang menimpanya itu. Dengan cekatan ia membersihkan baju gadis itu dengan tisu.


"Maaf ya aku gak sengaja. Maaf… banget !! " Jelita berusaha meminta maaf sambil terus membersihkan baju yang kotor.


"Lu kan anak udik itu, berani banget lu cari masalah ama kita? Udah bosen hidup lu? " ucap salah satu teman gadis itu. Seketika Jelita menoleh, dan yah! Dia tau serta ingat betul siapa gadis yang bersuara langtang itu.









...Sampai sini dulu ya, kita lanjut di next chapter 😘👋...