
Brugh...
"Auwwhh… "
"Lu gak apa apa? " tanya Jovan saat menolong Jelita dari percobaan tabrak lari. Yah, Jovan sudah curiga dengan kecepatan mobil itu. Apalagi ada Jelita yang hendak melintas di jalur mobil itu.
Dengan sigap Jovan menarik tubuh Jelita yang hampir saja kena srempet mobil ugal ugalan itu. Karna Jovan kurang dalam pijakan kakinya, membuat aksinya berujung jatuh kepinggir jalan.
Kejadian itu disaksikan beberapa orang yang kebetulan ada dilokasi atau hanya sekedar lewat. Orang orang disitupun berbondong bondong mendekati Jelita dan Jovan.
"Gak apa apa neng? "
"Lain kali hati hati mbak. "
"Wah hampir aja jadi korban tabrak lari kak. "
"Mending minggir dulu aja bang, kasian kakaknya masih syok. "
Berbagai pertanyaan terlontar dari para warga, mereka juga membantu Jelita dan Jovan untuk segera bangkit dari situ.
"Terimakasih pak buk, kakak kakak semuanya. Lebih baik kami pulang dulu. " ucap Jovan saat sudah berada didepan cafe.
Kebetulan sepulang sekolah tadi Jovan berniat membeli makanan, sebab nanti ada jadwal kerja kelompok dengan teman temannya. Jadi seperti biasanya, ia akan membeli beberapa cemilan dan minuman buat dirumah nanti.
Namun saat hendak masuk mobilnya, Jovan melihat mobil yang berlalu kencang kearah Jelita. Dengan cepat ia berlari menuju Jelita, untungnya ia bisa tepat waktu. Sehingga Jelita bisa selamat, dan dirinya sendiri juga selamat.
"Jel, lebih baik lu gua anterin aja deh. Gak baik kalo lu pulang sendiri, kelihatan kalo elu masih syok. " Jovan menawarkan diri untuk mengantar Jelita. Memang jelas terlihat wajah Jelita masih pucat, dan dipastikan ia masih merasa syok dengan kejadian beberapa menit yang lalu.
"Gak usah Jo, aku bisa pulang sendiri kok. " tolaknya secara halus. Ia hanya merasa tak enak hati bila harus merepotkan Jovan jika mengantarnya pulang.
"Udah, gue gak terima penolakan. Ayo masuk!! " Jovan menarik tangan Jelita agar mendekati pintu mobilnya, lalu membukakan pintu besi berjalan itu.
Jelita tak bisa menolak lagi, ia pun masuk dan duduk disamping Jovan yang saat ini sedang fokus menyetir.
"Apa ada yang sakit Jel? " tanya Jovan hingga memecah keheningan yang terjadi.
"Enggak kok Jo, kamu sendiri gimana. Tadi kan sempet nolongin aku, terus ikut jatuh juga. Ada yang luka gak? "
"Enggak, tenang aja. " sahut Jovan dengan senyum manis dibibirnya.
Harusnya Jelita merasa percaya dan tenang dengan pengakuan Jovan, namun tidak lagi saat ia melihat lengan kanan Jovan, ada setetes darah yang jatuh kecelana sragamnya.
"Jo, tanganmu ! " pekik Jelita, ia panik dengan apa yang di lihatnya. Jovan pun melihat tangannya lalu tersenyum lagi kearah Jelita.
"Ah, hanya luka kecil kok Jel nanti juga kering sendiri. Udah gak usah dipikirin. " ucap Jovan sembari terus fokus menyetir.
"Tapi gak ngerepotin elu? "
"Enggak Jo, intinya aku yang terima kasih banget karna kamu tadi udah nolongin aku. "
"Oke deh! Thanks Jel. "
Jelita menanggapi dengan anggukan kecil.
Setelah mendapat petunjuk arah dari Jelita, kini mobil Jovan sudah berada didepan rumah eyang Ningsih. Jelita turun lebih dulu, lalu disusul oleh Jovan.
"Masuk dulu Jo, biar aku ambilin kotak p3k nya. " Jeli mempersilahkan Jovan masuk, namun Jovan melihat kursi diteras depan rumah. Kebetulan teras itu sejuk sebab ada pepohonan disekitarnya.
"Gua tunggu disini aja deh Jel, gak apa apa kan. Gue lihat sejuk banget disitu. " tutur Jovan sambil menunjuk kursi panjang yang terbuat dari kayu.
"Boleh, tunggu sebentar ya! Aku ambil obatnya dulu. " Jelita segera berlalu masuk kedalam untuk mengambil obat obatan. Tak butuh waktu lama Jelita keluar dengan nampan ditangannya yang berisikan kotak p3k dan segelas air sirup dingin.
"Jo, ini diminum dulu ya. Habis itu biar aku obatin lukamu. " ia menyerahkan minuman itu kepada Jovan.
"Thanks Jel. " Jovan menerima gelas itu lalu meminum beberapa tegukan.
Setelah meletakkan gelas kembali ke meja, Jelita segera membersihkan luka ditangan Jovan. Lalu mengobatinya dengan sangat telaten. Begitu selesai mengobati luka Jovan, mereka berdua dikagetkan dengan suara seorang pria yang memanggil nama Jelita.
"Jelita ! "
Sontak saja Jovan dan Jelita menoleh kearah sumber suara.
•
•
•
•
•
•
•
...Kira kira siapa ya yang dateng? Penasaran deh,. Ya udah kita lanjut di next chapter aja ya.. Bye👋👋...