STAY ON HERE

STAY ON HERE
CHAPTER 11



SMA HARAPAN BANGSA


Hari ini adalah hari terakhir masuk sekolah sebelum libur panjang. Jelita dengan wajah yang sumringah masuk kepelataran sekolah, karna sudah selesai ujian semester jadi tidak ada mata pelajaran seperti biasanya kali ini.


"Jeli, Jel.. " panggil seseorang dari arah belakang.


Karna merasa namanya dipanggil, Jelita pun menoleh kearah sumber suara.


"Sita! " ucapnya sambil tersenyum saat melihat yang memanggilnya adalah Sita.


"Tumben Jalan kaki? " tanya Jelita heran, karna biasanya sahabatnya itu selalu memakai kendaraan pribadinya saat kesekolah.


"Mobil gue masuk bengkel kemarin, tadi nebeng sama kakak gue. Tapi karna dia buru buru, jadi gue diturunin digapura depan sana. " ucapnya sambil menunjuk arah dia diturunkan tadi.


"Oh… kamu punya kakak ya Ta? Aku baru tau kalo kamu ternyata punya kakak. "


"Iya Jel, gue punya kakak dua. Yang pertama cewek, tapi udah nikah terus ikut suaminya. Yang kedua cowok, sekarang masih kuliah. " ujar Sita menjelaskan. Dan mereka pun berbincang sembari berjalan menyusuri lorong sekolah.


"Emm… gitu ya. Aku gak tau soalnya kamu gak pernah cerita sama aku sih! Tak kira kamu anak tunggal. "


"Oh ya, nanti pas liburan panjang kamu mau liburan kemana Ta? " tanya Jelita pada Sita, dan seketika gadis tomboy itu menoleh kearah Jelita.


"Gak kemana mana Jel, gue disini sini aja. Hehe… " jawab nya sambil tersenyum kecut.


"Kenapa Ta? " seolah Jelita tau tentang kegelisahan temannya itu, ia pun mengajak Sita duduk disalah satu kursi yang ada ditaman sekolah.


"Kagak napa napa, emangnya kenapa? " kali ini Sita bisa menguasai keadaan. Dengan cepat ia kembali tersenyum dan ceria, membuat kehawatiran Jelita musnah seketika.


"Tapi serius kan kamu gak kenapa napa? " tanya nya sekali lagi.


"Kagak Jel, I'm fine. Udah, dari pada mikir yang enggak enggak mending kita ke kantin aja yuk! "


"Ayuk !!! Aku juga udah laper banget nih. " sahut Jelita dengan semangat.


Dan kini mereka berdua pergi ke kantin bersama sama.


Saat ini mereka sudah berada dikantin, Jelita dan Sita memesan makanan mereka masing masing.


"Jel, nanti pas udah liburan kita jalan jalan aja yuk. Staycation dimana kek gitu. " ucap Sita sembari mengunyah makanan yang ia suapkan kemulutnya.


"Maaf Ta, tapi aku gak bisa e. Soalnya lusa aku sudah harus ke Solo, aku mau liburan disana. Lagian aku udah kangen banget sama orang tua dan adek ku. " terangnya.


"Oh gitu ya, enak ya jadi elu Jel. Liburan bisa sama orang tua dan adik lu. " ujar Sita dengan senyum kecut. Melihat ekspresi Sita membuat Jelita tau betul, bahwa sebenarnya Sita sedang memendam kesedihan namun ia tak tau apa itu.


"Ta, kalau memang kamu mau cerita sesuatu sama aku gak apa apa. Cerita aja Ta!! Aku tau kamu sedang merasa sedih, jadi jangan kamu pendem sendiri Ta. " tutur Jelita dengan lembut.


"Gak apa apa kok Jel, gue cuma sedih aja soalnya orang tua gue belum bisa pulang pas liburan nanti. " jelasnya dengan wajah lesu.


"Oh itu tho… jangan sedih Ta. Kalau kamu mau, kamu bisa ikut aku ke Solo kok. Kita liburan disana, kamu belum pernah ke kota Solo kan? " sahut Jelita dengan wajah berbinar.


"Ya boleh dong ! Tapi kamu harus ijin dulu sama orang tua mu ya Ta, takut dicariin nanti. "


Mendengar penuturan Jelita membuat Sita hanya bisa berkata pelan.


"Boro boro dicariin, gua mati aja orang tua gua juga gak bakalan mau tau. "


Namun Jelita masih mendengar nya samar samar.


"Apa kamu bilang Ta? " tanya Jelita penasaran.


"Enggak gak apa apa kok. Hehehe… ya udah habisin makanan lu Jel, abis itu kita cabut yuk! "


"Ayuk! "


Setelah itu mereka menikmati makanan yang ada dihadapan masing masing hingga tandas.


Setelah kegiatan sekolah usai, murid murid pun mulai bubar dari lingkungan sekolah. Begitu juga dengan Jelita dan Sita. Mereka berdua jalan beriringan menuju gerbang sekolah.


Ternyata kakak nya Sita sudah menjemput di depan gerbang, terlihat dari mobil sport mewah yang terparkir dipinggir jalan.


"Jel, kamu pulang naik apa? " tanya Sita.


"Aku mau naik angkot aja Ta, naek dari jalan raya sana. " jawab Jelita.


"Dari pada naik angkot bareng aku aja yuk! " tanpa menunggu persetujuan dari Jelita, Sita menarik tangan sahabatnya itu kearah mobil kakaknya.


"Eh eh… mau kemana Ta??! " protes Jelita.


Tok tok tok…









...Kita sambung dichapter selanjutnya ya gaes.. ...


...Bye bye 👋👋...