
"Huhhf.… "
Begitu tiba didepan rumah kontrakan yang ditempati orang tuanya, Jelita sedikit menghela nafas kasar. Setelah bisa menguasai dirinya, ia mengulurkan tangannya lalu mulai mengetuk pintu.
Tok tok tok...
Belum ada sahutan dari dalam, sehingga Jelita mengulangi nya lagi.
Tok tok tok...
"Buk… bapak… Ken… " Jelita mencoba memanggil mereka yang didalam rumah. Mungkin karna waktunya masih sangat gelap, sekitar pukul dua dini hari, sehingga orang orang masih terlelap dalam tidurnya.
"Mereka masih tidur mungkin Jel. Apa kita tunggu disini sampe pagi aja? " tawar Sita, namun Jelita merasa tidak tega dengan Sita bila mereka harus menunggu diluar.
Tapi untungnya, tak lama setelah itu ada suara kunci dibukak dari dalam.
Klek klek !!
Dan pintu pun terbuka.
"Bapak. "
"Lhoh, kamu to nduk." dengan mata yang berkaca kaca Jelita langsung memeluk bapaknya dan pak Budi pun membalasnya.
"Kok gak ngabarin kalau mau balek? " pak Budi mengurai pelukan putrinya.
"Iya pak, karna Jeli mau ngasih kejutan buat kalian. Oh ya ibuk sama Ken dimana pak? "
"Ibukmu masih tidur, Kenzie juga masih tidur. Genduk ini siapa? " tanya pak Budi saat melihat Sita yang berada disamping Jelita.
(Genduk : sebutan untuk anak perempuan bagi orang jawa).
Jelita menoleh kearah Sita, lalu ia memperkenalkan nya.
"Ini temennya Jeli pak, namanya Sita. Sita ini bapak ku. "
Setelah diperkenalkan, Sita segera mengulurkan tangannya lalu menyalami tangan kanan pak Budi.
"Saya Sita pak, teman sekolahnya Jelita. "
"Oh iya. "
"Emm.. Sebenarnya Sita ini mau ikut Jelita untuk liburan disini pak. Boleh ndak pak? " Jelita bertanya.
"Ee.. Gimana ya? " pak Budi nampak sedikit berfikir, dan itu membuat Jelita dan Sita sedikit tegang. Lalu tak lama kemudian ia tersenyum.
"Ya boleh to nduk. Masak ndak boleh, lha wong nduk Sita udah jauh jauh kesini e, mosok suruh balek lagi kan kasian. Hehe … "
Seketika Jelita dan Sita pun ikut tersenyum lebar.
"Ya udah ayo kita masuk, dingin diluar. " pak Budi turut membantu membawakan tas gadis gadis itu.
Saat mereka berjalan masuk, pak Budi membuka omongan lagi.
"Tapi maaf lho nak Sita, rumah kami ya begini ini. Seadanya aja ndak apa apa to? "
"Gak apa apa kok pak, saya senang boleh menginap disini. Terimakasih ya pak. "
Pak Budi hanya tersenyum dan mengangguk.
"Iya pak. " Sahut mereka secara bersamaan.
Akan tetapi saat Jelita dan Sita hendak masuk kekamar Jelita, tiba tiba bu Lastri keluar dari kamar.
"Ibuk… "
Jelita segera mendekati ibunya dan berhambur memeluk wanita paruh baya itu. Gadis itu menangis sesenggukan di pelukan sang bunda, melepas kerinduan yang selama ini ia tahan.
Begitupun dengan bu Lastri, beliau juga kaget serta terharu, karna akhirnya bisa bertemu dengan putri kesayangan nya lagi. Pemandangan itu tak luput satu detik pun dari netra Sita, gadis itu merasa sangat iri pada Jelita.
Banyak sekali perasaan yang tak bisa ia ungkapkan, hanya air mata yang dapat mewakilinya.
Setelah puas berpelukan, kini bu Lastri baru mendapat kesempatan untuk berbicara.
"Kamu kenapa pulang gak ngomong sama bapak ibuk nduk, tau gitu kan kami bisa jemput kamu to. " tutur bu Lastri sembari menyeka air matanya.
"Jeli kan mau kasih surprise buat bapak ibuk dan Ken, o ya buk. Kenalin ini Sita teman sekolahnya Jeli, selama liburan dia mau disini buk, gak apa apa kan buk. " tak lupa ia memintakan ijin pada sang ibu untuk Sita.
"Boleh nduk, ibuk seneng kalau ada dua anak gadis dirumah ini. Jadi ibuk kan ada temennya. " bu Lastri menjawab dengan senyum merekah dibibirnya.
Sebagai tanda hormatnya Sita menghampiri bu Lastri, lalu mencium punggung tangan nya.
"Terimakasih banyak ya buk, saya sudah di ijinkan menginap disini. "
"Sama sama nduk. "
Tiba tiba suara pak Budi mengagetkan mereka semua.
"Sudah sudah, kangen kangenan nya nanti lagi. Sekarang kalian berdua istirahat dulu saja sana ! Pasti kalian capek to? " ujar pak Budi.
"Iya, lebih baik kalian istirahat saja dulu. Ini juga masih gelap. " timpal bu Lastri.
"Nggeh buk, ya sudah kami masuk dulu ya. " ucap Jelita.
"Saya permisi pak buk. " pungkas Sita.
Lalu kedua gadis itu masuk ke kamar Jelita, untuk sejenak mengistirahatkan tubuh mereka yang penat karna perjalanan yang cukup melelahkan tadi.
•
•
•
•
•
•
•
...Udah dulu ya bestie, kita lanjut di next chapter.. ...
...Da dha.. Bye bye... 👋👋😉...