STAY ON HERE

STAY ON HERE
CHAPTER 13



Saat Jelita menoleh kebelakang, ternyata ada seorang wanita mengenakan jaket kulit dengan topi yang bertengger dikepalanya. Saat wanita itu melepas topinya, Jelita pun terkejut.


"Sita ??!! "


Yah, ternyata Sita temannya yang saat ini sudah duduk tepat dibelakangnya.


"Hehe… " ia hanya tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi rapi nya.


"Kenapa kamu disini? " tanya Jelita yang masih kaget dengan kehadiran Sita.


"Gue kabur pas perjalanan mau ke bandara. Hihihi… " jelas Sita tanpa rasa bersalahnya.


"Apa? Kabur??! " seketika Sita membekap mulut Jelita, yang saat itu reflek menaikkan nada bicaranya akibat terkejut hingga membuat orang orang disekitar mereka melihat heran ke arah Sita dan Jelita.


"Ssstt… " Sita memberi isyarat menggunakan jari telunjuknya. Jelita pun mengangguk paham.


"Terus sekarang kamu mau kemana Ta? "


"Gue mau ikut lu aja ke Solo Jel. Bolehkan? ! " ia mengedip ngedipkan matanya agar Jelita memberi ijin untuk dia ikut.


"Lha terus kakakmu emangnya gak nyariin Ta? "


"Nyariin, ini !! " Sita menunjukkan layar handphonenya yang menandakan ada panggilan masuk dari kakaknya, Nathan.


"Lhoh !! Lha itu kakak mu telfon kenapa gak kamu angkat Ta? "


"Sengaja, biar aja do'i nyariin gue, pokoknya gue gak mau ikut dia ke Bali. Ke Bali sih udah sering, kalo ke Solo kan belum pernah. "


Mendengar penuturan Sita membuat Jelita geleng kepala.


Jelita melirik handphone Sita yang terus bergetar, dengan cepat ia mengambil benda pipih itu dari tangan Sita, lalu menggeser tombol hijau.


"Hallo ! " terdengar suara disebrang sana dengan nada tinggi, bahkan berbicara tanpa spasi. Hal itu membuat Jelita sedikit menjauhkan layar ponsel dari daun telinga nya.


Setelah suara Nathan sudah mulai pelan, dan terdengar Nathan memanggil manggil nama Sita, baru lah Jelita mulai berbicara lagi.


"Ha halo, maaf kak ini saya Jelita temannya Sita. Saat ini Sita sedang bersama saya. " Jelita menjelaskan dengan rasa gugupnya.


"I i iya kak, Sita ada disini. Kami sedang menuju kota Solo, saya minta maaf ya kak. Saya sendiri juga tidak tahu kalau ternyata Sita sudah berada di mobil yang sama dengan saya. " Jelita berbicara dengan sangat hati hati.


"Kami naik travel kak. "


"Hah?? " Jelita sedikit melirik kearah Sita, lalu kembali mendengarkan Nathan.


"Baik kak. "


Sambungan telfon pun terputus, kemudian ia serahkan kembali handphone nya Sita.


"Enggak apa apa Ta, dia marah marah karna kamu kabur gitu aja. Bahkan mereka semua saat ini sedang kebingungan mencari mu. "


"Udah lah, biarin aja Jel. Kalo gak kayak gitu, mereka gak bakalan ada kerjaan. Haha … " ujarnya dengan enteng.


Jelita terlihat bingung, seperti ada yang sedang dia sembunyikan. Namun entah apa itu.


Mobil pun terus melaju membelah padatnya jalanan, Jelita dan Sita sangat menikmati perjalanan nya. Bahakan mereka sempat tertidur, dan kini terbangun karna mobil yang mereka naiki berhenti di rest area.


Para penumpang turun satu persatu, ada yang langsung ke toilet ada juga yang langsung mengambil jatah makan yang sudah disediakan oleh pihak terkait.


"Huh… lega nya, elu udah selesai Jel? " tanya Sita saat baru keluar dari bilik toilet umum.


"Udah, kamu laper gak Ta? "


"Laper, kita beli makan dulu aja gimana Jel? "


"Nggak usah beli, kita udah dapet jatah makan gratis. Ayo kita duduk disebelah sana. " Jelita menunjuk deretan kursi yang memang desediakan untuk para pelanggan.


"Oh gitu ya, ayok lah kalau begitu !! " akhirnya mereka berdua menikmati menu makanan yang telah disiapkan untuk para penumpang.


Setelah selesai semua, rombongan mereka kembali melanjutkan perjalanan. Mobil travel itu hanya berhenti di rest area sekitar dua kali saja.


Jujur Sita sangat antusias dalam perjalanan nya kali ini, karna ia belum pernah sama sekali pergi ke kota Solo. Bahkan sempat beberapa kali ia bertanya pada Jelita.


Masih lama gak Jel? Udah sampe mana ini Jel? Kira kira brapa kilometer lagi Jel?


Tapi hal itu malah membuat Jelita senang dan merasa terhibur.


Dan pada saat menjelang dini hari mereka baru tiba di kota Solo. Berhubung naik travel, mereka tidak perlu susah susah menyambung kendaraan. Karna sudah diantar sampai depan rumah langsung.









...Oke kita lanjut di next chapter ya gaes.. Bye 👋👋...