STAY ON HERE

STAY ON HERE
CHAPTER 15



Tok tok tok...


Tiba tiba saja terdengar suara pintu diketuk dari luar, ketukan itu sedikit kecang dan kasar. Jelita yang memang suka sensitif saat tidur, langsung bangkit dari tempat tidurnya.


Dan sepertinya ia tau siapa pelaku penggedoran di pagi pagi buta itu. Dengan langkah beratnya Jelita melangkah mendekati pintu lalu membukanya.


"Mbak… "


"Ken… kenapa kok pagi pagi gangguin kakak. "


Ternyata Kenzie adiknya Jelita yang mengetuk pintu itu, anak laki laki berumur sembilan tahun itu baru tahu kalau kakak perempuan nya pulang. Bu Lastri yang memberi tahunya.


"Mbak, Ken kangen lho sama mbak. Oleh oleh buat Ken mana mbak? " dengan polosnya bocah itu meminta oleh oleh pada sang kakak.


"Minta oleh oleh? " tanya Jelita dengan seringai licik nya.


"He'e !! " jawabnya cepat.


"Cium mbak dulu baru tak kasih. "


"Eemuuahh… udah mbak. " ucap nya sembari mengusap bibirnya yang bekas untuk mencium kakaknya tadi.


"Lhoh, kok di usap seh? Jahat kamu Ken, gak sayang mbak yo. " Jelita menampilkan ekspresi pura pura marah.


"Ayo to mbak, mana oleh oleh buat Ken. Ken keburu mau main sama temen temen nih. " rengek Ken lagi.


"Iyo iyo, kok tambah galak seh kamu? Ya wes tunggu bentar yo. "


Jelita berjalan mendekati koper yang ia bawa semalam, lalu membukanya. Kemudian ia mengeluarkan sebuah kotak yang dibungkus kertas kado.


"Ini le cah bagus, oleh oleh dari mbak. Dijaga yang bagus yo, jangan langsung rusak. " ia menyerahkan kotak itu pada Kenzie.


"Opo ini mbak? " tanya Ken penasaran sambil memperhatikan kotak itu.


"Ya bukak en sendiri. "


"Ya wes, maturnuwun mbak. "


Setelah mendapatkan hadiah dari kakaknya, Kenzie langsung berlari kedepan rumah. Sedangkan Jelita kembali masuk kamar, ia mengambil handuk dan baju ganti, sebab dia akan mandi.


Saat Jelita sudah tak terlihat dikamar itu lagi, Sita membuka matanya lebar lebar lalu duduk. Ternyata dari tadi Sita mendengarkan pembicaraan antara Kenzie dan Jelita, bukan hanya Jelita yang terganggu akibat gedoran pintu Kenzie tadi. Sita pun juga terbangun karena hal itu.


"Walaupun keluarga ini sangat sederhana, namun kehangatannya membuat siapapun yang ada disini merasa nyaman. "


"Gue sungguh merasa iri melihat keharmonisan keluarga ini. Kapan ya keluarga gue bisa seperti ini ?! Hanya karna harta, semua orang bisa jadi g*l@. "


"Ta, kamu udah bangun ? " tanya Jelita saat melihat Sita sudah terduduk diatas kasurnya yang hanya beralas karpet.


"Iya Jel, suasana di desa itu beda ya. Udaranya lebih seger, masih banyak ayam berkokok bersahutan. Beda banget sama dikota, banyak polusi kalo pagi yang didenger suara bisingnya kendaraan. "


"Iya Ta, sebenarnya aku juga masih betah tinggal di Solo. Tapi keadaan yang menuntut aku harus pindah ke Jakarta. " Jelita berbicara dengan raut wajah yang sendu.


Melihat perubahan diraut wajah sahabatnya itu membuat Sita merasa tidak enak.


"Sory ya Jel, kata kata gue ada yang salah ya? Kok elu jadi sedih sih. "


"Ah, enggak kok Ta. Aku gak apa apa! "


Saat Jelita mengedipkan mata, air mata nya pun terjatuh juga. Kini dirinya tak bisa menyembunyikan air mata itu didepan sahabatnya. Sita pun reflek memeluk Jelita, seolah ia bisa merasakan tentang kesedihan bestie nya.


"Lu ada masalah apa Jel? Cerita sama gue. Gue siap jadi pendengar setia lu. "


Mendengar perkataan Sita, Jelita pun mengangkat wajahnya. Menatap lekat wajah Sita, ia hanya ingin memantapkan dirinya. Akankah ia bisa bercerita dengan Sita?


"Sebelum sesuatu terjadi pada keluargaku, sebenarnya bapak itu dulunya adalah pengusaha batik lokal. Usaha beliau lumayan bagus saat itu, dan kehidupan keluarga kami pun sangat terbilang cukup. "


Sita nampak sangat mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Jelita.


"Bahkan rumah kami yang dulunya sangat sederhana, tapi akhirnya bisa diperbaiki sedikit demi sedikit hingga menjadi sangat layak. "


"Namun akhirnya semua itu berakhir, karna bapak ditipu oleh temannya sendiri. Beliau rugi hingga milyaran, dan semua aset yang dimiliki keluarga kami dengan terpaksa harus dijual semua. Demi menutupi kerugian yang dialami. "









...Sampai sini dulu ya bestie.. Kita lanjut di next chapter bye 👋👋...