Snow

Snow
Bab 7#



"sudah tenang,menghirup udara segar saat sedang marah memang menenangkan,kamu baik baik saja kan kesya"dia berbicara sambil mendekatiku.


" kenapa kamu kesini mau ngetawain aku sama kayak mereka,ketawa aja sepuasnya kalin cuma tau


ngebuli tanpa tau perasaan orang yang di buli .aku memang terlihat baik baik saja tapi aku hancur dari dalam"aku menangis dan berteriak pada bagaskara


untuk pertama kalinya aku menangis di depan seseorang selain mama,bagas memelukku dengan lembut untuk menenangkanku.bagas memelukku dengan erat seakan akan dia juga bisa merasakan yang aku rasakan.


"jangan nangis,aku lebih suka kesya yang cuek yang selalu keliatan tenang,galak ,yang tegar bukan cengeng"kata kata bagaskara membuatku tenang dan semangat lagi.


"kenapa ,kenapa kamu slalu ada di saat aku susah padahal aku udah bersikap keras sama kamu ,kenapa kamu gak ngejauh"aku bertanya pada bagaskara kenapa dia betah dengan sikapku.


"aku selalu ingin di dekat kamu gak perduli kamu mau marah,cuek ,atau ngeselin sama aku ,aku seneng saat kamu seneng tapi aku hancur saat ngeliat kamu nangis karena aku suka sama kamu ,aku suka sama kamu bukan dari kemarin aku baru masuk sekolah tapi aku suka sama kamu dari kita masi di bangku SMP sejak kamu jadi temen pertama aku"bagaskara menatapku dengan hangat dan menggenggam tanganku dengan lembut ,rasanya sangat nyaman bagiku.


"kesya kamu inget sama anak gendut yang selalu di katai bola sama anak anak dulu di sekolah. aku ngerasa sendirian di buli sama mereka tapi kamu ,kamu mau jadi temen aku dan tiap ada yang ngejek aku pasti kamu lawan anak gendut itu aku .kamu dulu lindungin aku maka sekarang aku lindungi kamu"bagaskara menceritakan lebih jelas tentang aku dan dia.


aku terkejut dengan apa yang baskara katakan ,tidak ada seseorang yang perna menyatakan cintanya padaku.aku melepas tangan bagaskara aku belum dapat menerima perasaannya karena kau takut kecewa sekali lagi seperti papa yang ninggalin aku,aku takut bagaskara nantinya juga pergi sama seperti papa.aku tidak menjawab pertanyaannya aku hanya diam .


"kesya aku butu jawaban,aku udah lama suka sama kamu"ucap bagaskara dengan tatapan penuh harapan padaku.


"aku setuju,aku janji sama kamu kita bakal main salju bareng nanti dan untuk saat ini jangan larang aku untuk jagain kamu"bagaskara setuju dengan perjanjian yang ku buat bahkan dia ingin melindungiku .aku hanya mengangguk saat dia berkata ingin melindungiku.


aku dan bagas turun ke bawa menuju kelas tatapi sindy memanggilku dan memberi tahuku bahwa guru BK mencariku untuk menyelesailan masalah di ruang ganti tadi.aku pergi ke ruang BK untuk menghadap guru, bagaskara menemaniku dan menungguku di luar luar ruangan.saat aku masuk raya juga ada di sana.


"kesya apa yang terjadi di ruang ganti tadi hingga kamu sampai melukai teman tim basket kamu,memang masalahnya tidak bisa di bicarakan baik baik?"ucap guru BK dengan waja serias bertanya padaku.


"maaf pak ,ada bisa tanyakan langsung pada raya dia yang menyulut api dan saya hanya memadamkannya saja"jawabku dengan tenang dan menjawap dengan tegas.


"saya...saya juga tidak mengerti pak saya hanya mengingatkan dia agar latihannya lebih fokus ,saya liat kesya hanya memperhatikan bagaskara saat latihan pak padahal peretandingan basket udah sabtu ini lalu kesya marah dan menghajar saya pak"raya menjawab tanpa rasa bersalah dan memutar balikkan fakta ,dia bahka mengeluarkan air mata buayanya untuk membuat guru iba padanya.


aku tidak terima dan langsung memukul meja dan berdiri menghadap raya.raya berpura pura sebagai gadis lemah yang di tindas olehku.


"dia berbohong pak saya tidak mungkin menyakitinya hanya gara gara alasan tidak masuk akalnya"ucapku dengan tegas.


"kesya ini ruangan saya ,saya harap kamu bisa menghargai saya sebagai guru di sini jika tidak saya akan panggil orang tua kamu sekarang!"aku tidak percaya guru percaya pada raya,aku tidak bisa menjawab karena guru akan melaporkanku pada mama ,aku tidak ingin mama semakin setres dan jatuh sakit aku hanya bisa diam.


"pak kesya gak salah saya punya bukti kalau raya yang memulainya"bagas datang sambil memegang henphone di tangannya.