
pagi itu suasana terasa berbeda sunyi tanpa suara ribut dari papa dan mama,aku merasa lebih tenang dan mulai bersiap ke sekolah.mama menungguku di meja makan ,kami sarapan bersama pagi ini. setelah sarapan mama yang mengantarku ke sekolah mengendarai mobil. kami mendapatkan hidup baru yang tenang.
aku sampai di gerbang sekolah ,sebelum masuk mama memelukku dengan hangat.aku turun dari mobil dan menatap mama yang pergi pulang,saat itu aku berharap hidupku akan bahagian dengan hanya aku dan mama. aku berjalan memasuki sekolah hingga.
tin..tin..tin...
suara kelakson sepeda berbunyi ke arahku.
"kesya bareng ya ke kelas aku taru motor dulu "bagas
suara kelakson motor bagaskara dia memintaku untuk menunggunya ,tetapi saat dia menaruh motornya aku berjalan menuju kelas tanpa menunggunya.
"kes,kesya kok ninggalin sih kan aku minta kamu tunggu aku"ucapnya sambil berlari ke arahku.
"kenapa emang kalok aku gak mau nunggukamu,kekelas sendiri kenapa sih kamu bukan anak kecil yang mesti di tunggu buat ke kelas"ucapku dengan nada menjengkelkan agar bagas marah padaku dan menjauh.
" kan lebih enak kalo ada temen bisa dia ajak ngobrol ,oh ya katanya selama seminggu ini full jam kosong katanya cuma 1 pelajaran aja yang di bahas yah soalnya sekolah ikut lomba lomba selama minggu ini.lomba basket kamu sabtu ini kan aku pasti dateng"bagaskara berbicara dengan semangat dan tidak perduli dengan sikap dinginku.
"bodo amat kamu dateng atau enggak gak ngaruh apa apa sama pertandingan aku sabtu ini ,gak dateng juga lebih bagus gak ganggu"kataku tetap dengan nada menjengkellan.
seperti biasa bagas diam dan menanggapi sikapku dengan tersenyum,padahal teman teman yang lain selalu marah padaku jika aku bersikap acuh dan arogan.
karena jam kosong selama 1 minggu latian basketku dilakukan pertengahan jam pelajaran di sekolah jadi kami tidak perlu latihan sore hingga malam.arya datang menghampiriku untuk memberi tahukan pemajuan jam latian kami. aku pergi ke ruang ganti olahraga untu mengganti pakaian basket bersama tim basket putriku.
"sin,sindy leparin bolanya ke sini, tolong ambilin lempar ke aku"aku meminta sindy melemparkan bolanya padaku tetapi bagas yang mengambilkannya.
"udah aku yang ambilin "ucap bagas sambil berjalan ke arahku dengan memegang bolanya.bagas terlalu fokus padaku sampai dia tidak melihat ada bola basket milik tim putra yang melambung ke arahnya.
bola itu mengenai bagas hingga membuat dia tarjatuh aku berjalan ke arahnya, teman teman putriku juga pergi melihatnya .mereka bertanya dan khawatir dengan bagas karena mereka menyukai bagas.aku langsung membantunya berdiri ,teman temanku menatapku dengan tatapan iri dan marah.
"coba liat kesya sok sokan lagi, sikapnya sok dingin tapi dia caper ke bagaskara munafik banget"ucap salah satu timku berbisik pada yang lain ,tetapi aku tidak perduli apa yang mereka katakan.
aku melihat kaki baskara terluka karena kakinya jatu terbentur ke pinggir lapangan.aku pergi mengambil plester di tasku lagi laluku tutup luka baskara dengan plester,karena dia terjatu untuk mengambilkan bola yang ku minta.
"lemah banget sih jadi cowok dikit dikit luka,yang kemarin aja belum sembuh ditambah ini"aku mengatainya karena kesal.
"makasi yah mulai perhatian sama aku ,gak papa kok aku luka yang banyak jugak boleh kan ada kamu yang ngobati luka aku"bagaskara berbicara dengan lembut dan tersenyum padaku.seketika aku memukul lukanya karena dia berbicara seenaknya.
"aww aww sakit kesya kok di pukul sih"ucapnya dia memegang tanganku karena aku memukulnya.
"mangkanya jangan ngomong sembarangan ,emang aku baby sister kamu , yang slalu jagain kamu"ucapku dengan nada kesal dan melepas tangan bagaskara yang memegangiku.aku berdiri dan pergi kelapanga untuk berlatih dengan serius tanpa peduli omongan teman teman timku.
aku melihat bagas ,dia tertawa kecil padaku saat ku bilang aku bukan baby sisternya