
"hahaha kamu masih saja lembek ,masa memukul bantalnya seperti anak kecil"aku tertawa terbahak bahak meledek bagas.
"biari aku gak mau bikin tuan putriku sakit ,ehh salah besok kan udah mau ketemu mama papa jadi udah resmi jadi calon "ucap bagas pandai dalam bermain kata kata.
aku memukulkan bantal semakin keras padanya dan dia membalas dengan pelan ,karena aku memukulnya terlalu keras dia hampir terjatuh dan aku segera menariknya ke arahku.tetapi dia malah jatu menindihiku.mata kami saling bertatapan ,bagas mulai menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi mataku.
perlahan dia mulai menciumku sambil meraba rabah tubuhku,aku ingin menghentikannya tetapi aku malah menikmatinya.kami melakukan hal yang lebih serius,bagas mulai melepas pakaiannya dan aku hanya dia terpaku.bagas kemudan juga secara perlahan melepaskan pakaianku,aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya dan menutup mataku seketika mulai terasa sedikit aneh juga sedikit rasa sakit.
***keesokan paginya ***:)
aku terbangun pagi ini dengan rasa sakit dan lemas, aku baru ingat tentang kejadian semalam.aku melihat raka sedang tidur di sebelahku dan pakaian kami yang berserakan di bawah.aku benar benar tidak menyangka aku melakukan malam pertamaku sebelum menikah.bagas membuka matanya dan melihatku.
aku segera memunggungi bagas dan tidak ingin melihatny dan mulai sedikit menangis dengan rasa takut yang menyelimutiku.
"kesya kamu gak papa kan,maaf semalem aku gak bisa nahan diri aku"bagas secara perlahan menyentuh bahuku.
"aku takut,aku takut bagas kalau ada orang yang tau dan yang terpenting aku takut kamu ninggalin aku"aku mulai terhisak hisak menangis dan tanganku mulau sedikit gemetar.
"hei hei suttt udah jangan nagis aku gak bakalan ninggalin kamu,kamu harta berharga buat aku"bagas mulai memelukku dari belakang.
aku membalikka badanku dan memeluk erat bagas ,bagas menenangkanku dan berkata bahwa semuanya baik baik saja.saat sarapan bersama dengan arya dan sindy aku bersikap semuanya baik baik sajah,kami terus mengobrol seperti biasanya.
"hmm iya bener,bagas mama papa kamu suka kue yang seperti apa"tanyaku pada bagas.
"kalau papa sukak sama kue yang berhubungan sama coklan dan kalau mama suka rasa apa saja asalka ada cremnya"bagas memberitahuku dengan begitu teliti.
untungnya sindy sangat mahir dalam membuat kue jadi aku dapat menunggu perintahnya saja.bagas dan arya juga membantu kami membuat kuenya,kami membuat kue hingga sore.untungnya kue kuenya sudah selesai di buat ,kami segera bersih bersih dan siap siap untuk menemui orang tua bagas.
"gak usah kawatir mama papa orangnya baik banget jug bakalan restui hubunngan kita"bagas berusaha menenagkan rasa kepanikanku.
"aku cuma takut ngelakuin kesalahan yang bakal bikin mereka benci sama aku"jelasku pada bagas.
bagas terus menenangkanku dan menyuruhku membawa boneka beruang putih ,agar bisa di peluk selama perjalanan.kami segerah turun dan berangkat menujuh vila mama bagas.
perjalana cukup menyenagku ,sepanjang jalan aku melihat pohon pohon yang tertutup salju.aku mulai gugup kembali dan mulai memeluk boneka yang ku bawah dengan sangat erat.akhirnya kami sampai di vila mama bagas dan mulai berjalan menuju ke dalam.
"wih keren juga vila mama kamu meski di tengah huta gini tapi tetep cantik"ucap arya memujinya.
"bagas kamu sudah sampai ,papa kamu masih ada di dalam ayo semuanya masuk di luar cuacanya dingin"ucap mama bagas menyambut kami.