
Kita akhirnya sampai di salon yang tante ratna tuju.aku memang suka berdandan tetapi seumur hidupku aku dan mama tidak perna pergi ke salon.pegawai salon membukakan pintu untuk kami dengan sangat ramah.
"Kamu gak usah tegang santai ajah ayo duduk"ucap tante ratna.
"Eh... iya tante "aku langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Aku baru sadar kalau tante ratna memesan layanan VIP.ada yang memasangkan masker wajah pada ku juga ada yang merias kuku ku.setelah riasan kuku tangan aku merasakan ada yang memijat kakiku di air hangat lalu mengelapnya dengan lembut.
Kami menghabiskan waktu 1 hari penuh untuk melakukan semua itu.saat semuanya selesai tante ratna menyuruhku untuk pergi mengganti pakaanku dengan gaun yang baru kami beli tadi,aku menuruti keinginan tante ratna.
Setelah semuanya selesai tante ratna langsung membawaku ke tempat pertunangan bagas.kami tiba di tempat tujuan ,aku fikir ini hanya acara lamaran biasa tetapi ini di sebuah restoran besar.pantas saja aku harus terlihat sempurna,saat berjalan masuk aku melihat gadis yang menemui bagas di rumah sakit dia juga ada di sini.
"Sudah ku duga memang dia yang akan bagas lamar,dia benar benar terlihat cantik dan anggun memang pantas untuk bagas"ucapku dalam hati sampil tersenyum .
Semua tamu yang di undang oleh bagas adalah teman teman di masa SMA juga teman teman papa dan tante ratna.ini benar benar acara lamaran yang cukup besar dan mewah.
"Selamat malam semuanya,terima kasih karena sudah mau hadir di acara pertunangan saya dengan gadis yang paling sangat saya cintai"bagas memulai acaranya.
Bagas memanggil gadis itu ke atas panggung dan mulai memperkenalkannya pada semua orang.aku sudah tidak dapat menahannya aku berjalan menuju ke luar meninggalkan acara pertunangan mereka.
"Kesya tunggu!!"bagas memanggilku.
Aku langsung menghapus air mataku dan menoleh ke arahnya.
"Ehh i..iya kak kenapa"aku tersenyum saat menatap bagas.
"Kamu mau pergi lagi,ini acara yang penting jadi jangan pergi"ucap bagas.
"Hehehe ini cuma mau ngambil handphone di mobil ketinggalan ,lagian ini kan acara pertunangan kakak mana mungkin kesya pergi"terus berusaha menahan air mata.
Tap..tap..tap..(suara langkah bagas yang berjalan ke arahku).
"Hah apa!!!"aku yang terkaget kaget.
Bagas hanya menatapku dan terus tersenyum.aku tidak yakin ini nyata ,air mataku sudah tidak terbendung lagi .aku menangis di hadapan semua orang dan menampar bagas.semua orang terkejut melihat apa yang sudah aku lakukan.
"Apa kamu bodoh berhenti bermain main ,aku sudah cukup lelah menahan rasa cemburu,sakit hari ,kecewa,iri padamu jadi jangan permainkan aku!!!"aku langsung membentaknya di hadapan semua orang.
"Hehehe aku gak perna main main tentang perasaanku ke kamu itu semua sudah pernah aku jelasin kan,jadi sekarang aku mau ngelamar kamu"bagas mengeluarkan kotak berisi cincin .
Aku bertanya bagaimana dengan gadis itu dan ternyata dia adalah saudara sepupu bagas dan dia sudah menikah.saat itu dia menjenguk bagas di rumah sakit sebagai kakak bagas menceritakan tentang melamarku sambil memegang tangan sepupunya untuk meminta saran.
Bagas juga memanghilnya ke atas panggung untuk berterima kasih atas saran yang dia berikan.semuanya hanyalah kesalapahaman ku sajah.
"Sudah jelaskan jadi kamu menerimanya atau tidak"tanya bagas sekali lagi.
"Tapi kita kan saudara"ucapku.
"Astaga kesya kan kalian bukan saudara kandung atau sedarah jadi gak apa apa ,karena itu juga tante restuin kalian"sahut tante ratna.
Aku hanya tersenyum dan langsung menatap bagas.aku mengangukkan kepalaku yang artinya aku menerima lamarannya.bagas memasangkan cincinnya di jati tengahku dan semua orang bertepuk tangan.
"Makasih yah,emm ngomong ngomong bekas tamparannya tadi masih sakit loh"bagas mengusap ngusap pipinya.
Umuach(aku mencium pipi bagas).
"Udah gak sakit kan "ucapku.
"Iyah ,emm aduh aduh masih sakit nih kiss lagi dong"bagas mengelus pipinya sambil tersenyum menatapku.
"Ihh apaan sih ,gak ada gak ada"aku tertawa kecil.