
aku membawa baskara pergi ke UKS untuk mengobati luka lukanya.aku mengompres lebam di wajahnya dan memasangkan plester di dahinya yang terluka,seketika bagas tertawa padaku.
"apa yang lucu kok ketawa,jangan mikir yang aneh aneh yah kalok enggak aku tambain luka kamu"aku dengan nada mengancam pada bagas dan masih bertanya tanya apa yang lucu.
"hahaha ,engak aku gak ketawain kamu aku ngetawain diri aku sendiri aku baru 3 hari masuk di sekolah ini dan juga ke 3 kalinya kamu kasih plester.ini mungkin cobaan buat dapetin kamu yah"bagas tertawa kecil dan tersenyum padaku.
"mangkanya jadi cowok jangan lembek lawan dong arya tadi bukannya lawan malah ngalah"ucapku dengan tegas padanya.
"mana mungkin kamu udah anggep dia kayak saudara kamu ,kalok aku lawa dia aku takut kamu sedih dam benci sama aku"ucap bagas padaku.
aku tau bagas berusaha keras agar aku tidak sedih,sejujurnya aku juga mulai merasakan perasaan yang aneh padanya.aku yang tidak peduli pada siapapun awalnya tetapi aku bisa sangat peduli dan khawatir dengannya.aku tidak ingin sendiri lagi aku merasa tenang bila bagas di dekatku dan aku senang jika dia peduli padaku,apakah perasaan ini menunjukkan bahwa aku juga mencintainya.
"sekarang semua orang tau kalau kita pacara,jadi bagas kamu harus lebih peduli padaku"ucapku sambil duduk di sebelah bagas.
"aku mengerti kita hanya bersandiwarakan,tapi nantik sandiwara ini akan menjadi nyata setelah aku menepati janjiku"bagaskara menatapku dan memegang tangan kiriku.
"kita tidak bersandiwara aku benci berbohong,aku juga suda menerimamu tadi apakah kamu tidak mau mejadi pacarku"untuk pertama kalinya aku berbicara dengan gugup,aku tidak menatap mata bagas karena pipiku terasa panas.
"janji itu tentu saja harus di tepati aku akan angap janji itu sebagai hutangmu padaku yang harus kau bayar"ucapku dengan tegas pada bagas dengan wajahku yg masih merona.
bagas hanya mengangguk sambil tersenyum padaku dan bagas mencubit pipiku yang merona karena malu padanya.
saat pulang sekolah bagas mengajakku pergi jalan ,dia akan menjemputku jam 7 nantik.aku meminta izi pada mama untuk pergi ke luar bersama bagas dan tidak bisa makan malam bersama mama.mama mengizinkanku dan memintaku untuk tidak boleh pulang lebih dari jam 10.
aku segera bersiap siap pergi ke kamar dan aku sudah siap hanya tinggal menunggu bagas datang menjemputku.terdengar suara bell berbunyi dari luar dan ternyata itu adalah bagas,bik siti mebukakan pintu dan mempersilahkan bagas untuk masuk lalu bik siti memanggilku. aku segera menuruni tangga dan menemuinya.
"ma kesya berangkat dulu yah"ucapku sambil berpamitan pada mama.
"iya hati hati ,bagas tolong jaga kesya yah kamu juga jangan mudah marah memang sikap kesya kadang ngeselin"pesan mama pada bagas dengan tersenyu.
"iya tante saya pasti jagain dia nantik saya juga bakak anter kesya tepat waktu,kalau masalah sifat kesya yang nyebelin saya udah kebal tante, saya juga gak bakal marah sama kesya kalau hanya masalh sepele"bagas berbicara dengan sangat sopan pada mamaku dan aku lihat mereka cukup akrab.
bagaskara mengajakku pergi ke pasar malam dia mengajakku bermin semua permainan seperti komedi putar,rumah hantu,lempar bola dan menaiki ayunan perahu.bagas memberiku boneka domba padaku hadiah dari lempar bola tadi. aku dan bagas pada akhirnya menaiki bianglala sambil memakan beberapa cemilan yang bagas belikan ,aku sangat senag saat itu dan ini pertama kalinya aku bermain ke pasar malam