
pagi ini aku terbangun dan kurasa aku sudah lama tertidur.benar saja saat ku lihat jam di hanphoku aku terbangun sudah jam 11.13,aku menyadari ada yang aneh aku tidak terbangun di kamarku.entah aku tidut di kamar dan di rumah siapa ,ada seseorang yang mengetuk pintu dan itu adalah bagas.
"tok tok tok apakah putri sudah bangun,oh ternyata sudah lihatlah ini sarapan ada putri"bagas masuk sambil membawakan sarapan untukku.
"bagas,ini kamar siapa kamar kamu trus kenapa aku di bawak ke sini"aku bertanya penasaran.
"huh tuan putriku ini lupa yah ,aku bawak kamu ke sini karena impia kamu"bagas menaruh sarapan di atas meja sambil tersenyum padaku.
bagas perlahan berjalan menuju tirai besar di sebelah tempat tidurku lalu membukanya,aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat.semuanya nyata benar benar nyata impianku berhasil terwujut dan janji bagas padaku dia benar benar penepatinya. di luar penuh dengan salju,aku menatap bagas sambil tersenyum bahagia lalu berlari ke arahnya dan langsung memeluknya.
"makasi sudah ngewujutin mimpi aku ,tapi kali ini gak ada mama yang nemenin aku"aku memeluk erat bagas sambi mulai menangis.
"hei hei udah jangan nangis liat aku ,aku udah pernah bilang memang sekarang gak ada mama kamu tapi aku udah jadi keluarga kamu sekarang jadi jangan nangis"bagas mulai menghapus air mata di wajahku.
aku hanya mengangguk dan mulai tersenyum,bagas memintaku cepat cepat menghabiskan sarapanku lalu kita akan segera bermain salju di luar.selesai sarapan aku pergi untuk mandi dan segera memakai pakaian musim dingin.aku sungguh sangat bahagia impianku selama bertahun tahun akhirnya bisa terwujut.
"bagas aku sudah siap ayo main"aku turun dari kamarku dan langsung mengajak bagas bermain salju di luar.
"iya bentar tunggu mereka dulu kan kasia kalau di tinggal"ucap bagas.
siapa lagi yang bagas tunggu aku juga tidak tau dan saat aku bertanya siapa yang di tunggu bagas hanya bilang"nanti kamu juga tau".
3 menit kemudian
"eh maaf ya kalian nunggunya lama ya"ucap arya.
"arya, sindy kalian juga ada di sini,kayaknya liburan kali ini pasti seru"ucapku gembira.
kami segera pergi ke luar dan mulai bermain salju membuat boneka salju,membuat malaikat di salju,dan bermain lempar bola salju.kami juga mengambil banyak foto saat itu.setelah asik bermain kami berempat berbaring di salju dan menatap langit.
"hmm ohh iya,bagas aku kok bisa sampai di sini sih semalam kita kan lagi ada di pasar malam "tanyaku.
arya dan sindy seketika juga tertawa karena kejadia kemarin,mereka terburu buru menaiki pesawat.
"kesya aku sudah berniat langsung membiusmu kemarin karena kamu tidak cepat tertidur,yah tapi untungnya kamu tidur jadi obatnya ku taruh lagi hahaha" sindy menertawaiku.
"sindy jika sampai melakukan itu maka saat aku terbangun aku akan langsung menghajarmu habis habisa "jawabku pada sindy.
setelah asik bermain di halaman rumah ,bagas menyiapkan mobil dan mengajak kami pergi ke tempat tempat yang keren di london.aku juga tidak lupa membawa boneka beruang yang semalam dan terus memeluknya.aku melewati westmister(sebuah jembatan besar yang dapat membuat kita bisa melihat pemandangan kota london) .
kami berhenti di southbank(sisi dari sungai thames)kami duduk sambil mengemil cemilan hangat yang bagas belikan di situ.setelah itu kami pergi untuk makan siang dan bersantai di coppa club (cafe tempat makan dan tempat bersantai yang berbentuk unik).kami bersantai di sana sekitar 3 jam.kami langsung pergi berkeliling jalanan di london dan juga mampir ke beberapa toko lalu mulai berbelanja,hingga jam 17.32 kami pergi ke london eye (bianglala yang cukup terkenal di londom).
"kita naiknya dua dua arya kamu sama sindy aja yah"ucap bagas.
"alah bagas kamu maunya ngapel mulu,yaudah deh gak papa kita juga gak mau jadi penonton"arya tersenyum pada bagas dan mengajak sindy untuk naik.
"yaudah ayo kita juga naik,kayaknya seru tapi kita gak bakalan jatuh kan"tanyaku pada bagas.
"aduh kesya sayang ,yaudah ayuk naik"bagas menarik tanganku dan kamipun naik.
ini benar benar luar biasa aku dapat melihat semua kota yang bertumpukan salju dan lampu lampu mulai menyalah.aku mulai naik dan naik hingga aku sampai di puncak bianglalanya.
"kesya kata orang kalau kita berada di puncak bianglala bersama pasangan kita ,kita harus ciuman supaya bisa terus bersama"bagas seketika memegang tanganku.
"ehhh emm iya sih aku pernah denger jugak,kita harus yah ngelakuin itu"tanyaku dengan gugup.
"enggak jugak gak papa kalu kita kepisah berarti itu sudah takdir"ucap bagas sambil melihat lihat ke luar.
aku tidak ingin berpisah dengan bagas jadi aku mengambil inisiatif untuk menciumnya langsung,bagas membalas ciumanku dan mulai memeluk erat diriku.