Snow

Snow
Bab 23 #



1 minggu sudah berlalu ,aku juga sudah sampai di indonesia.selama itu aku tidak pernah bertemu dengan bagas ,rumahku sekarang benar benar sunyi.hari hariku juga mulai mrmbosankan setiap pagi bibik menyiapkan sarapan siang harinya aku berada di kamar dan malam hari sangat sangat tenag.


lala..lala..lala(suara handphoneku)


aku mengambil hanphone dan melihat siapa yang menghubungiku malam malam begini dan saat ku lihat itu panggilan dari papa.aku sangat malas untuk berbicara dengan papa tetapi papa menghub berkali kali dan dengan terpaksa aku mengangkat panggilannya.


"kesya maaf papa gangu kamu malam malam begini,besok papa perlu bicara sama kamu 1 kali sajah setelah itu kamu bebas mau lakuin apa aja"dengan memohon papa memintaku.


"kesya capek ,capek sama semuanya papa seneng kalau liat kesya hancur .beso dan seterusnya kesya udah gak mau ada hubungan lagi sama papa"aku menolak ajakan papa dengan sangat kecewa.


"papa mohon kesya ,1 kali hanya sekali.papa memohon dengan sangat kesya"ucap papa sekali lagi.


"yaudah dimana dan setelah ini jangan ganggu kesya lagi"ucapku dengan tegas.


keesokan paginya aku mulai bersiap siap untuk menemui papa dan ku harap semuanya segerah selesai.aku bertemu papa di cafe biasanya kami bertemu,saat sampai aku belum datang jadi aku menunggunya.


setelah beberapa lama aku melihat papa tapi dia tidak sendirian bagas juga ikut.semalam padahal papa tidak bilang jika bagas juga akan ikut bersamanya ,aku sebisa mungkin menahan marah pada papa dan juga bagas.


"kesya kamu sudah nunggu lama ya,papa minta maaf yah tadi jalannya macet"ucap papa aku tidak menjawab papa.


"papa mau jelasin sesuatu tentang semuanaya,papa harap kamu bisa dengerin dengan baik yah"papa meminta padaku untuk memperhatikannya.


"yaudah buruan gak usah ngomong yang lainnya"aku sudah benar benar muak.


aku sangat bingung saat itu,jika mama tidak bisa mengandung lalu aku anak siapa.aku sadar saat itu juga mungkinkah aku hanya anak angkat.


"jadi maksud papa kesya anak angkat papa sama mama"tanpa terasa air mataku mulai menetes.


papa secara perlahan merangkul bahuku dan menenagkanku .papa juga bercerita kalu papa tidak menceraikan mama setelah keguguran karena sudah sangat mencintaiku.


aku memeluk papa dan meminta maaf atas semua sikapku ,papa memaafkanku dan juga meminta maaf karena sudah meyakiti perasaanku karena sikapnya.kami cukup lama berbicara untuk memperbaiki keadaan dan juga bercanda,setelah sekian lama aku bisa merasakan kehadiran seorang ayah meskipun bukan ayah kandungku.


"bagas kamu gaya banget sih di di dalam ruangan kayak gini masih pakek kaca mata hitam"aku mencoba mengobrol denga bagas.


"emm gak apa apa kok kerenkan aku belinya di london sebelum pulang"bagas sambil tersenyum.


"bukak ajah kacamatanya aneh tau ,lebih keren di bukak sini aku bukain"aku mencoba membukakan kacamata bagas.


"jangan!!!!!!!!"bagas langsung menghalangiku membuka kacamatanya.


aku merasa heran kenapa bagas tidak mau melepasnya ,sebegitu sayangnya kah dia dengan kacamatanya.papa memegang tangan bagas sdambil berkata(papa jelasin semuanya sama kesya ya,dia juga berhak tau).


"ini kenapa sih pa ,bagas kamu kenapa gak apa apa kan"aku mulai merasa khawatir padanya.


"saat di london ,saat kalian di hutan mata bagas terlalu dingin awalnya saat sampai di rumah sakit masih baik baik saja hanya sedikit rabun .tetapi setelah 2 hari bagas sudah tidak bisa melihat karena kornea matanya rusak terkena dinginnya salju"papa menceritakan keadaan bagas padaku.