
aku secepatnya pergi ke rumah sakit dengan menaiki taxi,aku tidak mengajak bagas ke rumah sakit karena aku tidak ingin meropotkannya lagi.aku meminta izin untuk pulang lebih awal kepada guru.
aku sampai di rumah sakit,aku melihat bik siti yang menangis dan langsung memelukku.para perawat yang merawat mama juga keluar dengan membawa tabung oksigen yang mama gunakan.
"non yang sabar ,bibik akan tetep jagain non"bik siti berbicara dengan menangis.
hatiku sakit dan dadaku sesak aku tidak ingin pikiranku tentang kepergian mama menjadi kenyataan.seketika air mataku menetes dan aku langsung berlari ke dalam ruangan.aku melihat tubuh mama yang sudah di tutup oleh selimut.
tap..tap..tap..(suarah langkahku secara perlahan).
dokter tetap di dalam ruangan untuk memberi tahuku tentang hal yang tidak inginku dengar.bik siti mengejarku masuk ke dalam ruangan dan melihatku ,
aku membuka selimut yang menutupi wajah mama dengan perlahan.
"ma kesya di sini,mama tau tahun ini kesya ada di peringkat ke 2 .ayo mama bangun kita rayain ,mama buatin kesya nasik goreng lagi kita makan bareng bareng lagi"aku berbicara dengan di aliri air mata.
mama!
mama!
bangun ma!
"kesya sudah tepati janji kesya buat nemeni mama dan gak akan ikut papa tapi kenapa mama yang pergi kesya gak mau sendirian,siapa yang bakal siapin sarapan kesya ,siapa yang bakal ngelus ngelus kepala kesya lagi .mama harus bangun !"aku menangis sejadi jadinya sambil memeluk mama yang sudah tiada.
saat aku terbangun aku berada di kamarku,aku berharap semua yang terjadi hanyalah mimpi tetapi saat aku turun dari kamar aku melihat banyak orang di rumahku.aku pingsan sekitar 3 jam dan untungnya jasad mama belum di kuburkan aku melihat mama untuk yang tetakhir kalinya saat itu.
setelah mama di kuburkan papa datang ke pamakaman mama untuk memintaku ikut bersamanya.
"ngapain kesini belum puas bikin kami menderita"aku bertanya dengan penuh emisi pada papa.
"kesya papa juga turut berduka cita dan papa minta kamu setelah ini ikut papa ,kamu masih harus kulia nanti kamu bisa kulia sama kakak kamu"ucap papa.
"hah apa ,kamu bilang papa maaf anda salah orang .papa saya sudah sejak lama mati ,mati dari hati saya dan sekarang saya anak yatim piatu"dengan nada tegas aku membentak papa.
"hahaha kamu bilang kamu ini papa saya,papa yang udah ningalin anaknya dan istrinya,papa yang buat mama masuk rumah sakit dan papa yang bikin dunia kesya bahagia berubah jadi neraka .itu yang kamu sebut papa"aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi,ku keluarkan semua cacian yang lama ku simpan.
aku memukulinya dan memintanya pergi,aku tidak ingin melihatnya lagi meski hanya untuk 1 detik.aku melihat dia menangis menatapku tetapi aku tidak merasa bersedih karena bersikap kasar padanya papa pantas mendapatkannya.
malam harinya di rumah benar benar terasa sepi ,aku berjalan masuk ke kamar mama dan tidak ada yang memberiku pelulan lagi.aku menangis di kamar mama hingga sekitar pukul 02.14 aku baru tertidur.
kesokan harinya bagas datang ke rumahku dan aku masih tertidur di kamar mama,bik siti yang membukakan pintu dan mengantarkan bagas ke kamar mama untuk melihatku.
"hei selamat pagi tuan putri maaf aku tidak datang kemarin untuk menemanimu aku tau kamu sangat hancur sekarang"bagas duduk di tempat tidur dan mengelus kepalaku yang masih tertidur.