Snow

Snow
Bab 22 #



bagas langsung terdiam terkejut tidak percaya,aku sudah sangat lelah aku mengambil jaketku dan berlari ke luar rumah.bagas mengejarku,karena tidak sadar aku berlari hingha ke dalam hutan .


kesya tunggu jangan masuk lagi ,kesya(suara bagas yang terus memanggilku).


aku berlari dan terus berlari sambil menangis,hingga beberapa ranting kayu membuatku terjatuh.kakiku terlika tertusuk kayu.


"kesya kamu gak apa apa kan ,astaga kamu luka "bagas terlihat panik.


"lepas jauh jauh dari aku seharusnya aku gak pernah kamu,jadian sama kamu dan seharusnya kamu gak lahir di dunia "aku meluapkan kemarahanku pada bagas.


"aku minta maaf ,kalau tau kaya gini aku juga gak mau lahir karena kelahiran aku buat orang yang aku cintai hancur kayak gini" bagas juga mulai menangis.


"kamu tau aku sekarang hidup tapi jiwa aku mati,kamu tau gak rasanya kehilangan satu satunya anggota keluarga yang coba kamu lindungi tapi gagal"ucapku.


darah keluar dari kakiku dan salju sudah semakin lebat.aku terus menangis hingga luka di kakiku tidak tetasa.bagas juga menagis dia berdiri dan mulai memukul mukul pohon untuk meluapkan kesedihannya.


darah mulai menetes dari tangan bagas ,aku mulai merasa kedinginan .bagas melihatku lalu membuka jaketnya dan memberikannya padaku.


"apa yang kamu lakukan aku gak butuh rasa kasian dari kamu lagi"aku mendorongnya hinnga terjatuh.


"aku ngasihani kamu ,aku cinta sama kamu jadi tolong pakek jaket aku biar kamu tambah hangat"bagas sekali lagi memberikan jaketnya padaku.


"aku bilanh enggak ,aku gak mau hutang budi lagi sama orang yang bikin mama meninghal"aku dengan tegas menolak bagas.


hari sudah semakin malam dan hari ini sedang ada badai salju.aku mulai kehilangan kesadaranku karena lelah ,saat aku pingsan bagas menyelimuti jaketnya sambil memelukku.


***kesokan harinya ***:(


udara mulai terasa hangat,aku mendengar suara beberapa orang ,semuanya masih rabun rabun saat aku membuka matam tetapi aku lelah.saat aku bangun tanganku sudah terinfus dan aku menggunakan alat bantu nafas.


"kesya kamu udah ,sindy panggilin dokternya buruan"bagas duduk di sebelahku.


dokter segera datang dan memeriksaku ,kondisiku mulai membaik hari demi hari.aku tidak melihat bagas dari saat itu,papa datang menjengukku tetapi aku tidak menoleh ke arahnya.


"papa tau kamu marah ,tapi papa seneng karena kamu baik baik saja.saat kamu benar benar sembuh papa akan ceritakan semuanya dengan jelas yah kesya"ucap papa yang perlahan menangis melihatku.


bahkan hingga pala pergi aku tidak menoleh menghadapnya,aku tau papa pasti sedih tapi aku hancur.jadi menurutku apa yang ku lakukan cukup adil.


saat aku berjalan jalan di taman rumah sakit aku melihat bagas yang menggunakan kacamata hitam dan sedang didorong menggunakan kursi rodah oleh mamanya.dia pergi menghampiriku,aku hanya berpura pura tidak melihatnya.


"kesya gimana kabar kamu ,baik baik aja kan"sapa bagas dan aku hanya terdiam tidak menjawabnya.


"kesya maaf yah tahun ini jadi hari ulang tahun kamu yang terburuk,aku sudah siapkan hadia buat kamu dari sebelum kita ke sini aku mohon terima yah"bagas menjulurkan sebuah kotak berwarna biru padaku.


aku menerimanya dan langsung pergi meninggalkan dia dan mamanya.


"nak kamu yang sabar yah ,wanita memang rapuh tapi mama yakin setelah tau semuanya kesya bakal baik baik saja"ucap mama bags.


"gak apa apa kok ma seengaknya kesya nerima hadia dari bagas"jawab bagas sambil tersenyum.