
aku terus berlatih dengan sungguh sungguh ,aku menelan semua cacian teman timku bulat bulat dan tetap berusaha kompak dia area bersama mereka.latihanpun selesai kami berlati sekitar 1 jam,arya mendatangiku dan mengajakku istirahat di pinggir lapangan.sindy yang suka terhadap arya menyiapkan handuk dan minum untuknya,arya masi tidak peka dan tetap menganggap sindy sebagai teman.
"nih minum abis olahraga harus minum biar seger ,aku gak beli yang dingin soalnya gak baik abis olahraga minum air es"sambil memberikan air kearahku dan bagas memberi perhatian padaku sekali lagi.
"aku udah paham kalok abis olahraga gak minum yang dingin ,gak usa kasih tau juga aku udah ngerti aku bukan anak SD tau"ucapku dengan jengkel pada bagaskara karena meremehkanku,aku mengambil air yang dia berikan dan langsung meminumnya.
setelah istirahat sejenak aku pergi ke ruang ganti ,aku membuka lokerku untuk mengambil seragam saat aku membuka loker di dalm lokerku penuh dengan coretan coretan dan kertas kartas yang bertulisan penghinaan bagiku seperti(dasar gadis ******,arogan ,sombong ,caper,penggoda )dan masih banyak lagi .
aku bukan orang mudah marah hanya karena kertas kertas hinaan atau orang orang yang menghinaku secara langsung ,karena bagiku mereka dan kata katanya hanyalah sampah yang tidak sederajat denganku.aku langsung mengambil semua kertas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah,3 orang tim basketku datang ke arahku dan langsung mendorongku.
"****** kamu pikir karena kamu pemain yang baik maka kami bakal sukak sama kamu,dan kamu cuma ngandelin kecantikan kamu buat merayu arya sama bagaskara.mereka gak cocok sama kamu bagaskara itu anak paling pinter di sekolah lamanya dan populer gak selefel sama gadis ****** seperti kamu"raya mengataiku dengan kata katanya yang tajam ,tapi aku hanya menganggap itu hanyalah angin lewat saja.
"kamu juga godai arya ,dia itu gak bakal sukak sama kamu, ngaca kamu itu gadis murahan yang bersikap sok kalem"ucap andin lanjut menghinaku.
"dasar ****** ,kalok kamu ****** apalagi ibunya, coba kamu tanya mama kamu udah berapa banyak laki laki yang dia goda pas waktu masih muda"arya tertawa setelah mengataiku,aku tidak dapat menahan emosiku jika itu berhubungan dengan mama.
aku pergi ke arah raya dan langsung mencengkram bajunya lalu meninjunya hingga raya terjatuh .aku langsung menariknya bagun dan menampar ke dua pipinya.aku sangat marah teman teman yang lain menghalangiku tetapi tidak dapat menahanku. aku mendorong raya dan menginjak tangannya.
"tarik kata kata kamu kalok enggak aku patahin tangan kamu sekarang juga,ayo minta maaf dan ngaku ke guru kalok kamu yang mulai, kalok enggak kapan aja aku bisa habisi kamu"aku terus menginjaknya tanganya sampai raya meminta maaf padaku,beberapa teman yang lain keluar dan memanggil guru untuk memisahkan kami.
"maaf,maaf kesya aku gak bakal hina kamu lagi aku juga bakal ngaku ke guru kalok aku yang salah"raya menangis meminta maaf dengan lebab di pipinya dan tangan yang ku injak.
dengan kesal aku langsung keluar dari ruang ganti ,aku berlari ke atap sekolah untuk menenangkan diri.aku menagis karena mengingat penghinaan raya terhadap mamaku hatiku masih terasa sakit dan kata kata raya menggema dalam diriku. aku duduk dan melihat pemandangan dari atas sekolah dan tiupan angin membuatku tenang dan rasa sakitpu menghilang secara perlahan.