Snow

Snow
Bab 19 #



setelah berciuman cukup lama kami saling menatap dan tertawa bersama lalu mengambil banyak foto berdua.setelah selesai menaiki bianglala kami kembali ke rumah bagas ,bagas memiliki rumah di london karena saat dia masih kecil dia dan mamanya tinggal di london hingga usia 11 tahun baru dia kembali ke indonesia.


"ehem kalian keliatannya mulai deket udah jadian yah kapan kok gak bilang bilang ke kita sih"tanyaku pada arya dan sindy.


"eh enggak kok gak pacaran lagian sindy udah tunangan "arya menjawabku.


"eh kapan kok kita gak tau pasti di jodohin yah sama orang tua kamu ya sindy"tanya bagas sambil menyetir.


"iyah aku di jodohin,awalnya aku gak mau dan gak sukak eh mala jatu cinta .ngomong ngomong kalian berdua kapan tunangan ,kalian sama sama sayang kan"sindy menanyai aku dan bagas.


"gak tau sindy kita belum rencanain, lagian aku ketemu sama orang tua bagas ajah belu mala mau tunangan "aku memang belum pernah sejak berpacaran dengan bagas bertemu dengan orang tuanya.


kami sampai di rumah dan langsung pergi ke kamara masing masing untuk menggantu pakaian.hari sudah menjelang malam bagas memintaku untuk makan malam bersama di ruang makan sindy dan arya juga sudah menunggu di bawah.


saat makan malam kami juga sambil asik mengobrol makanan semua khas eropa dan para pelayan di rumah bagas bukan hanya 1 melainkan ada 10 orang pelayan,aku sangat yakin bahwa orang tua bagas sangatlah kaya.setelah selesai makan kami duduk di ruang keluarga sambil menonton film dan berbincang.


"bagas ini foto kamu pas keci dulu yah kamu imut banget ,trus ini yang di sebelah kamu siapa"aku melihat album foto keluarga bagas dan mulai bertanya tanya.


" iya dan itu mama aku ,ohh iya di album kamu gak bakalan nemu 1 foto papa aku soalnya pas masi kecil papa aku ada di indonesia dan aku di london jadi gak ada fotonya"ucap bagas.


"enggak jugak sih aku tetep bahagia kan ada mama,besok sore kita pergi ke vila mama aku di deket hutan sekalian juga buat ngenali kesya "bagas berencana mengajak kami ke villa orang tuanya besok.


sambi asik mengobrol aku kami juga menikmati menonton filmnya.hari sudah malam aku mulai lelah dan pergi ke kamar sedangka sindy sudah pergi tidur dari tadi.bagas juga ikut naik ke kamar bersamaku sedangkan arya belum mebgantuk dan tetap menikmati menonton filmnya.


saat di tempat tidur aku langsung meloncat ke tempat tidur dan membaringkan tubuhku.bagas membawakan susu hangat untukku sebelum tidur.


aku langsung meminumnya hingga habis ,setehah habis aku tidak langsung tidur dan malah mengajak bagas mengobrol.


"bagas jangan ke kamar kamu dulu ,aku masi mau ngobrol sama kamu"aku memegang tangan bagas dan menyuruhnya duduk di tempat tidur.


"mau ngobrol apa ini udah malam tuh liat udah jam 22.15 kalok tidurnya kemaleman besok kamu jadi panda loh"bagas mengejekku.


"apaan sih biarin aja,emm aku mau nanyak mama papa kamu orangnya gimana biar aku bisa nyesuaiin sama mereka besok"aku bertanya karena aku sangat gugup untuk besok.


"tenag ajah mereka baik santai ajah ,orang tua aku itu orang yang moderen gak terlalu harus di siplin banget kok kamu santai ajah nantinya kan pasti jadi nyonya bagas"bagas memberi tahukan tentang keluarganya dan sekali lagi menggodaku.


aku yang kesal langsung memukulkan bantal ke arahnya dan bagas juga membalas ku denga melakulan hal yang sama.kami bermai perang bantal bersama malam itu dan untungnya kamarku kedap suara jadi tidak akan ada yang mendengar keributan kami.beberapa ruangan di rumah bagas memang di buat kedap suara dan hanya ruangan ruangan penting saja takutnya ada pelayan yang menguping saat keluarganya berbicara hal penting.