
bagas mengantarku pulang saat itu karena aku sudah sangat lelah dan juga sudah jam 09.23 aku sampai ke rumah tepat waktu.
"bagas maksih ya udah ngajak aku main sama makasi juga bonekanya"aku berterimakasi pada bagas karena membuatku sangat senang malam itu.
"sama sama yang penting kamu seneng ,entar lagi langsung istirahat aku gak mau pacar aku saki yah"ucap bagas sambil mengusap pipiku.aku tersipu dan wajahku kembali merona ,setelah itu bagas berpamitan padaku dan pulang.
aku masuk ke dalam.rumah sambil terus tersenyum sampai sampai aku tidak menyadari mama yang menungguku di ruang tamu.
"ehem kenapa kamu senyum senyum ,seneng banget yah.mama liat kamu cocok sama bagas udah di tembak jadian kalian ya"mama terus bertanya padaku sambil nada menggodaku.
"gak papa kok ma kesya cuma seneng aja mangkanya senyum,emm iya kesya juga udah pacaran sama bagas mama gak marah kann"aku menjawab pertanyaan mama dengan jujur karena aku takut mama tidak menyetujui hubunganku dan bagas.
"enggak kok sayang mama seneng ada orang yang juga sayang sama kamu selain mama,bagas juga keliatanya baik sopan juga sama mama.uhuk..uhuk..uhuk..uhuk.."mama mulai batuk batuk malam itu dan aku memegang tangan mama rasanya sangat dingin.
aku langsung mengantar mama ke kamar dan membuatkan teh hangat,aku pikir mama masuk angin karena menungguku di rungan tamu .aku pergi ke kamar setelah mama tidur ,aku teringat dengan saat bermain dengan bagas tadi.
aku menutup ke dua mataku dengan tangan dan aku mulai tersenyum ,aku langsung tertidur malam itu dengan sangat bahagian.
3 hari kemudian waktu perlombaan sudah datang ,arya juga sudah melewati masa secorsingnya.aku sedikit canggung untuk menyapanya karena apa yang terjadi terakhir kali dengannya.
"pagi kesya apa kabar,maaf ya karena kejadian waktu itu aku udah renungin hubungan kamu sama bagas ,aku paham aku gak bakal nyakiti pacar kamu lagi,aku cukup liat kamu seneng itu udah berarti buat aku"arya meminta maaf atas sikapnya saat itu padaku.
"eh arya gak papa kok aku udah maafin kamu ,maaf juga aku gak bisa terima kamu "aku masih sedikit canggung saat bicara pada arya.
arya mengerti tentang perasaanku dan mengubah topik pembicaraan.arya menyemangatiku untuk lomba hari ini dan aku junga memberinya semangat, pertandingan aku dan arya berbeda lokasi.timku mendapat pemai baru karena raya masih dalam masa hukuman oleh guru.
sebelum pertandingan di mulai aku melihat bagas,berada di samping lapangan untuk menyemangatiku.aku sangat senag bagas datang saat itu dan akhirnya pertandingan di mulai aku bermain dengan sangat baik dan juga semangat karena kehadiran bagas.aku teringat sebelumnya aku bilang bahwa kehadirannya dalam lombaku tidak berarti tetapi saat ini aku beruntung karena dia datang.
aku bermain dengan kompak dengan timku ,secor kami dan lawan seri, saat aku akan memasukkan bola ke ring salah satu tim lawan mendorongku hingga aku terjatuh dan kakiku terkilir.wasit memberhentikan pertandingan dan memberiku hak untu memasukkan bola ke dalam ring,aku sangat sulit untuk berdiri karena kakiku terasa sakit.aku melempar bola basket ke dalam ring tetapi bolanya terpental.permainanpun di mulai kembali aku sangat kesulitan mengejar bola tetapi aku meminta wasit mengizinkanku tetap bermain.
bola berhasil aku tangkap tapi aku tidak bisa melemparnya ke ring ,jadi aku mengopernya pada teman tim baruku dan di detik terakhir dia berhasi melemparnya ke ring dan tim kami menang.setelah pertandingan selesai aku pergi menemui bagas dengan sangat senang.
"kita udah foto bareng tadi juga udah bareng bareng ngambil pialanya,aku gak ngumpul soalnya aku pengen ketemu kamu kenapa gak boleh"jelasku sambil bertanya balik pada bagas.
"ehh gak apa apa kok aku juga pengen ketemu kamu,jangan salah paham yah .emm berhubung kamu menag aku traktir makan mau gak ada tempat makan baru enak banget makanannya"bagas menawarkanku makan siang bersama dan aku mengiyakannya lalu aku langsung berjalan .
"yaudah ayo,ehh bagas kamu ngapain diem ayo katanya mau traktir aku"aku melihat bagas dia tida berjan dan masi di belakangku.
"kesya aku gak bisa jalan kamu jangan tinggali aku, kalok pengen aku jalan gandeng tangan aku dulu dong"ucap bagas dengan tersenyum lebar.
aku melihatnya dan tersenyu ke araknya,lalu aku menggandeng tangannya bagas menoleh ke arahku dengan senyumannya.aku benar benar merasakan hidupku kembali, bukan hanya dengan kesedin namun juga kebahagiaan.saat sampai di tempat tersebut bagas langsung meminta pelayan menyiapkan makanan makanan favorit di tempat ini.
"bagas kamu ngapai mesen banyak makanan aku gak bakal bisa abisin semuanya"ucapku sambil terkejut karena bagas terlalu banyak memesan makanan.
"hehehe maaf aku cuma pengen kamu seneng aja soalnya makanan di sini emang enak enak banget,ini bakal jadi tempat favorit aku kalok aku makan di luar"bagas tertawa padaku dan meminta maaf.
aku makan malam dengan bagas dengan sangat sengang ,bagas juga tidak malu karena aku yang belum mengganti pakaianku.aku masih menggunakan pakaian basket ,memakai sepatu olahraga,dan rambutku yang terikat.
aku dan bagas makan sebagian makanan dan sebagian lagi kami tidak menghabiskannya karena sudah sangat kenyang.saat baru keluar dari tempat makan itu untuk pulang dengan bagas ,telfonku berbunyi dan aku mengangkatnya.
"halo non kesya ini bibik,non cepetan dateng ke sini nyonya ada di rumah sakit kena serangan jantung ,cepetan non!"bik siti dengan sangat panik memberi tahuku.
"hah apa bik ,rumah sakit mana mama di rawat bik"
aku terkejut dan langsung bertanya mama pada bibik.
"nyonya ada di rumah sakit jaya mitra ,non kesya cepetan "ucap bik siti.
aku panik dan meminta bagas mengantarku secepatnya kerumah sakit.jantungku berdebar khawatir dengan keadann mama yang memang kurang sehat beberapa bulan ini.