Snow

Snow
Bab 25 #



Setelah selesai makan malam kami segera pulang ke rumah .


Aku mengantar bagas ke kamarnya dan menyuruhnya tidur lebih awal untuk persiapan oprasi besok.papa dan tante ratna sedang mengobrol di ruang tamu dan mengajakku untuk bergabung ,tetapi aku sedang ingin sendirian jadi aku menolak ajakan mereka dan langsung pergi ke kamar.


Aku menjatungkan tubuhku dan merasa sesak karena kecewa takdir benar benar membuat hidupku terbang tinggi lalu menghempaskan aku sangat keras ke tanah.


"Hahaha apa yang kamu fikirkan kesya dia itu kakakmu dan lagi pula kamu hanya seorang anak ngkat jadi tetaplah pada posisinya"aku menatap langit langit kamar sambil tertawa.


Hahaha..hu..hu..huhuhu(tawaku berubah menjadi tangisan)


Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku.takdir sudah memberikanku kebahagiaan dengan adanya sebuah keluarga.


"Bagaskara aku harap kamu bisa bahagia selalu,selalu dan selalu bahagia huhuhu"ucapku sambil menangis.


keesokan paginya☀️


Kami semua bersiap siap pergi ke rumah sakit.aku hari ini lebih pendiam dari biasanya aku rasa papa dapat merasakannya.papa terus mengajakku mengobrol agar aku ceria seperti biasanya.


Kami sampai di rumah sakit dan raka langsung di bawa ke kamar.aku,papa,dan tante ratna menemani raka sebelum nanti di bawa ke ruang oprasi.aku berusaha terus bicara dengan ceria agar bagas terus tersenyum dan tidak khawatir.


"Kesya sebentar lagi sudah mulai pendaftaran untuk masuk kuliah kita masuk satu jurusankan "tanya bagas padaku.


"Tentu saja kita satu jurusan,arya juga akan satu jurusan dengan kita dan rara akan bersama tunangannya"aku memberi tahu bagas tentang arya dan rara.


"Semuanya cepat berlalu yah ,tetapi itu memang sudah seharusnya"ucap bagas.


"Yah cepat berlalu dan aku akan melupakan hubungan kita yang pernah terjadi dulu dan itu memang seharusnya"ucapku dalam hati.


Sekitar jam 5 sore oprasi bagas di lakulan,aku menunggu di luar dan berharap


Semuanya berjalan dengan lancar.pendonornnya seorang pria seusiah papa ,kata dokter hidupnya tidak lama lagi.pria itu sudah koma selama 1 tahun setengah jadi keluarganya mengiklaskannya.


Setelah sekitar 2 jam menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang oprasi,jantungku mulai berdebar takut oprasinya gagal.


"Dokter bagaimana dengan anak saya ,apakah setelah ini dia bisa melihat kembali"tante ratna juga khawatir.


"Tenang saja ibuk anak anda sudah baik baik saja oprasinya berjalan lancar"kabar gembira dari dokter.


Kami semua legah mendengarnya dan sangat bahagia,sekarang hanya tunggu beberapa hari untuk tahap pemulihan matanya.


Setelah 2 hari papa sudah mulai sibuk dengan pekerjaan kantor begitu juga dengan tante ratna.setiap hari hanya aku yang merawat bagas dan membawakan makanan untuknya.


"Selamat pagi kakak ayoh ini saatnya sarapan dan langsung minum obatmu setelah ini"aku baru sampai.


Hehehe....(aku yang tertawa)


"Pelan pelan makannya,lahap banget laper yah kak"tanyaku.


"Tentu saja harus lahap kan kamu yang nyuapin aku jadinya semangat "ucap bagas sambil tersenyum.


"Ehh..karena aku"suara hatiku.


Bagas terus mengatakan hal hal yang aneh dan itu semua bisa membuatku salah paham.aku membuang fikiran nrgatifku dan fokus pada kesembuhan bagas,lagi pula dia sudah memiliki seseorang yang dia cintai.


Setelah selesai menyuapi bagas aku pergi membeli beberapa cemilan untuk ku makan di toko sebelah rumah sakit.saat aku kembali,aku melihat seorang gadis yang sangat cantik duduk berbicara dengan bagas.mereka terlihat cukup dekat dan akrab bagas bahkan sampai memegang tangannya.fikirku hanya 1 mungkin dia adalah gadis yang bagas maksudkan yang akan segera dilamar olehnya.


Aku pergi menjauh dari kamar agat tidak mengganggu mereka berdua,yah memang sakit rasanya memberikan orang yang kita cintai untuk orang lain.tetapi demi kebahagiannya aku rela mengorbankan perasaanku untuknya.


"Permisi suster!"aku memanggil suster yang lewat di depanku.


"Iya ada yang bisa saya bantu "jawab suster tersebut.


"Ini maaf saya akan sedikit merepotkan tolong antarkan buah buaha ini untuk kamar anggrek nomer 25 kalau ditanya bilang sajah dari kesya saya soalnya ada urusan mendadak "aku menjulurkan sekantong plastik penuh buah.


"Ohh iyah bak saya bawakan"suster itu menerimanya dan langsung berjalan menuju kamar bagas.


Aku pergi ke rumah sindy untuk mengetahui kabarnya .aku menghubungi bik siti dan memintanya menemani bagas dengan alasan yang sama yaitu ada urusan mendadak.


Ting...tong...ting...tong...(bunyi suara bell)


"Wahh kesya kamu ke sini aku kangen banget tau udah hampir 1 bulan ,aku kangen banget "sindy langsung memelukku dengan erat saat baru membuka pintu.


"Hehehe iyah aku juga kangen sama kamu ,tapi bisa lepasin dulu aku sesek nih"aku berusaha tetap tenang.


"Maaf maaf yah ,biasa kangen jadi lanhsung peluk ajah hehehe"sindy akhirnya melepaskan pelukannya.


"Kamu kok gendutan sih ,kita entar lagi baru mau masuk kuliah lohh entar cantik kamu hilang"aku mengejek sindy yang memang semakin gendut.


"Hah emang beneran gendut yah,ohh iya aku kayaknya gak bisa kuliah soalnya aku hamil udah 2 minggu"sindy sambil menunjukka angka 2 dengan jarinya.


Ternyata setelah pulang dari london sindy pergi berlibur dengan tunangannya ,tetapi mereka sama sama tidak dapat mengontrol diri mereka sehingga melakukan hal tersebut.kami mengobrol dan bercerita banyak di kamar rara.


"Aku juga sudah perna melakukannya dengan bagas ,aku harap semuanya bai baik saja"aku khawatir setelah mendengarkan cerita sindy dengan tunangannya.