Snow

Snow
Bab 1#



ku lihat salju yang berjatuhan, tanah yang di penuhi salju.aku membuat boneka salju yang sangat lucu bersama papa dan mama.


"hahahahaha papa papa kejar kesya sama mama kalok ketangkep kesya bakalan peluk papa".kita bermain lempar bola salju bersama dan membuat malaikat salju semua terasa indah bersama mereka.hingga aku tersadar di pagi hari itu hanyalah mimpi di masa kecilku. aku bangun dan mulai merapikan diri untuk ke sekolah.


tap tap tap


suara kakiku menuruni tangga,suasana pagi hari seperti biasa di sambut dengan pertengkaran orang tuaku.


"mangkanya kamu ngertin aku,pulang langsung ngomel aja kamu"ucap papa dengan nada tinggi.


"apa kamu bilang aku ngomel ajah pa gimana aku gak ngomel kamu jararang pulang ,ohh aku lupa kamu asik seneng seneng sama perempuan ****** itu kan"mama membentak papa dengan nada kesal.


Plak


suara tamparan yang cukup keras.


"kamu tampar aku cumak gara gara perempuan yang udah bikin rumah tangga kita hancur,puas kamu tampar ayo tampar lagi"mama mulai menangis dan berteriak.


"berisik,kalian tiap hari cuma berantem aja kalian gak hargai aku ,aku capek pa kalok papa udah gak sayang sama kita pergi gak usah balik buat nemui kita lagi"untuk pertama kalinya aku membentak papa aku tidak bisa menahannya lagi aku ingin ke tempat sepi dan berteriak sepuasnya.


"kesya papa gak maksud buat nampar mama maafin papa yah sayang"papa mulai berbicara lembut seperti biasa,aku tau papa marah terhadap mama tetapi tidak padaku .


"keluar kesya capek, papa pergi aja duluh kesya cuma pengen sama mama"aku bebicara tanpa menatap papa .


"mama jangan nangis kesya ikut sakit ,juga gak usa sedih kesya bakalan selalu nemeneni dan jaga mama tanpa adanya papa"seketika air mataku terjatuh aku tidak sada kalau aku juga menangis.


"makasi yah sayang ,mama seneng bisa punya kamu ,kamu janji ya jangan tinggalin mama"mama membelai rambutku dengan lembut mengusap air mataku yang tetus menetes .


pagi itu kami menangis bersama dan berpelukan ,aku bahkan sampai tidak sadar bahwa kelasku hampir di mulai,aku ingin pergi ke sekolah tetapi tidak ingin meninggalkan mama sendiri.


"kesya kamu gak mau berangkat ini udah telat kamu entar di hukum loh"mama mengingatkanku sambil tersenyum.


"gak mau mama entar nagis lagi"aku tetap memeluk mama.


"gak papa kesya berangkat aja entar pulang sekolah mama buatin nasi goreng spesial kesukaan kesya mama gak bakal nagis lagi"mama membujukku .


"janji yah mama gak nangis kalok gitu kesya berangkat yah ,janji ya janji"aku berdiri dan mengambil tas sekolahku aku berjalan ke pintu sambil menatap mama.


"janjin sayang liat depan entar jatoh "mama menatapku dengan senyuman.


pagi itu aku merasa lebih lega perasaan bersalahku pada papa dan rasa jenuhku dengan pertengkaran mereka sudah hilang bersama air mata yang mengalir dan pelukan mama.semuanya hancur pagi itu tetapi aku bahagia karena dapat melihat senyuman mama saat aku pergi sekolah.


aku sampai di sekolah terlambat 5 menit untungnya satpam sekolahku mengeti dan mengijinkanku masuk melewati gerbang .guru juga terlambat masuk hari ini ,saat aku sampai kelas tidak ada guru yang mengajat tetapi kelasku ramia karena kehadiran murid baru pindahan dari kota lain.