Snow

Snow
Bab 4#



aku berjalan menuju tempat tidur mama,aku tidur di samping mama dan memeluknya.mama terbangun karena aku memeluknya.


"maaf ma kesya sampek bangunin mama"ucapku sambil tetap memeluk mama.


"gak papa kok sayang kamu gak makan ,kok gak ganti seragam juga sih sana kamu makan dulu tadi pagi kamu kan gak sarapan"ucap mama dengan lembut padaku.


"gak mau kesya mau tidur sama mama kesya gak laper kok tadi udah makan di sekolah ,oh iya ma kesya beliin mama roti bakar keju kita makan bareng yuk ma"ucapku untuk membuat mama nafsu makan lagi ,aku tau mama pingsan karena kecapean dan stres mikirin papa apalagi aku lihat di atas meja surat cerai yang papa kirimkan.


aku dan mama pergi ke ruang makan dan memakan roti bakar yang aku beli tadi ,mama terlihat tegar dan selalu tersenyum di depanku tapi aku tau bahwa mama lebih hancur daripada serpihan kaca kaca.


aku juga tidak ingin terlihat sedih di depan mama,aku menceritakan tentang lomba basket yang akan di adakan antar sekolah ,dan tentang bagaskara murid baru yang ku katakan sebagai temanku pada mama .mama terlihat senang karena aku mempunyai banyak teman yang sebenarnya 1 pun teman aku tidak memilikinya.


aku menelfon arya karena aku tidak dapat mengikuti latihan sore ini karena mama sakit ,arya mengizinkannya dan dia bilang akan menyampaikannya kepada pelatih,aku tau pelati akan mengizinkanku karena dia tau kemampuanku cukup baik.aku mengantar mama ke kamar dan tidur bersama sore itu.aku tidak ingat kapan terakhir kali aku tidur dengan mama tetapi aku sangat bahagia karena aku tidur dengan mama yang mengelus kepalaku seperti anak kecil.


"ma kesya setuju kalok mama sama papa pisah ,kesya capek liat kalian berantem terus kesya juga udah cukup senengkok punya mama yang sayang banget sama kesya kita gak perlu papa" aku membuat jalan agar mama lebih muda melepaskan papa.


"iya mama paham kok ,mama akan tanda tangani suran cerai itu besok pagi kesya tapi kamu janji ya gak ninggalin mama ,mama cuma punya kamu yah sayang"ucap mama yang penuh harapan dan rasa takut kehilangan yang besar terhadapku.


"kesya janji ma, kesya juga gak mau ninggalin mama mulai hari ini kesya cuma punya mama dan papa udah mati di hati kita"rasa sakit yang papa berika selama beberapa tahun hanya karena wanita simpanan aku takkan memaafkannya.


malam itu kami makan bersama tanpa ada rasa sedih dan air mata ,mama dan aku juga mengajak bik siti untuk makan bersama .walaupun bik siti hanya seorang pembantu tetapi dia seperti anggota keluarga bagi kami dia sudah membantu mama bahkan sebelum mama menikah dengan papa.


setelah makan malam selesai aku pergi ke kamarku dan melihat foto² salju yang sangat cantik ,aku rindu masa masa kecilku bersama 2 orang tua yang aku sayangi yang sekarang sudah hancur. aku merobek semua foto papa yang ada di kamar dan membuangnya ke tempat sampah. aku ingin sekali bermai salju seperti dulu tetapi hanya aku dan mama.